INDOZONE.ID - Dalam olahraga renang, pelatih dan perenang kerap menggunakan berbagai istilah selama sesi latihan.
Bagi pemula, istilah-istilah renang ini sering kali terdengar asing dan membingungkan.
Padahal, memahami istilah renang sangat penting agar latihan berjalan efektif dan instruksi pelatih dapat dipahami dengan baik.
Untuk membantu Anda lebih familiar dengan dunia renang, berikut penjelasan lengkap istilah-istilah renang yang paling sering digunakan saat latihan, mulai dari pengaturan waktu, teknik, hingga jenis set latihan.
Baca juga: Mengenal Istilah-Istilah dalam Sepak Bola dan Artinya: Aturan Permainan, Posisi, dan Teknik Pemain
1:30 (Waktu Mulai)
Istilah ini merujuk pada interval waktu yang digunakan dalam latihan.
Jika pelatih menyebut “1:30”, artinya perenang memiliki waktu 1 menit 30 detik untuk menyelesaikan satu kali renang, termasuk waktu istirahat, sebelum memulai pengulangan berikutnya.
Istirahat :30
Waktu jeda selama 30 detik di antara interval atau set latihan. Waktu istirahat dimulai sejak perenang menyentuh dinding kolam dan berakhir saat kembali mendorong tubuh untuk berenang.
1 x 100
Menunjukkan satu kali renang dengan jarak 100 meter, tergantung jenis kolam. Di kolam 25 meter, jarak ini setara dengan empat kali lintasan satu arah.
Baca juga: 4 Teknik Dasar Renang Gaya Bebas yang Perlu Dikuasai Pemula
10 x 100
Artinya perenang melakukan renang sejauh 100 meter sebanyak 10 kali pengulangan dalam satu set latihan.
Bilateral Breathing (Pernapasan Dua Sisi)
Teknik bernapas secara bergantian ke kanan dan kiri saat berenang gaya bebas.
Biasanya dilakukan setiap tiga atau lima kayuhan untuk menjaga keseimbangan dan efisiensi tubuh.
Build Up Swim (Renang Bertahap)
Jenis renang di mana kecepatan ditingkatkan secara perlahan.
Perenang memulai dengan tempo sedang, lalu menambah kecepatan hingga mendekati maksimal di akhir jarak.
Cool Down (Pendinginan)
Renang ringan setelah latihan intens atau lomba.
Pendinginan bertujuan menurunkan detak jantung, memperlancar pernapasan, serta membantu tubuh membuang sisa asam laktat. Istilah ini juga dikenal sebagai renang pemulihan.
Baca juga: 8 Gaya Berenang dari yang Paling Mudah hingga Paling Sulit
Descending Interval (Interval Menurun)
Set latihan dengan interval waktu yang semakin pendek di setiap pengulangan.
Contohnya, 5 x 100 meter dengan interval 2:00, lalu turun menjadi 1:55, 1:50, dan seterusnya.
Descending Set (Set Menurun)
Set latihan dengan jarak yang sama, tetapi catatan waktu renang semakin cepat pada setiap pengulangan.
Tujuannya melatih konsistensi dan peningkatan kecepatan.
DPS (Distance per Stroke)
Jarak yang ditempuh dalam satu kayuhan. Semakin besar nilai DPS, semakin efisien teknik renang seseorang.
DPS dihitung dengan membagi total jarak renang dengan jumlah kayuhan.
Drill (Latihan)
Latihan khusus untuk memperbaiki teknik renang.
Drill biasanya fokus pada satu aspek gerakan, seperti posisi tangan, tendangan, atau pernapasan.
IM (Individual Medley)
Nomor renang yang menggabungkan empat gaya, yaitu kupu-kupu, punggung, dada, dan gaya bebas.
Masing-masing gaya dilakukan sejauh seperempat dari total jarak.
Baca juga: Mana yang Lebih Baik Saat Berenang? Bernafas dari Hidung atau Mulut?
Long Course Meters (Kolam Renang Panjang)
Kolam renang dengan panjang 50 meter, umumnya digunakan dalam kejuaraan internasional.
Negative Split
Strategi renang di mana paruh kedua jarak ditempuh lebih cepat dibanding paruh pertama.
Teknik ini sering digunakan untuk menjaga stamina hingga akhir renang.
OW (Open Water)
Renang yang dilakukan di perairan terbuka seperti laut, danau, atau sungai, bukan di kolam renang.
Pace (Kecepatan)
Waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk menempuh jarak tertentu.
Pace membantu perenang menjaga ritme agar tidak kehabisan tenaga terlalu cepat.
Pulling (Latihan Tarik)
Latihan yang berfokus pada kekuatan tubuh bagian atas dengan bantuan pelampung tarik dan kadang dayung tangan.
Race Pace Training (Latihan Kecepatan Balap)
Latihan yang dirancang menyerupai kecepatan renang saat lomba untuk membiasakan tubuh dengan tempo kompetisi.
Baca juga: Katie Ledecky, 'Manusia Ikan' yang Catatkan Waktu Berenang Tercepat Sepanjang Sejarah Olimpiade!
Active Recovery (Pemulihan Aktif)
Renang ringan di sela-sela set latihan berat untuk membantu pemulihan tanpa menghentikan aktivitas sepenuhnya.
RIMO (Reverse IM Order)
Renang dengan urutan gaya IM terbalik, dimulai dari gaya bebas, dada, punggung, lalu kupu-kupu.
Set
Kumpulan renang berulang dengan jarak, jumlah pengulangan, dan interval tertentu
Set menjadi bagian utama dalam program latihan renang.
Short Course Meters (Kolam Renang Jarak Pendek)
Kolam dengan panjang 25 meter. Jarak ini sedikit lebih panjang dibanding kolam 25 yard.
Sprint
Renang dengan kecepatan maksimal dalam jarak pendek.
SDK (Streamline Dolphin Kick)
Tendangan lumba-lumba dalam posisi streamline, biasanya dilakukan setelah start atau saat berbalik arah.
Baca juga: Kisah Heroik Joe Delaney, Atlet yang Tewas Demi Selamatkan Bocah Tenggelam padahal Gak Jago Berenang
SKPS (Swim–Kick–Pull–Swim)
Set latihan yang terdiri dari renang penuh, latihan tendangan, latihan tarik, lalu renang kembali.
SWOLF (Swim Golf)
Kombinasi antara jumlah kayuhan dan waktu tempuh.
Nilai SWOLF yang lebih rendah menandakan teknik renang yang lebih efisien.
Taper
Fase pengurangan intensitas dan volume latihan menjelang kompetisi untuk mencapai performa terbaik.
Test Set (Set Uji Coba)
Set latihan yang dilakukan secara berkala untuk mengukur perkembangan performa perenang dari waktu ke waktu.
Baca juga: 5 Perlengkapan Olahraga Renang yang Bisa Bantu Menguasai Teknik Dasar Berenang
Set VO2 Max
Latihan intensitas tinggi untuk meningkatkan kapasitas oksigen maksimal.
Perenang berenang secepat mungkin, lalu beristirahat lebih lama sebelum mengulanginya.
Warm Up (Pemanasan)
Tahap awal latihan yang bertujuan mempersiapkan otot dan tubuh sebelum berenang dengan intensitas tinggi, sekaligus mencegah cedera.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: US Masters Swimming