Ilustrasi tolak peluru. (Freepik)
INDOZONE.ID - Tolak peluru merupakan cabang olahraga (cabor) atletik. Meski umum dipertandingkan di Olimpiade, banyak orang belum tahu cara memegang bola besi, atau biasa disebut peluru, dengan baik dan benar.
Olahraga tolak peluru menitikberatkan pada upaya melakukan tolakan bola besi dengan berat tertentu dari bahu menggunakan satu tangan supaya mencapai jarak terjauh.
Melempar bola besi dengan berat tertentu, bukan perkara mudah. Jika atlet profesional butuh latihan dengan maksimal untuk melakukannya, para pemula pun minimal harus tahu teknik dasarnya.
Salah satu bagian dari teknik dasar dalam tolak peluru adalah cara memegang peluru yang benar. Supaya lebih paham, yuk simak penjelasan selengkapnya di bawah!
Baca juga: Mengenal Olahraga Tolak Peluru, Beserta Sejarah dan Teknik Dasarnya
Kamu harus tahu, tolak peluru menuntut perpaduan kekuatan, teknik, dan kontrol tubuh, untuk menghasilkan tolakan dengan jarak terjauh.
Bagaimana mungkin peluru bisa terlempar jauh jika cara memegangnya masih salah? Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui cara memegang peluru sebelum tolakan dilakukan.
Tanpa pegangan yang pas saat peluru dalam genggaman, peluang tolakan menorehkan jarak terjauh akan mengecil.
Bagaimana tidak, posisi peluru yang pas digenggaman, akan membantu kamu untuk membangun keterkaitan antara alat dengan tubuh sehingga tolakan jadi maksimal.
Selain itu, memegang peluru dengan benar juga meminimalkan risiko bola besi tergelincir dari genggaman atau keseimbangan lengan hilang saat melakukan tolakan.
Supaya bisa memegang peluru dengan baik dan benar, terutama untuk pemula, ada tiga unsur utama yang kamu harus tahu, yaitu:
Saat memegang peluru, kamu harus nyaman. Artinya, posisi peluru di leher atau pangkal leher harus terasa nyaman bagi atlet supaya tidak mengganggu fokus dan gerakan secara keseluruhan.
Kamu harus memperhatikan mobilitas pergelangan tangan, bahu, dan leher. Sebab, itu mempengaruhi posisi terbaik untuk menempatkan peluru.
Selanjutnya, tensi otot juga harus diperhatikan kala menggenggam peluru. Pasalnya, tensi otot yang tepat di lengan, pergelangan tangan, dan bahu sangat diperlukan untuk kontrol dan kekuatan saat melakukan tolakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Throws University