INDOZONE.ID - Deep lying playmaker merupakan peran yang kerap mencuri perhatian para pencinta sepak bola.
Bagaimana tidak, pemain dengan peran ini mampu mengatur permainan meski bermain lebih ke dalam. Secara teknis, deep lying playmaker menjadi otak penyerangan sekaligus bertanggung jawab untuk melindungi barisan pertahanan.
Menilik tugas dan tanggung jawabnya, deep lying playmaker dituntut punya kepandaian dan keterampilan untuk mengatur pertandingan dari balik layar.
Lantas, siapa best deep lying playmaker dalam sejarah sepak bola? Tidak perlu berlama-lama lagi, yuk simak lima best deep lying playmaker di bawah ini!
Baca juga: Mengenal Peran Roaming Playmaker Dalam Taktik Sepak Bola
Andrea Pirlo, mantan pemain Juventus yang kini menjadi pelatih Juventus. (REUTERS/Dylan Martinez)
Daftar ini akan dimulai dengan legenda sepak bola Italia, Andrea Pirlo. Inter Milan, AC Milan, dan Juventus sudah merasakan servis dari gelandang dengan akurasi umpan luar biasa ini.
Semasa aktif bermain, kepiawaian Pirlo tidak hanya jadi tumpuan klub, tapi juga Italia di level internasional.
Ketenangan, kecerdikan, dan keterampilan luar biasa, membuat Pirlo diakui sebagai salah satu deep lying playmaker terbaik pada masanya.
Ilustrasi Fakta Xabi Alonso Jadi Pelatih Baru Real Madrid. (Foto: Instagram @realmadrid)
Selanjutnya, ada Xabi Alonso yang menjadi andalan di lini tengah Liverpool, Real Madrid, dan Bayern Munchen.
Menimbah ilmu sepak bola di akademi Real Sociedad, Alonso berkembang jadi salah satu gelandang dengan paket komplet. Ia tidak cuma bisa mengatur jalannya pertandingan, tapi juga bertahan dengan sama baiknya.
Umpan panjang terukur, sepakan keras dari luar kotak penalti, dan kepiawaian merebut bola tanpa pelanggaran, membuat nama pria asal Spanyol itu bersinar di antara gelandang-gelandang hebat lainnya.
Tak ayal, Xabi jadi salah satu pemain yang masuk dalam generasi emas Spanyol. Ia membantu Spanyol menjuarai Piala Eropa (2008 dan 2012) serta Piala Dunia (2010).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Give Me Sport, Amatan