Alex Dunne, Pembalap Didikan Akademi McLaren, di Sesi Latihan Bebas 1 GP Austria 2025 (PlanetF1).
INDOZONE.ID - Dunia Formula 1 identik dengan kemewahan, teknologi canggih, dan talenta balap terbaik di dunia. Menjadi seorang pembalap F1 merupakan puncak impian bagi jutaan orang.
Namun, di balik gemerlapnya sorotan kamera, tersembunyi sebuah realita finansial yang cukup mencengangkan. Sebuah rahasia umum di paddock yang baru-baru ini kembali terungkap.
Untuk sekadar mencicipi mobil F1 dalam sesi latihan bebas pertama (FP1), seorang pembalap rookie harus menyiapkan dana fantastis sekitar Rp58 Miliar!.
Angka yang luar biasa ini menyoroti betapa besarnya modal yang dibutuhkan untuk menembus gerbang jet darat, bahkan sebelum seorang pembalap mendapatkan kursi balap permanen.
Hal ini bukan mitos belaka, melainkan praktik standar industri yang dikonfirmasi melalui beberapa kasus nyata.
Baca juga: Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Bela Ketum PSSI Erick Thohir: Sukses Tak Terjadi dalam Semalam
Melansir dari Formula 1 Indonesia, fakta mengejutkan ini
kembali menjadi perbincangan hangat berkat kasus persidangan antara pembalap IndyCar, Alex Palou, dengan McLaren.
Dalam dokumen persidangan, Palou membeberkan detail mengenai program uji coba pembalap muda di tim F1.
Salah satu poin paling menarik adalah kesaksiannya mengenai pembalap lain.
Palou mengungkapkan bahwa pembalap asal Jepang, Ryo Hirakawa, bisa mendapatkan kesempatan untuk turun di sesi FP1 Grand Prix Abu Dhabi 2024 bersama McLaren karena dukungan finansial masif dari raksasa otomotif Toyota.
Menurut Palou, Toyota-lah yang membantu Hirakawa membayar biaya partisipasi yang nominalnya mencapai puluhan miliar rupiah tersebut.
Kesaksian ini secara gamblang membuka mata publik bahwa kesempatan turun di FP1 sering kali tidak murni berdasarkan talenta, tetapi juga kekuatan finansial yang dibawa oleh seorang pembalap atau sponsornya.
Baca juga: Cape Verde, Negara Terkecil Kedua yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Meskipun terdengar seperti "sewa kursi" untuk 60 menit, CEO McLaren Racing, Zak Brown, memberikan konteks yang lebih luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram @formula1.indo