Kampung Piala Dunia: Wujud Euforia Masyarakat Solo Dalam Memeriahkan Pesta Bola Dunia 2026
INDOZONE.ID - Piala Dunia 2026 memang sudah bergulir kurang lebih 10 hari. Namun, antusiasme masyarakat Indonesia terhadap pesta bola dunia 4 tahunan itu terus menyala.
Salah satunya di Kota Solo, kota yang dikenal dengan kulinernya ini juga merasakan gegap gempita Piala Dunia 2026.
Hal tersebut terbukti dengan adanya Kampung Piala Dunia, yang berlokasi di Museum Titik Nol Pasoepati di Jl. Kolonel Sugiyono No. 37, Banjarsari, Surakarta.
Adanya Kampung Piala Dunia di Kota Solo ini menjadi salah satu bukti bahwa masyarakat Solo sangat antusias dalam menyambut turnamen sepak bola terbesar 4 tahunan itu.
Baca juga: Sah! Yuto Nagatomo Jadi Pemain Asia Pertama yang Tampil di 5 Edisi Piala Dunia
Namun, ternyata Kampung Piala Dunia diadakan bukan kali ini saja. Inisiator Kampung Piala Dunia, Mayor Haristanto mengatakan bahwa ia mengadakan Kampung Piala Dunia sudah 8 tahun.
Hal tersebut, diungkapkan oleh Mayor Haristanto dalam wawancaranya bersama INDOZONE pada Jumat (26/6/2026), saat ditanya awal mula tercetusnya ide untuk membuat Kampung Piala Dunia di Solo
"Ya, jadi saya selalu ya, selalu ingin merespon event-event dunia lah, event-event lokal, event-event nasional dan event-event Internasional. Jadi ya, Piala Dunia, kampung Piala Dunia, bukan kali ini saya terlibat. Mungkin 8 tahun yang lalu di saya, di kampung saya, yang akhirnya saya bikin Kampung Piala Dunia," ujar Mayor Haristanto dalam wawancaranya bersama Indozone.
Lebih lanjut, pria berusia 67 tahun itu juga mengatakan bahwa momen Piala Dunia ini hanya terjadi 4 tahun sekali, sehingga momen ini harus bisa direbut dengan caranya masing-masing.
"Karena ini momen-momen dunia yang harus kita rebut dengan caranya masing-masing untuk menunjukkan euforia, menunjukkan antusiasme warga Solo," lanjutnya.
Baca juga: Pecahkan Rekor Transfer Klub, Man City Setuju Beli Elliot Anderson!
Kampung Piala Dunia tak Berpengaruh bagi UMKM di Solo
Tak hanya itu, saat ditanya soal Kampung Piala Dunia berpengaruh bagi pelaku UMKM di Solo, Mayor Haristanto mengatakan bahwa adanya Kampung Piala Dunia ini tidak berpengaruh bagi pelaku UMKM di Solo.
Akan tetapi, pria yang menjagokan Jepang di Piala Dunia 2026 itu mengatakan bahwa ia membutuhkan wujud kegembiraan dengan mengadakan Kampung Piala Dunia ini.
"Ya, secara garis besar tidak ya. Tapi, saya membutuhkan bahwa ini wujud kegembiraan. Jadi, saya tidak bisa merambah lonjakan di luar sana. Bagi saya, bukan itu tujuan kami, yang penting kami menyediakan spot selfie, untuk bersuka cita di sini. Efek di luar sana, saya tidak ambil pusing," ujar pemilik Museum Titik Nol Pasoepati itu menjelaskan.
"Bagi kami orang-orang datang kemari, bersenang-senang, suka cita, bisa unjuk gigi dan merasakan kegembiraan. Dan terbukti kami 3-4 kali bikin acara disini semuanya gembira, karena inilah wujud kami," ujarnya lagi.
Mayor Haristanto juga mengatakan bahwa ia ingin membuktikan bahwa Kota Solo tidak boleh ketinggalan momen event sebesar Piala Dunia.
"Saya justru ingin menunjukkan bahwa ingin membuktikan bahwa Solo tidak boleh ketinggalan, ketinggalan momen dan ketinggalan event sebesar ini. Solo harus merebut dengan cara seperti ini," tutur penggemar berat Persis Solo itu menambahkan.
Baca juga: Tak ingin Kehilangan Momen, Supeltas asal Solo ini Ikut Meriahkan Euforia Piala Dunia 2026
Dampak Kampung Piala Dunia Bagi Warga Solo
Adanya Kampung Piala Dunia di Solo tentunya memiliki dampak bagi masyarakat sekitar. Mayor Haristanto melihat adanya kegembiraan masyarakat sekitar dengan diadakannya Kampung Piala Dunia.
"Ya, jadi saya melihat bahwa masyarakat banyak kegembiraan, banyak yang merespon untuk datang kesini untuk foto bersama saja. Itu yang menurut saya sudah cukup," tutur Mayor Haristanto.
"Tidak hanya di seputar sini, banyak kok tamu yang datang untuk di-upload. Jadi ya ini bisa membantu pencitraan Kota Solo lah yang katanya kota olahraga, kota pendidikan, kota wisata. Kita harus respon, dengan cara apa? Ya, dengan membuat Kampung Piala Dunia dengan kekuatan mandiri, kekuatan sendiri, bisa membuat hidup. Meskipun, kami juga menggandeng mitra yang membantu kami," jelasnya.
Baca juga: Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Penonton Terbanyak Sepanjang Sejarah, Lampaui Edisi 1994
Harapan Kampung Piala Dunia Bagi Persepakbolaan Indonesia
Ketika ditanya soal harapan adanya Kampung Piala Dunia bagi persepakbolaan Indonesia, Mayor Haristanto berharap dengan adanya Kampung Piala Dunia ini Timnas Indonesia bisa berprestasi dan bisa tampil di Piala Dunia suatu saat nanti.
Selain itu, Timnas Indonesia juga bisa meneladani gelaran Piala Dunia mulai dari kegemerlapan hingga kemegahan turnamen tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara