Kamis, 30 OKTOBER 2025 • 12:32 WIB

Tinggalkan Warisan Taktik Sir Alex Ferguson, Ruben Amorim Ubah Total Gaya Bermain Manchester United

Author

Selebrasi Ruben Amorim saat Manchester United menang. (REUTERS/Phil Noble)

INDOZONE.ID - Ruben Amorim datang ke Manchester United dengan satu tujuan utama untuk membangun kembali identitas dan filosofi bermain yang sempat hilang dari klub raksasa Inggris itu.

Pelatih asal Portugal tersebut dipercaya manajemen untuk membawa perubahan nyata, baik dalam taktik maupun mentalitas tim.

Sebelum kehadirannya, Manchester United di bawah Erik ten Hag sering kali tampil tanpa arah permainan yang konsisten.

Para penggemar sulit menebak susunan pemain, bahkan gaya bermain tim di setiap pertandingan pun kerap berubah-ubah. Kondisi itu membuat United kehilangan karakter yang dulu selalu menjadi ciri khas mereka.

Baca juga: Ruben Amorim Bocorkan Cara Manchester United Kalahkan Liverpool di Anfield

Namun sejak memegang kendali, Ruben Amorim langsung menerapkan gaya bermain yang jelas. Ia menggunakan formasi andalannya, 3-4-3, yang sudah terbukti efektif di Sporting CP.

Meski sempat dikritik karena dianggap tidak cocok dengan kerasnya Premier League, Amorim membuktikan bahwa taktiknya bisa fleksibel dan adaptif tanpa meninggalkan prinsip utama.

Dalam sistem tersebut, para pemain mulai memahami peran masing-masing. Di beberapa pertandingan, Manchester United bermain langsung dengan bola panjang ke arah Benjamin Sesko untuk membuka ruang serangan.

Sementara di laga lain, mereka tampil lebih agresif lewat pressing tinggi dan pergerakan dinamis dari Mason Mount serta Matheus Cunha di lini depan.

Baca juga: 3 Keputusan Tepat Ruben Amorim yang Membuat Manchester United Kalahkan Liverpool di Anfield

Ketekunan Amorim dalam mempertahankan ide permainannya patut diacungi jempol. Ia mampu menanamkan filosofi baru di tengah tekanan dan ekspektasi tinggi.

Namun, transformasi ini juga berarti Manchester United kini benar-benar meninggalkan blueprint klasik yang dulu dibangun oleh Sir Alex Ferguson.

Tidak Lagi Andalkan Serangan Balik

Sir Alex Ferguson (REUTERS/Jason Cairnduff)

Sir Alex Ferguson dikenal sebagai pelatih yang sangat piawai dalam memaksimalkan serangan balik cepat.

Selama lebih dari dua dekade, gaya bermain tersebut menjadi ciri khas Manchester United yang efektif, tajam, dan mematikan bagi lawan.

Pendekatan itu juga sempat dilanjutkan oleh Ole Gunnar Solskjaer. Bahkan pada Januari 2021, situs resmi klub mencatat bahwa Manchester United merupakan tim terbaik di Premier League dalam hal serangan balik.

Baca juga: Ruben Amorim Ingin Melatih Manchester United Selama 20 Tahun, Ikuti Jejak Sir Alex Ferguson?

Namun di era Ruben Amorim, pola tersebut berubah total. Berdasarkan data WhoScored, dari sembilan pertandingan awal musim 2025/2026, United belum mencetak satu pun gol melalui serangan balik.

Dari total 15 gol yang mereka hasilkan, 60 persen berasal dari permainan terbuka, 20 persen dari situasi bola mati, sementara sisanya datang dari gol bunuh diri dan penalti.

Artinya, United kini lebih sering bermain dengan pendekatan dominasi bola.

Amorim ingin timnya menguasai permainan dan menekan lawan di wilayah mereka sendiri, bukan lagi menunggu peluang lewat serangan balik cepat seperti zaman Sir Alex Ferguson.

United Mulai Belajar Mendominasi

Selebrasi pemain Manchester United saat Bryan Mbeumo mencetak gol. (REUTERS/Phil Noble)

Sejak awal masa kepelatihannya, Ruben Amorim sudah menegaskan filosofi bermain yang ingin ia tanamkan di Manchester United.

“Saya ingin tim yang bisa menguasai bola dan bermain tanpa rasa takut,” ujar Amorim pada akhir tahun 2024.

Sebelumnya, Manchester United sering mengandalkan pertahanan yang dalam dan mengharapkan momen individual untuk mencetak gol lewat serangan balik. Namun, pendekatan itu kini berubah total.

Di bawah Amorim, permainan United terlihat lebih terencana dan terstruktur.

Baca juga: INEOS Tak Mau Terjebak Nostalgia, Sir Alex Ferguson Disalahkan Penyebab Keterpurukan Manchester United

Para penggemar mulai bisa melihat pola yang jelas bagaimana tim membangun serangan dari belakang, menekan lawan dengan disiplin, dan menjaga ritme permainan sepanjang laga.

Hasilnya mulai terlihat. Dalam tiga kemenangan beruntun terakhir, Manchester United selalu unggul dalam penguasaan bola dan jumlah peluang.

Para pemain kini memahami peran mereka dengan baik di dalam sistem 3-4-3, dan yang terpenting, mereka percaya penuh pada visi sang pelatih.

Baca juga: Keras Kepala dengan 3-4-3, Ruben Amorim Dinilai Gagal Perbaiki Manchester United yang Semakin Terpuruk

Serangan balik cepat mungkin masih sesekali muncul sebagai variasi, tetapi era di mana Manchester United bergantung sepenuhnya pada strategi itu kini sudah berakhir.

Di tangan Ruben Amorim, Setan Merah tengah memasuki babak baru, era di mana penguasaan bola, struktur permainan, dan keberanian mengambil inisiatif menjadi kunci utama kesuksesan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: United In Focus

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU