Rabu, 20 AGUSTUS 2025 • 16:10 WIB

DFB Selidiki Dugaan Pelecehan Rasial di Dua Pertandingan Piala Jerman

Author

Logo DFB, Asosiasi Sepak Bola Jerman. (REUTERS/Thorsten Wagner)

INDOZONE.ID - Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB), resmi membuka penyelidikan terkait dugaan insiden pelecehan rasial yang terjadi di dua pertandingan DFB-Pokal.

Tindakan ini diambil setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengecam keras insiden tersebut pada Senin (18/8/2025).

Kasus dugaan rasisme itu terjadi pada Minggu (17/8/2025) dalam putaran pertama Piala Jerman.

Dua laga yang tercoreng adalah kemenangan Schalke 04 (divisi dua) atas Lokomotiv Leipzig (divisi empat) dengan skor 1-0. Lalu, kemenangan besar Kaiserslautern (divisi dua) atas RSV Eintracht (divisi lima) dengan skor telak 7-0.

Baca juga: Pelaku Rasisme terhadap Antoine Semenyo Dilarang Masuk Stadion di Seluruh Inggris

Presiden DFB Akan Lawan Diskriminasi

Presiden DFB, Bernd Neuendorf. (REUTERS/Annegret Hilse)

Presiden DFB, Bernd Neuendorf, menegaskan federasi berdiri tegas melawan diskriminasi dalam bentuk apa pun.

“Kami menjunjung tinggi keragaman dan rasa hormat. DFB berdiri bersama mereka yang terdampak dan berjuang untuk nilai-nilai itu," ujarnya.

'Karena itulah, komite pengawas DFB membuka penyelidikan usai dua laga Piala Jerman pada Minggu,” tambahnya.

Baca juga: Komentar Dirtek dan Pelatih Borussia Monchengladbach soal Kevin Diks Cedera di Laga DFB Pokal

Insiden Rasis di Laga Schalke dan Kaiserslautern

Christopher Antwi-Adjei saat bermain di FC Schalke 04, mendapat pelecehan rasial. (Instagram/@jim_kay22)

Insiden pertama terjadi di pertandingan Lokomotiv Leipzig kontra Schalke. Pertandingan harus dihentikan pada menit ke-13, setelah gelandang Schalke, Christopher Antwi-Adjei, melaporkan adanya hinaan rasial dari tribun penonton.

Antwi-Adjei, pemain berdarah Ghana yang lahir di Jerman, mengungkapkan kekecewaannya lewat media sosial.

“Kata-kata itu jelas terdengar sebelum saya mengambil tendangan sudut,” tulisnya.

“Saya tidak tahu siapa yang mengatakannya, tapi teriakan itu jelas bernada rasis dan menyinggung warna kulit serta asal-usul saya. Sangat memalukan bahwa hal seperti ini masih terjadi di dunia sepak bola,” lanjutnya.

Baca juga: Antonio Rudiger Jadi Korban Rasisme oleh Gustavo Cabral di Piala Dunia Antarklub, Xabi Alonso Minta FIFA Bertindak

Pertandingan tersebut sempat terhenti sekitar tiga menit, sebelum pengumuman stadion meminta para suporter untuk menghentikan ucapan bernada rasis atau diskriminatif.

Kasus serupa juga terjadi di laga RSV Eintracht melawan Kaiserslautern.

Seorang pemain cadangan Kaiserslautern yang sedang melakukan pemanasan, disebut menjadi sasaran hinaan rasis dari penonton pada babak kedua. Pihak klub tidak menyebutkan identitas pemain tersebut.

Infantino Mengecam Rasisme di Sepak Bola

Presiden FIFA, Gianni Infantino, di konferensi pers Piala Dunia Antarklub 2025. (IMAGN IMAGES via Reuters/Daniel Kucin Jr)

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyayangkan insiden ini dan menyebutnya sebagai masalah serius yang harus diberantas.

“Sangat disayangkan, dalam beberapa hari terakhir, sudah dua kali terjadi pelecehan rasial di pertandingan sepak bola,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan, adanya kasus serupa yang menimpa pemain Bournemouth, Antoine Semenyo, ketika menghadapi Liverpool pada Jumat (15/8/2025).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU