FIFPro Desak FIFA Atur Ulang Kalender Kompetisi Setelah Banyak Pemain Rentan Cedera dan Burnout
INDOZONE.ID - FIFPro mendesak FIFA untuk segera mengatur ulang kalender kompetisi sepak bola untuk mengurangi risiko cedera pemain.
Organisasi pemain sepak bola internasional itu menilai padatnya jadwal pertandingan, ditambah minimnya masa libur, membuat banyak pemain kelelahan.
Dalam laporan terbaru mengenai beban kerja pemain musim 2024-2025, FIFPro menegaskan bahwa risiko cedera dan penurunan performa semakin meningkat. Kondisi ini paling terasa pada pemain yang bermain di Piala Dunia Antarklub 2025.
Pemain Kurang Waktu Istirahat
Beberapa klub besar seperti Paris Saint-Germain (PSG), Chelsea, Real Madrid, dan Manchester City bahkan hanya mendapat masa istirahat kurang dari 28 hari. Jumlah itu jauh di bawah standar rekomendasi.
Lebih parahnya lagi, PSG dan Chelsea yang lolos ke final Piala Dunia Antarklub 2025 hanya memiliki pra-musim kurang dari dua minggu, padahal batas minimum yang disarankan adalah empat minggu.
“Masalah utama adalah kalender sering dilihat terpisah berdasarkan kompetisi atau periode waktu tertentu," jelas Maheta Molango yang menjabat sebagai anggota dewan FIFPro.
"Padahal, jika kita melihat musim demi musim secara beruntun, barulah terlihat gambaran besarnya,” tambah Molango yang juga menjabat sebagai CEO Professional Footballers’ Association (PFA).
Baca juga: UEFA dan FIFPro Kecam Jadwal Pertandingan Padat dari FIFA karena Ancam Kesehatan Pemain
Cole Palmer Jadi Contoh
Salah satu contoh adalah Cole Palmer. Ia tampil di EURO 2024 hingga mencapai final bersama Timnas Inggris, lalu kembali membela Chelsea yang keluar sebagai juara Piala Dunia Antarklub 2025.
Kini, di usianya yang baru 23 tahun, Palmer sudah diproyeksikan untuk tampil lagi di Piala Dunia 2026. Sayangnya, Palmer sudah mengalami cedera otot pangkal paha dua kali di awal musim.
Laporan FIFPro menilai kasus Palmer menggambarkan padatnya jadwal sepak bola saat ini yang dianggap jauh lebih berat dibandingkan dengan banyak cabang olahraga populer lainnya.
Baca juga: Sempat Diragukan, Cole Palmer Senang Bisa Bawa Chelsea Juara Piala Dunia Antarklub 2025
Achraf Hakimi Alami Dampak Serupa
Selain Palmer, nama Achraf Hakimi juga menjadi perhatian. Bek sayap asal Maroko itu memainkan 53 pertandingan bersama PSG dan Timnas Maroko pada musim 2023-2024. Ia hanya mendapat libur musim panas selama 32 hari.
Situasinya semakin berat pada musim berikutnya. Hakimi tampil dalam 69 pertandingan, membuat waktu liburnya semakin singkat, hanya 22 hari. Kondisi ini jelas menguras fisik dan mental, serta meningkatkan risiko cedera.
Dampak Fisik dan Mental Pemain
Konsultan kinerja FIFPro, Darren Burgess, menegaskan bahwa masalah utama bukan hanya soal fisik, tetapi juga kesehatan mental pemain. Menurutnya, waktu istirahat yang terlalu singkat sangatlah berbahaya.
Dalam kondisi terburuk, hal ini bisa menyebabkan cedera serius, sementara dalam kondisi terbaik sekalipun, pemain tetap mengalami penurunan performa.
Selain jadwal padat, faktor perjalanan juga memperparah situasi. Banyak pemain harus menempuh ribuan kilometer untuk membela tim nasional mereka.
Baca juga: Jules Kounde Desak FIFA untuk Evaluasi Kalender Sepak Bola yang Terlalu Padat
Perjalanan panjang dari Eropa ke Amerika Selatan atau Asia membuat kondisi tubuh semakin tertekan karena kurangnya waktu pemulihan.
Melihat situasi yang semakin mengkhawatirkan, FIFPro menilai FIFA harus segera melakukan perombakan kalender kompetisi.
Pemain dinilai berhak mendapat waktu istirahat dan pemulihan yang layak agar bisa menjaga kesehatan sekaligus tampil maksimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: FIFPRO