INDOZONE.ID - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, tak menyangka pertandingan leg I semifinal Liga Champions 2025/2026 antara timnya vs Bayern Munchen berlangsung sangat sengit.
Dalam pertandingan di Parc des Princes, Rabu (29/4/2026), dini hari WIB, PSG meraih kemenangan dramatis 5-4 atas Bayern Munchen.
Dalam pertandingan tersebut, kelima gol PSG dicetak brace Kvicha Kvaratskhelia (24', 56'), brace Ousmane Dembele (45+5' via penalti, 58') dan aksi Joao Neves (33').
Sementara itu, keempat gol Bayern Munchen dicetak oleh Harry Kane (17' via penalti), Michael Olise (41'), Dayot Upamecano (65'), dan Luis Diaz (68').
Tak ayal, itu menjadi pertandingan dengan skor terbesar di semifinal sepanjang sejarah Liga Champions.
Baca juga: Apa Tujuan Permainan Bola Tangan? Simak Aturan dan Cara Bermainnya
Pelatih PSG, Luis Enrique (REUTERS)
Luis Enrique bahkan mengatakan pertandingan tersebut merupakan laga terbaik sepanjang karier kepelatihannya.
"Saya belum pernah melihat pertandingan dengan intensitas seperti ini. Ini bukan saatnya untuk menunjukkan kekurangan; kita hanya perlu memberi selamat kepada semua orang," ujar Enrique dalam wawancaranya seusai pertandingan, dikutip dari ESPN, Rabu (29/4/2026).
Lebih lanjut, Enrique menegaskan timnya pantas untuk menang, imbang, dan kalah dalam pertandingan ini.
"Kami pantas menang, pantas imbang, dan pantas kalah hari ini. Ini pertandingan yang fantastis. Tanpa ragu, ini adalah pertandingan terbaik yang pernah saya ikuti sebagai pelatih," ujar pelatih asal Spanyol itu.
Baca juga: Profil dan Peta Kekuatan Timnas Brasil di Piala Dunia 2026, Mampukah Tim Samba Kembali Rajai Dunia?
Di sisi lain, meski kalah, Bayern Munchen tetap punya peluang untuk membalikkan keadaan pada leg II di Allianz Arena, Kamis 7 Mei 2026, dini hari WIB.
Namun, menang atas PSG bukan perkara mudah. Sebagai juara bertahan, PSG tentu ingin mempertahankan keunggulan tipisnya hingga mampu melenggang ke final.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN