INDOZONE.ID - Akhir pekan ini bakal jadi momen yang super spesial, khususnya bagi para Tifosi. Gimana nggak, untuk pertama kalinya, kita bakal lihat sang G.O.A.T., Lewis Hamilton, balapan di "Temple of Speed" dengan seragam merah kebanggaan Ferrari. Hype-nya jelas nggak main-main!
Tapi di balik semua kemeriahan itu, ada tantangan besar. Hamilton datang ke Monza dengan "bekal" apes dari GP Belanda berupa penalti mundur lima posisi di grid.
Di tengah situasi ini, rekan setimnya, Charles Leclerc, ngasih wejangan khusus buat Hamilton yang bakal merasakan gila-nya jadi pembalap Ferrari di kandang sendiri untuk pertama kali.
Monza bukan sekadar sirkuit balap bagi Ferrari; ini adalah sebuah perayaan. Artinya, jadwal pembalap bakal padat merayap dengan berbagai acara dan komitmen tambahan.
Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia vs Taiwan di FIFA Matchday September 2025: Live Malam Ini!
Leclerc, yang udah khatam dengan situasi ini, ngasih heads-up ke Hamilton.
"Aku jelas bilang ke Lewis (Hamilton) kalau ini bakal jadi minggu yang cukup melelahkan," kata Leclerc, dikutip dari Crash.net.
Tapi, ada plot twist-nya. Menurut Leclerc, rasa capek itu nggak bakal terasa selama akhir pekan berlangsung. Kenapa? Karena ada "doping" alami yang luar biasa, yakni energi dari para Tifosi.
"Yang bagus adalah kamu nggak akan merasa lelah sama sekali sepanjang minggu. Kamu baru akan merasa sangat lelah pada Minggu malam ketika semuanya sudah selesai," jelasnya.
Baca juga: Perang Saudara di McLaren: Piastri di Atas Angin, Norris Ogah Ngarepin Sial!
"Sebelum itu, ada begitu banyak energi positif di sekitar kita sehingga kamu hanya menganggapnya sebagai hal positif."
Intinya, vibes dari Tifosi itu kayak energy drink yang bikin para pembalap tetap semangat dan termotivasi buat ngasih yang terbaik di lintasan.
Dan sepertinya, Hamilton udah mulai merasakan "sihir" para Tifosi. Dalam sebuah acara spesial di Milan hari Rabu lalu, ia dan Leclerc disambut lautan manusia. Pengalaman ini benar-benar bikin pembalap juara dunia tujuh kali itu takjub.
"Itu adalah pengalaman yang unik," kata Hamilton.
Baca juga: Goks Abis! Klub Estonia Ini Tanding Lawan Tim Cadangannya Sendiri di Laga Resmi, Kok Bisa?
"Bahkan dari kemarin pagi, saat tiba di Maranello (pabrik tim Ferrari)... aku masih harus mencubit diriku sendiri." lanjutnya.
"Selalu ada orang di luar pabrik. Aku belum pernah melihat fans di luar pabrik sebelumnya, selama bertahun-tahun karirku. Jelas ada begitu banyak cinta untuk merek ini," tambahnya.
Hamilton mengaku mencoba menyerap semua energi positif dari para fans untuk dijadikan kekuatan akhir pekan ini.
Meskipun harus start dengan posisi yang kurang ideal karena penalti, Hamilton tetap pasang mode optimis. Baginya, setiap akhir pekan adalah proses belajar hal baru dengan mobil SF-25.
Baca juga: Kalah 0-2 dari Slovakia, Posisi Julian Nagelsmann sebagai Pelatih Jerman Terancam!
"Ferrari umumnya tampil cukup baik di sini dalam beberapa tahun terakhir. Jelas mereka menang di sini tahun lalu, dengan strategi hebat dan balapan luar biasa dari Charles (Leclerc)," kata Hamilton.
Ia nggak sabar buat melihat bagaimana mobilnya akan beradaptasi dengan karakter sirkuit Monza yang super cepat. Dengan semua pelajaran dari balapan sebelumnya, Hamilton yakin timnya bisa terus membangun momentum positif.
Jadi, meskipun tantangannya berat, Lewis Hamilton siap menghadapi debutnya di Monza dengan dukungan penuh dari Leclerc dan lautan Tifosi. Akankah energi para fans jadi "cheat code" buat Hamilton untuk comeback akhir pekan ini?
Akhir pekan ini bakal jadi momen yang super spesial, khususnya bagi para Tifosi. Gimana nggak, untuk pertama kalinya, kita bakal lihat sang G.O.A.T., Lewis Hamilton, balapan di "Temple of Speed" dengan seragam merah kebanggaan Ferrari. Hype-nya jelas nggak main-main!
Tapi di balik semua kemeriahan itu, ada tantangan besar. Hamilton datang ke Monza dengan "bekal" apes dari GP Belanda berupa penalti mundur lima posisi di grid.
Di tengah situasi ini, rekan setimnya, Charles Leclerc, ngasih wejangan khusus buat Hamilton yang bakal merasakan gila-nya jadi pembalap Ferrari di kandang sendiri untuk pertama kali.
Monza bukan sekadar sirkuit balap bagi Ferrari; ini adalah sebuah perayaan. Artinya, jadwal pembalap bakal padat merayap dengan berbagai acara dan komitmen tambahan.
Leclerc, yang udah khatam dengan situasi ini, ngasih heads-up ke Hamilton.
Baca juga: FIFA Mulai Sediakan 1 Juta Tiket Pertandingan Piala Dunia 2026, Harga Mulai Rp975 Ribu
"Aku jelas bilang ke Lewis (Hamilton) kalau ini bakal jadi minggu yang cukup melelahkan," kata Leclerc, dikutip dari Crash.net.
Tapi, ada plot twist-nya. Menurut Leclerc, rasa capek itu nggak bakal terasa selama akhir pekan berlangsung. Kenapa? Karena ada "doping" alami yang luar biasa, yakni energi dari para Tifosi.
"Yang bagus adalah kamu nggak akan merasa lelah sama sekali sepanjang minggu. Kamu baru akan merasa sangat lelah pada Minggu malam ketika semuanya sudah selesai," jelasnya.
"Sebelum itu, ada begitu banyak energi positif di sekitar kita sehingga kamu hanya menganggapnya sebagai hal positif."
Baca juga: Persipare Parepare U-13 Ukir Sejarah, Lolos 16 Besar Piala Soeratin 2025!
Intinya, vibes dari Tifosi itu kayak energy drink yang bikin para pembalap tetap semangat dan termotivasi buat ngasih yang terbaik di lintasan.
Dan sepertinya, Hamilton udah mulai merasakan "sihir" para Tifosi. Dalam sebuah acara spesial di Milan hari Rabu lalu, ia dan Leclerc disambut lautan manusia. Pengalaman ini benar-benar bikin pembalap juara dunia tujuh kali itu takjub.
"Itu adalah pengalaman yang unik," kata Hamilton.
"Bahkan dari kemarin pagi, saat tiba di Maranello (pabrik tim Ferrari)... aku masih harus mencubit diriku sendiri." lanjutnya.
Baca juga: Jeremy Doku Ungkap Penyebab Manchester City Loyo di Awal Musim Premier League, Pemain Capek?
"Selalu ada orang di luar pabrik. Aku belum pernah melihat fans di luar pabrik sebelumnya, selama bertahun-tahun karirku. Jelas ada begitu banyak cinta untuk merek ini," tambahnya.
Hamilton mengaku mencoba menyerap semua energi positif dari para fans untuk dijadikan kekuatan akhir pekan ini.
Meskipun harus start dengan posisi yang kurang ideal karena penalti, Hamilton tetap pasang mode optimis. Baginya, setiap akhir pekan adalah proses belajar hal baru dengan mobil SF-25.
"Ferrari umumnya tampil cukup baik di sini dalam beberapa tahun terakhir. Jelas mereka menang di sini tahun lalu, dengan strategi hebat dan balapan luar biasa dari Charles (Leclerc)," kata Hamilton.
Ia nggak sabar buat melihat bagaimana mobilnya akan beradaptasi dengan karakter sirkuit Monza yang super cepat. Dengan semua pelajaran dari balapan sebelumnya, Hamilton yakin timnya bisa terus membangun momentum positif.
Jadi, meskipun tantangannya berat, Lewis Hamilton siap menghadapi debutnya di Monza dengan dukungan penuh dari Leclerc dan lautan Tifosi. Akankah energi para fans jadi "cheat code" buat Hamilton untuk comeback akhir pekan ini?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Crash.net