Tidak Adil! Suporter Crystal Palace Demo Keputusan UEFA yang Degradasikan Klub dari Liga Europa
INDOZONE.ID - Keputusan UEFA yang menurunkan Crystal Palace dari Liga Europa ke Liga Konferensi musim depan, memicu kemarahan dari para suporter.
Pada Selasa, (15/7/2025) kemarin, ratusan suporter Crystal Palace turun ke jalan dan menggelar aksi protes di depan Stadion Selhurst Park, markas klub asal London Selatan tersebut.
Mereka menuntut UEFA untuk mencabut keputusan yang dianggap tidak adil. Sebagai juara Piala FA, Palace seharusnya mendapatkan satu tempat di Liga Europa musim depan.
Namun, karena alasan aturan kepemilikan multi-klub, mereka terpaksa harus turun kasta ke kompetisi yang lebih rendah.
Baca juga: Buntut Kepemilikan Ganda, UEFA Umumkan Crystal Palace Akan Bermain di Conference League
Pelanggaran Aturan Kepemilikan Jadi Masalah
UEFA menilai Crystal Palace melanggar aturan kepemilikan karena memiliki keterkaitan dengan klub Ligue 1, Olympique Lyon.
Kedua klub ini sama-sama berada di bawah kendali Eagle Football Holdings Ltd., perusahaan milik investor asal Amerika, John Textor.
Hal ini dianggap melanggar aturan UEFA, terkait kepemilikan lebih dari satu klub yang lolos ke kompetisi Eropa.
Baca juga: UEFA Coret Crystal Palace dari Liga Europa, Pemilik: Ini Keputusan Konyol dan Tidak Adil
Pemilik Crystal Palace, Steve Parish, mengecam keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai salah satu bentuk ketidakadilan terbesar dalam sejarah sepak bola.
Ia menegaskan, upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini, termasuk dengan hadirnya Woody Johnson, pemilik New York Jets, yang disebut telah lolos uji kelayakan Premier League untuk membeli 43 persen saham Textor.
Sayangnya, UEFA menilai, perubahan kepemilikan ini dilakukan terlalu lambat dan tidak cukup untuk mengubah keputusan yang sudah dibuat.
Spanduk Kecaman dan Teriakan Ketidakadilan Warnai Demo
Aksi protes yang diorganisir oleh kelompok suporter Holmesdale Fanatics ini, berlangsung damai namun penuh semangat.
Massa suporter berjalan dari Norwood High Street menuju Selhurst Park sambil membawa berbagai spanduk bernada protes keras terhadap UEFA.
“UEFA secara moral bangkrut. Cabut keputusan tersebut sekarang,” demikian isi salah satu spanduk yang mereka bentangkan.
Baca juga: Masalah Kepemilikan Ganda dengan Lyon, Crystal Palace Terancam Gagal Bermain di Liga Eropa
Tidak hanya itu, ada juga spanduk yang berbunyi: “Sepak bola diciptakan oleh orang miskin, dicuri oleh orang kaya.”
Suasana semakin emosional ketika para pendukung mengungkapkan kekecewaan mereka secara langsung. Salah satu dari mereka, Josh Harness, menyatakan:
“Tidak adil. Kami memenangkan Piala FA, tapi justru diturunkan dari Liga Europa. Kami berhak berada di sana. Kami bahkan belum bisa menyusun rencana untuk musim depan karena belum tahu akan bermain di kompetisi apa.”
Petisi Online dan Gugatan
Sebagai bentuk perlawanan, para suporter juga membuat petisi online yang menuntut UEFA mengembalikan hak Palace tampil di Liga Europa.
Hingga Selasa (15/7/2025) kemarin, hampir 3.000 orang telah menandatangani petisi tersebut sejak pertama kali diunggah pada Jumat, (11/7/2025) lalu.
Baca juga: Crystal Palace Juara Piala FA, Premier League Berpeluang Kirim 10 Tim di Kompetisi Eropa
Sementara itu, manajemen klub kabarnya bersiap mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) agar keputusan UEFA tersebut bisa ditinjau ulang.
Sayangnya, upaya dari John Textor dan David Blitzer, pemilik saham di klub Denmark, Brondby, untuk menyimpan saham mereka di dalam blind trust juga ditolak UEFA karena dianggap melewati batas waktu pada bulan Maret lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian