INDOZONE.ID - Panggung Piala Dunia adalah ujian tertinggi bagi karier seorang pesepak bola. Turnamen empat tahunan ini menuntut konsistensi fisik, ketahanan mental, dan kemampuan adaptasi taktis tingkat tinggi agar seorang pemain bisa terus dipanggil membela negaranya.
Ketika banyak pemain bintang meredup dalam satu atau dua edisi, bek veteran Jepang, Yuto Nagatomo, justru berhasil menembus batas kemustahilan.
Secara spektakuler, mantan penggawa Inter Milan ini resmi mengukuhkan dirinya sebagai pemain Asia pertama dalam sejarah yang tampil di lima edisi Piala Dunia berbeda.
Sebuah rekor abadi yang menyejajarkan namanya dengan deretan legenda elit dunia seperti Lothar Matthäus, Cristiano Ronaldo, dan Lionel Messi.
Baca juga: Bantai Tunisia 4-0, Daichi Kamada Tegaskan Jepang Berambisi Menangkan Piala Dunia
Perjalanan Nagatomo di Piala Dunia merupakan sebuah cerminan dari evolusi sepak bola modern Jepang (Samurai Biru).
Ia memulai debutnya di panggung tertinggi ini pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan sebagai bek sayap muda yang lincah dan enerjik. Performa impresifnya saat itu langsung memikat raksasa Italia, Inter Milan.
Setelah itu, Nagatomo tidak pernah absen menjadi pilar utama lini belakang Jepang di Piala Dunia 2014 (Brasil), Piala Dunia 2018 (Rusia), Piala Dunia 2022 (Qatar), hingga akhirnya menggenapi rekor tak masuk akal tersebut di edisi Piala Dunia 2026.
Melompati generasi demi generasi berbakat Jepang, posisi Nagatomo di ruang ganti dan lapangan tetap tak tergantikan.
Baca juga: Hajime Moriyasu Bongkar Rahasia Timnas Jepang Bantai Tunisia di Matchday 2 Grup F Piala Dunia 2026
Mengapa posisi Nagatomo begitu awet di level elit? Mengingat posisi bek sayap (full-back/wing-back) adalah posisi yang paling menguras fisik dalam sepak bola modern karena dituntut aktif membantu serangan sekaligus cepat kembali bertahan, rekor ini terasa semakin gila.
Ada tiga faktor kunci utama di balik umur panjang karier Nagatomo:
Sebelum Nagatomo memecahkan rekor ini, predikat pemain Asia dengan penampilan Piala Dunia terbanyak dipegang oleh nama-nama besar seperti Park Ji-sung dan Hong Myung-bo (Korea Selatan), serta kompatriotnya sendiri, Sami Al-Jaber (Arab Saudi) dan Hidetoshi Nakata.
Akan tetapi, mayoritas dari mereka harus menyudahi perjalanannya sebagai pesepakbola profesional di edisi ketiga atau keempat Piala Dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC Sports