Timnas Selandia Baru (edenparknz dan newzealandfootball Instagram)
INDOZONE.ID - Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Tim Nasional Selandia Baru datang dengan ambisi besar untuk menanggalkan status sebagai "tim penggembira". Menjadi penguasa absolut di kawasan Oseania, tim berjuluk The All Whites ini sukses memanfaatkan format baru turnamen untuk mengamankan tiket otomatis ke panggung tertinggi sepak bola dunia.
Selandia Baru memiliki memori manis tak terlupakan pada edisi 2010 di Afrika Selatan, di mana mereka pulang sebagai satu-satunya tim yang tidak terkalahkan di fase grup (termasuk menahan imbang juara bertahan Italia). Kini, dengan skuad yang lebih dinamis dan taktik yang terus berevolusi, Selandia Baru siap mengguncang dunia dan mencetak sejarah baru di Amerika Utara.
Baca juga: Profil Timnas Argentina di Piala Dunia 2026: Skuad, Jadwal, dan Misi Sulit Pertahankan Gelar
Berikut adalah fakta-fakta singkat mengenai Timnas Selandia Baru jelang Piala Dunia 2026:
| Keterangan | Detail |
| Julukan | The All Whites |
| Konfederasi | OFC (Oseania) |
| Pelatih Kepala | Darren Bazeley |
| Ranking FIFA Terkini | 85 (1281.57 poin) - Di bawah Suriah (84) dan di atas Bulgaria (86) |
| Rata-rata Umur Skuad | 27,5 Tahun |
| Formasi Andalan | 4-3-3 (Ofensif) / 5 Bek (Defensif) |
| Total Nilai Pasar Skuad | Rp385,87 Miliar |
| Pencapaian Terbaik | Fase Grup (1982, 2010) |
Perjalanan Selandia Baru menuju Piala Dunia 2026 adalah sebuah pertunjukan dominasi yang tak terbantahkan. Untuk pertama kalinya, pemenang Kualifikasi OFC mendapatkan tiket otomatis tanpa harus melewati drama play-off antar-konfederasi. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh skuad asuhan Darren Bazeley.
Tergabung di Grup B pada putaran kedua, mereka menyapu bersih tiga pertandingan dengan mencetak 19 gol dan hanya kebobolan satu gol (mengalahkan Tahiti 3-0, Vanuatu 8-1, dan Samoa 8-0). Hegemoni ini berlanjut di putaran ketiga, di mana mereka membantai Fiji 7-0 di semifinal, dan akhirnya menyegel tiket putaran final usai menumbangkan Kaledonia Baru dengan skor meyakinkan 3-0 di Eden Park, Auckland.
Di balik evolusi permainan Selandia Baru saat ini, terdapat peran krusial dari pelatih asal Inggris, Darren Bazeley. Diangkat menjadi pelatih kepala secara permanen pada Juli 2023, pelatih berusia 52 tahun ini bukanlah sosok asing karena telah bertahun-tahun menangani timnas Selandia Baru kelompok umur (U-17, U-20, U-23).
Bazeley berhasil mengubah DNA permainan Selandia Baru yang dulunya hanya mengandalkan bola-bola panjang (long ball) dan duel udara, menjadi tim yang berani mendikte permainan dari kaki ke kaki. Ia dikenal sebagai pelatih pragmatis yang fleksibel berani menerapkan formasi 4-3-3 ofensif saat melawan tim sepadan, namun bisa sangat disiplin menumpuk lima bek saat menghadapi tim raksasa.
Baca juga: Daftar 7 Tim Unggulan yang Berpotensi Tampil Mengecewakan di Piala Dunia 2026
Berbeda dengan skuad 2010 yang didominasi pemain liga lokal, skuad Selandia Baru untuk 2026 dipenuhi oleh pemain yang berkarier di kompetisi Eropa, A-League Australia, hingga MLS. Dengan total market cap mencapai Rp385,87 Miliar, mereka memiliki kedalaman tim yang sangat menjanjikan.
Berdasarkan pemanggilan FIFA Series terakhir)
Penjaga Gawang (Kiper):
Pemain Bertahan (Bek):
Gelandang:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Transfer Market, FIFA