INDOZONE.ID - Kota Bandung kembali jadi tuan rumah salah satu ajang lari paling akbar dan hybrid di Indonesia: Pocari Sweat Run Indonesia 2025.
Total 46.337 pelari dari Sabang sampai Merauke ikut meramaikan, dengan 16.000 lebih pelari hadir langsung di Balai Kota Bandung, sementara sisanya melakukan hal yang sama di sejumlah kota lain. Kebayang kan vibes-nya?
Acara ini bukan sekadar soal mengejar waktu dan napas yang ngos-ngosan. Ini soal kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah Kota Bandung, Pemprov Jawa Barat, Kepolisian, komunitas lari, UMKM, hingga brand-brand besar, semua gotong royong bikin ajang ini aman, nyaman, dan berdampak luas.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, bahkan menyebut Bandung ingin jadi rumah kedua bagi para pelari.
Mulai dari pemilihan rute, koordinasi lalu lintas, sampai keterlibatan semua dinas dari Bina Marga sampai Tata Ruang, semua diatur demi menciptakan pengalaman lari yang bikin kangen.
Baca juga: 22 Pelari Indonesia Ikuti World Marathon Majors 2025, Bawa Misi Kemanusiaan
“Kami ingin Bandung jadi benchmark event lari yang inklusif, aman, dan berkesan,” ujar Farhan.
Rute Baru, Pengalaman Lebih Seru
Tahun ini, ada yang beda dari edisi-edisi sebelumnya. Tidak ada kategori full marathon, tapi rute 5K, 10K, Kids Dash, dan half marathon tetap menantang dan menyenangkan.
Lomba dimulai pagi banget: jam 05.00 untuk 5K dan 10K (Sabtu), dan jam 04.00 untuk half marathon (Minggu). Tapi justru ini jadi nilai plus karena udara Bandung lagi segar-segarnya.
Tak hanya itu, ada 53 titik cheering point, fasilitas musala di 9 lokasi, pos hidrasi setiap 1,5–2,5 km, sampai tim medis lengkap dengan 55 Running Doctors dan sistem emergency yang terpusat. Pokoknya, dari mulai lari sampai cool down, pelari dijaga terus.
Sejak 2022, gelaran ini sudah berhasil mendaur ulang 11,4 ton sampah. Tahun ini makin keren karena ada parade komunitas muda Bandung yang ikut mungutin sampah sepanjang rute.
Bukan cuma lingkungan, ekonomi lokal juga kebagian rejeki. UMKM di Race Expo panen order, hotel-hotel penuh, transportasi ramai, dan produk kreatif Bandung makin dikenal luas.
Baca juga: Persiapkan Tubuhmu dengan Carbo Loading sebelum Marathon!
Jadi, berlari di Pocari Sweat Run itu bukan soal finish tercepat, tapi juga soal impact terbesar.
Filosofi Lari, Filosofi Hidup
Febri Rusli dari Jenius, salah satu sponsor utama, bilang kalau lari itu mirip banget sama cara kita ngatur keuangan: pelan-pelan tapi pasti.
Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi prestasi. Semangat "Unthinkable Journey" dari Jenius sejalan dengan perjalanan hidup (dan finansial) tiap orang.
Sementara Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, menggarisbawahi makna lebih dalam dari event ini.
“Ini bukan cuma soal menyelesaikan jarak, tapi menciptakan ruang aman, inklusif, dan penuh makna bagi puluhan ribu orang untuk bergerak bersama," katanya.
Tak lupa, apresiasi besar juga ditujukan untuk masyarakat Bandung yang sabar menghadapi sterilisasi rute, relawan yang semangat bantu di pos hidrasi, hingga sponsor-sponsor yang mendukung dari balik layar.
Semua ini menjadikan Pocari Sweat Run Indonesia 2025 bukan sekadar lomba, tapi pesta kebugaran dan semangat bersama.
Dengan tagline “Run for Blue Planet”, lari bareng bukan cuma tentang fisik yang sehat, tapi juga bumi yang tetap terjaga dan komunitas yang makin kuat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release