Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 12 DESEMBER 2025 • 14:30 WIB

Sempat Diragukan, Fabio Cannavaro Ceritakan Totalitasnya Melatih Timnas Uzbekistan

Sempat Diragukan, Fabio Cannavaro Ceritakan Totalitasnya Melatih Timnas UzbekistanFabio Cannavaro. (Instagram/fabiocannavaroofficial)

INDOZONE.ID - Fabio Cannavaro baru-baru ini membagikan pengalamannya sejak ia ditunjuk sebagai pelatih Timnas Uzbekistan pada Oktober 2025 lalu.

Diketahui, Cannavaro awalnya diragukan banyak pihak saat ditunjuk sebagai pelatih Timnas Uzbekistan. Hal itu, tidak lepas dari CV kepelatihannya tidak sementereng dengan karier saat masih aktif sebagai pemain.

Selama karier kepelatihannya, pencapaian terbaik Fabio Cannavaro mungkin adalah membawa klub raksasa China, Guangzhou Evergrande menjuarai Chinese Super League (CSL) pada tahun 2019 lalu.

Selain itu, karier kepelatihan Cannavaro di liga top Eropa juga tidak terlalu bagus. Klub terakhir yang ia latih adalah, Dinamo Zagreb selama satu musim.

Sempat menganggur selama beberapa bulan, Cannavaro akhirnya menerima tawaran untuk melatih Timnas Uzbekistan pada Oktober 2025, lalu menggantikan Timur Kapadze.

Baca juga: Hidup Mati Lawan Myanmar, Timnas Indonesia U-22 Gak Boleh Ulangi 2 Kesalahan Ini

Sempat Diragukan, Fabio Cannavaro Ceritakan Totalitasnya Melatih Timnas UzbekistanSkuad Timnas Uzbekistan (Instagram @uzbekistanfa)

Sejak menangani Timnas Uzbekistan, Cannavaro sudah memimpin 4 laga FIFA Matchday. Ia pun berhasil membawa tim Serigala Putih ini meraih 3 kemenangan melawan Iran, Kuwait dan Mesir. 

Sementara itu, satu-satunya kekalahan adalah saat menghadapi Uruguay pada Oktober lalu, yakni Uzbekistan kalah 2-1.

Meskipun awalnya diragukan oleh banyak pihak, Fabio Cannavaro justru menunjukkan totalitasnya dalam melatih Timnas Uzbekistan.

Bahkan, ia menetap di Tashkent demi menyaksikan langsung Liga Uzbekistan, untuk memantau pemain-pemain muda lokal, serta mempelajari kultur sepak bola Uzbekistan.

"Mereka sangat menghargai kenyataan bahwa dalam sebulan kami menonton satu atau dua pertandingan sehari. Kami tinggal di sana selama 40 hari, bepergian ke berbagai tempat karena kami ingin segera terlibat dalam proyek ini," ujar Fabio Cannavaro dalam wawancaranya bersama The Guardian yang dikutip pada Kamis (11/12/2025).

Baca juga: Meski Menang 1-2, Pep Guardiola Akui Real Madrid Selalu Sulitkan Manchester City

Lebih lanjut, Cannavaro juga mengakui,  intensitas Liga Uzbekistan sangatlah berbeda dengan Piala Dunia. Oleh karena itu, menurutnya liga lokal mereka perlu banyak perbaikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Guardian

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sempat Diragukan, Fabio Cannavaro Ceritakan Totalitasnya Melatih Timnas Uzbekistan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!