Kapten Belanda, Virgil van Dijk (REUTERS)
INDOZONE.ID - Kapten Timnas Belanda, Virgil van Dijk, menyoroti hydration break di Piala Dunia 2026. Bek tengah berumur 34 tahun itu tidak terlalu menyukai hydration break karena terlaly memakan waktu.
FIFA membuat terobosan baru di Piala Dunia 2026, dengan hydration break yang dilakukan 20 menit setelah pertandingan dimulai. Hydration break telah memicu berbagai kritik, yang salah satunya datang dari Van Dijk.
Baca juga: Aldi Satya Mahendra Naik Podium di Misano, Tembus 10 Besar Dunia
"Saya sudah menonton hampir semua pertandingan. Jujur, saya kurang suka dengan adanya hydration break. Buat orang yang menonton di television juga rasanya kurang enak," kata Van Dijk, dikutip dari laman resmi KNVB, Selasa (16/6/2026).
Van Dijk mengatakan, bahwa keputusan untuk mengadakan hydration break harus disesuaikan dengan kondisi pertandingan. Maksudnya, jika cuaca sangat panas, hydration break sangat diperlukan.
"Kalau cuacanya benar-benar panas, tentu itu sangat diperlukan. Tapi menurut saya, keputusan itu harus dilihat berdasarkan kondisi pertandingan," lanjut kapten Liverpool itu.
"Tapi saya rasa, saya sudah cukup banyak membicarakan soal hal ini," bebernya.
Baca juga: Diluar Nalar, Ini Dia 5 Pesepakbola Pencetak Gol Terjauh di Dunia, Siapa Saja?
Sementara itu, Van Dijk bermain penuh dalam pertandingan Grup F melawan Jepang yang berakhir imbang 2-2.
Kapten Liverpool itu mencetak gol pembuka untuk Belanda pada menit ke-51, sebelum Jepang menyamakan melalui aksi Keita Nakamura enam menit berselang.
Dalam pertandingan yang digelar di Dallas Stadium, Amerika Serikat (AS), Senin 15 Mei 2026 itu, Belanda dan Jepang menunjukkan permainan terbaik masing-masing.
Baca juga: Imbang Lawan Jepang, Ronald Koeman Sebut Sebagai Standar Minimal Belanda untuk Menangkan Piala Dunia
Bahkan, Belanda hampir saja memastikan kemenangan 2-1 melalui gol Crysencio Summervile pada menit ke-64.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: KNVB