Demi Sambut Final Piala Dunia 2026, Masjid Syech Muhammad Al Utsaimi Solo Gelar Sepak Bola Api
INDOZONE.ID - Piala Dunia 2026 kini sudah memasuki babak semifinal. Euforia masyarakat Indonesia, khususnya Kota Solo terhadap pesta bola dunia 4 tahunan itu, semakin membara.
Yaps, hal itu terbukti dengan Masjid Syech Muhammad Al Utsaimi, Nusukan, Solo menggelar permainan sepak bola api.
Kegiatan itu diikuti oleh anak-anak hingga orang tua, yang meramaikan permainan sepak bola api ini, untuk menyambut babak semifinal hingga final Piala Dunia 2026.
Adapun jumlah peserta sepak bola api sebanyak 25 orang yang mayoritas diikuti oleh anak-anak TPA Masjid Syech Muhammad Al Utsaimi, Tegal Mulyo, Nusukan, Solo.
Menariknya, anak-anak putri pun juga tidak mau kalah, mereka juga ikut merasakan sensasi keseruan bermain sepak bola api.
Alasan Masjid Syech Muhammad Al Utsaimi mengadakan sepak bola api karena, permainan ini merupakan akar budaya dari Indonesia.
Sebab, masyarakat Indonesia sudah dikenal dengan permainan sepak bola api. Hal tersebut diungkapkan Jimi Anto, seorang warga sekitar Nusukan, yang juga menjabat sebagai koordinator pendidikan anak-anak di kampung Nusukan.
Baca juga: Mitchell Baker Sah Jadi WNI, Ketum PSSI Erick Thohir Apresiasi Presiden Prabowo Subianto
"Karena sepak bola api ini adalah akar budaya dari Indonesia yang memang di masyarakat Indonesia sudah dikenal dengan sepak bola api," ujar Jimi Anto kepada wartawan, pada Senin (13/7/2026).
Anto mengatakan, diadakan sepak bola api ini adalah untuk menyambut babak semifinal dan final Piala Dunia 2026.
"Tujuannya adalah untuk ikut memeriahkan perhelatan Piala Dunia, dan kami berharap Indonesia di masa yang akan datang kita bisa masuk minimal perempat final [Piala Dunia]," imbuhnya.
Sementara itu, Mayor Haristanto selaku inisiator kampung Piala Dunia dan penyelenggaraan sepak bola api menceritakan, awal mula tercetusnya permainan sepak bola api.
Permainan bola api tersebut merupakan tradisi pesantren, sehingga akhirnya ia mencoba untuk menyelenggarakan permainan ini di Masjid Syech Muhammad Al Utsaimi, Nusukan.
Baca juga: Jelang Laga Lawan Inggris, Julian Alvarez Sebut Laga Semifinal Piala Dunia Selalu Sulit
"Ya, jadi dari beberapa literasi yang saya baca bahwa sepak bola api itu tradisi pondok pesantren. Dan ini kami mengajak anak-anak TPA dan ini menyambut menjelang semifinal dan final Piala Dunia, saya mencoba di sini dengan bermain sepak bola api," ucap Mayor Haristanto saat ditanya Indozone.
"Meskipun, awalnya ragu-ragu, agak takut ternyata setelah itu mereka enjoy, gembira, suka cita. Nah, ini kami menciptakan ruang baru agar anak-anak mereka orang dewasa bermain sepak bola disini yang tidak biasa dengan materi sepak bola api," sambungnya.
Mantan Presiden Pasoepati periode 2000-2001 itu juga mengatakan bahwa penyelenggaraan sepak bola api baru pertama kali, dan ia berharap permainan ini akan hadir di event-event berbau sepak bola berikutnya.
"Ya ini adalah pertama kali disini. Tapi harapan kami besok lagi di event-event yang berbau sepak bola dan berbau pondok pesantren akan saya mencobanya," ujar pemilik Museum Titik Nol Pasoepati itu melanjutkan.
Lebih lanjut, Mayor Haristanto juga merasa bahwa anak-anak antusias dengan permainan sepak bola api, dan warga sekitar juga ikut menyaksikan permainan sepak bola api. Menurutnya, ini adalah kegembiraan baru dalam menyambut Piala Dunia dengan cara yang berbeda.
Baca juga: Inggris Bakal Hadapi Argentina di Semifinal, Ini 5 Momen Bersejarah Kedua Tim di Piala Dunia!
"Ya, saya merasa kalau anak-anak antusias, warga juga ikut menyaksikan. Luar biasa bahwa ini adalah kegembiraan baru menyambut Piala Dunia dengan cara yang berbeda. yaitu dengan sepak bola api," ujar Mayor Haristanto menambahkan.
Di akhir wawancara, Mayor Haristanto berharap, dengan diadakannya sepak bola api ini bisa membuktikan, kota Solo punya euforia dalam menyambut gegap gempita Piala Dunia, dan punya euforia yang sangat luar biasa menjelang babak semifinal dan final Piala Dunia.
Diketahui, pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 akan bergulir pada Rabu (15/7/2026) pukul 02.00 WIB, yang dibuka dengan pertandingan antara Prancis kontra Spanyol.
Sementara itu, untuk pertandingan semifinal kedua akan bergulir pada Kamis (16/7/2026), dengan laga yang mempertemukan Inggris kontra Argentina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan