Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 13:25 WIB

Sudah Biasa, Pep Guardiola Yakin Manchester City Tetap Perkasa di Tengah Jadwal Padat

Author

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola di konferensi pers jelang pertandingan melawan Napoli. (Reuters/Jason Cairnduff)

INDOZONE.ID - Pep Guardiola menegaskan, Manchester City tetap mampu tampil maksimal meski dihadapkan pada jadwal pertandingan yang sangat padat.

Ia menilai, para pemainnya sudah terbiasa menjalani rangkaian laga beruntun tanpa menurunkan kualitas performa.

Keyakinan ini bukan sekadar kepercayaan dirinya, tetapi berdasarkan pengalamannya di City untuk menjalani beberapa kompetisi dalam satu musim.

Baca juga: Laga ke-1000, Guardiola Terasa Spesial Usai Manchester City Bungkam Liverpool

Delapan Pertandingan dalam 26 Hari

Dalam periode 25 November hingga 20 Desember, Manchester City harus memainkan delapan laga hanya dalam kurun waktu 26 hari.

Jadwal padat ini mencakup dua pertandingan Liga Champions, lima laga Premier League, serta perempat final Piala Liga kontra Brentford.

Situasi itu memang menuntut konsentrasi, rotasi yang tepat, dan stamina pemain yang terjaga agar City tetap kompetitif di seluruh kompetisi.

Baca juga: Guardiola Akui Rotasi Besar-besaran Jadi Bumerang Bagi Man City di Laga Kontra Bayer Leverkusen

“Kami sudah terbiasa. Kami pernah memenangkan quadruple dan treble dengan jadwal seperti ini,” ujar Guardiola.

“Kami menginginkannya. Treble dan quadruple diraih dengan bermain pada Sabtu–Selasa, lalu Selasa–Jumat, dan Jumat–Minggu. Itu bukan masalah,” tambahnya.

Risiko Cedera Tetap Jadi Perhatian

Meski mengatakan timnya terbiasa, Guardiola sebelumnya pernah menyoroti padatnya jadwal pertandingan dalam dua musim terakhir.

Baca juga: Cedera Lutut Rodri Bukti Nyata Bahaya Jadwal Pertandingan yang Terlalu Padat, Siapa yang Harus Disalahkan?

Menurutnya, jadwal pertandingan yang terlalu rapat dapat meningkatkan risiko cedera serta memicu kelelahan yang berdampak pada performa pemain.

Namun, manajer asal Spanyol itu tetap percaya City mampu mengatasi tantangan tersebut dengan manajemen latihan dan rotasi yang tepat.

Situasi City di Klasemen

Manchester City saat menelan kekalahan atas Bayer Leverkusen di Liga Champions pada Rabu (26/11/2025) (Lee Smith/REUTERS)

Musim lalu menjadi musim kedua Guardiola tanpa trofi sejak menangani Manchester City, setelah pertama kali mengalaminya pada 2016–2017.

Kontraknya semula berakhir pada akhir musim ini, tetapi perpanjangan yang ia tanda tangani tahun lalu memastikan ia bertahan hingga Juni 2027.

Baca juga: Pep Guardiola Bangga Erling Haaland Antar Norwegia Kembali ke Piala Dunia

Saat ini, City berada di posisi ketiga klasemen Premier League dan tertinggal tujuh poin dari Arsenal yang memimpin persaingan.

Jadwal padat pada periode akhir tahun ini, akan menjadi ujian bagi ambisi City untuk kembali ke jalur juara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU