Bukan Asal Pukul! Membedah Aturan Skor dan Penentuan Kemenangan KO dalam Pertandingan Silat
INDOZONE.ID - Dalam arena pencak silat modern, kemenangan tidak diraih hanya dengan modal keberanian atau asal menyerang.
Setiap pesilat dan pelatih harus memahami bahwa setiap gerakan, serangan, dan jatuhan yang dieksekusi di atas matras diatur oleh regulasi poin yang sangat mekanis, ketat, dan taktis.
Sebagai panduan instruksional, artikel ini akan membedah secara teknis sistem perolehan poin berdasarkan peraturan terbaru Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)/Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa), serta mekanisme penentuan menang mutlak.
Baca juga: Presiden Prabowo Pede Pencak Silat Bakal Dipertandingkan di Olimpiade
1. Sistem Perolehan Poin Serangan: Aturan dan Nilai Teknis
Setiap serangan yang sah dan masuk ke sasaran wajib (batang tubuh/baju tanding atau body protector) tanpa terhalang oleh tangkisan lawan akan dinilai oleh dewan juri dengan rincian nilai sebagai berikut:
Poin 1: Serangan Tangan (Pukulan)
Kriteria Teknis: Serangan menggunakan tangan (pukulan depan, pukulan bandul, tebasan, atau sodokan) yang masuk secara telak, bertenaga, dan bersih ke area dada, perut, atau pinggang lawan.
Catatan Pelatih: Serangan tangan harus dikombinasikan dengan teknik melangkah (pola langkah) yang benar agar juri melihatnya sebagai serangan yang sah, bukan sekadar dorongan.
Poin 2: Serangan Kaki (Tendangan)
Kriteria Teknis: Segala jenis teknik tendangan (tendangan lurus/depan, tendangan sabit, tendangan T, atau tendangan belakang) yang mendarat bersih pada body protector lawan tanpa bisa dibendung.
Catatan Pelatih: Tendangan memiliki nilai taktis lebih tinggi karena membutuhkan jangkauan dan risiko kehilangan keseimbangan yang lebih besar.
Poin 3: Teknik Jatuhan (Bantingan/Takedown)
Kriteria Teknis: Proses menjatuhkan lawan melalui teknik pembelaan diri yang sah, seperti tangkapan kaki dilanjutkan dengan bantingan, ungkitan, sapuan (sapuan rebah/tegak), atau guntingan.
Syarat Sah Poin Jatuhan:
- Lawan jatuh dengan bagian tubuh selain telapak kaki menyentuh matras (seperti punggung, pantat, atau lutut).
- Pesilat yang melakukan jatuhan harus tetap dalam kondisi tegak atau menguasai keseimbangan (kecuali untuk teknik sapuan rebah dan guntingan yang memiliki aturan waktu bangkit tertentu).
- Proses jatuhan harus selesai dalam waktu maksimal 3 detik setelah tangkapan dimulai.
Baca juga: 6 Jenis Tangkisan Dalam Pencak Silat yang Wajib Kamu Ketahui dan Pelajari!
2. Larangan dan Pengurangan Poin (Pelanggaran)
Strategi bertahan yang buruk atau serangan yang tidak terkontrol bisa menguras poin yang sudah Anda kumpulkan susah payah:
- Pelanggaran Ringan (Kurang 1 atau 2 Poin): Keluar dari gelanggang secara sengaja, tidak melakukan pola langkah, atau menunda-nunda pertandingan.
- Pelanggaran Berat (Kurang 5 Poin): Menyerang area terlarang (leher ke atas, kemaluan), menggigit, mencakar, atau memukul lawan yang sudah dalam kondisi jatuh.
3. Penentuan Menang Mutlak: Melalui KO, Diskualifikasi, dan Penghentian Wasit
Jika pertandingan tidak diselesaikan hingga babak terakhir selesai (penentuan poin akumulasi juri), kemenangan dapat diraih secara instan melalui kategori Menang Mutlak atau kondisi khusus berikut:
Menang Mutlak (KO / Knock Out)
Kondisi ini terjadi jika seorang pesilat berhasil merubuhkan lawan secara sah (misalnya lewat tendangan telak ke ulu hati yang tertutup body protector).
Wasit akan melakukan hitungan 1 sampai 10. Jika hingga hitungan ke-10 pesilat tersebut masih belum mampu bangkit, belum sadar, atau menyatakan tidak dapat melanjutkan pertandingan, maka pesilat lawan dinyatakan Menang Mutlak.
Menang karena Diskualifikasi
Pesilat dinyatakan kalah diskualifikasi jika melakukan pelanggaran berat setelah mendapat peringatan terakhir, sengaja mencederai lawan pada area terlarang seperti menendang kepala hingga lawan cedera, atau berat badan tidak sesuai dengan kelas tanding saat timbang ulang.
Menang Teknik (RSC - Referee Stops Contest / TKO)
Wasit berhak menghentikan pertandingan demi keselamatan atlet jika melihat perbedaan kelas yang terlalu mencolok (salah satu pesilat terus-menerus babak belur tanpa perlawanan berarti), atau atas rekomendasi dokter pertandingan karena cedera medis yang tidak memungkinkan pesilat untuk lanjut.
Menang Mutlak karena Lawan Mengundurkan Diri (Mundur / Walk Out):
Pesilat atau pelatih (seccond) melemparkan handuk ke dalam gelanggang sebagai tanda menyerah karena cedera atau kelelahan ekstrem.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: IPSI