Jumat, 23 JANUARI 2026 • 19:26 WIB

Jenis-jenis Cedera Olahraga serta Gejala dan Pengobatannya: Kamu Pernah Alami yang Mana?

Author

Ilustrasi jenis-jenis cedera olahraga. (Freepik)

INDOZONE.ID - Olahraga identik dengan atlet terlatih yang memiliki tubuh bugar dan kuat, untuk bersaing memperebutkan kemenangan. Meski begitu, atlet terhebat pun tidak bisa lepas dari cedera.

Jika atlet bisa menderita cedera, orang biasa yang olahraga karena hobi, juga bisa mengalaminya. Bahkan, peluang cedera lebih tinggi pada orang umum.

Pemain Timnas U-22 Indonesia Evan Dimas yang cedera menyapa suporter seusai Timnas Indonesia kalah dari Vietnam dalam final sepak bola putra SEA Games 2019 (Antara/Sigid Kurniawan).

Kamu harus tahu, cedera bisa terjadi pada otot, persendian, dan tulang. Proses penyembuhan pun tergantung seberapa parah cedera dan tindakan medis yang dilakukan.

Ada banyak cedera yang bisa diderita seseorang karena berolahraga. Yuk, simak jenis-jenis cedera olahraga yang umum terjadi.

Baca juga: Trauma Cedera ACL, Bek MU Lisandro Martinez Sempat Berpikir Pensiun Dini

Jenis-jenis Cedera Olahraga yang Umum Terjadi

1. Keseleo 

Daftar ini akan dimulai dengan cedera yang paling akrab dengan telinga masyarakat Indonesia, yaitu keseleo.

Cedera ini terjadi saat ada masalah pada ligamen. Ligamen merupakan jaringan yang menghubungkan tulang.

Saat ligamen meregang berlebihan atau bahkan robek, keseleo dapat terjadi. Umumnya, cedera ini terjadi di pergelangan kaki dan tangan, serta lutut.

Gejala: Nyeri, bengkak, memar, dan kesulitan bergerak.

Pengobatan: Istirahat, kompres es, kompresi, dan elevasi (metode RICE). Kasus yang parah mungkin memerlukan fisioterapi atau perawatan nyeri sendi.

2. Cedera Lutut

Cedera lutut amatlah ditakuti oleh para atlet karena proses penyembuhan yang bisa memakan waktu berbulan-bulan. Bagaimana tidak, jika parah, operasi harus dilakukan untuk sembuh.

Cedera ini umum terjadi pada pegiat olahraga yang banyak lompat, lari, dan berhenti mendadak. 

Gejala: Nyeri, pembengkakan, ketidakstabilan, dan kesulitan berjalan.

Pengobatan: Istirahat, kompres es, fisioterapi, dan dalam beberapa kasus, operasi.

Penyerang Liverpool, Alexander Isak, cedera usai bobol gawang Tottenham Hotspur. (REUTERS/Dylan Martinez)

3. Patah Tulang

Patah tulang terjadi saat benturan keras terjadi terhadap tubuh. Beberapa pesepak bola pernah mengalami cedera ini, bahkan cukup parah.

Gejala: Nyeri hebat, pembengkakan, memar, dan ketidakmampuan untuk menggerakkan area yang terkena.

Penanganan: Imobilisasi dengan gips atau bidai. Beberapa fraktur memerlukan pembedahan.

Baca juga: Richarlison Dipastikan Absen Perkuat Tottenham Hotspur Selama 7 Pekan Akibat Cedera

4. Dislokasi

Seseorang mengalami dislokasi saat tulang terlepas dari sendinya. Cedera ini dapat terjadi saat bagian tubuh bergerak tidak wajar atau karena benturan.

Gejala: Nyeri hebat, pembengkakan, dan deformitas sendi yang terlihat.

Pengobatan: Dokter perlu mengembalikan sendi ke posisi semula. Pemulihan meliputi istirahat, kompres es, dan latihan rehabilitasi.

5. Tennis Elbow

Cedera berikutnya yang umum terjadi, adalah tennis elbow atau tendinitis siku. Cedera ini umum terjadi pada kamu yang suka bermain tenis, bulu tangkis, golf, dan olahraga lainnya yang memberatkan gerakan pada siku.

Gejala: Nyeri di sekitar siku, kelemahan pada pergelangan tangan.

Pengobatan: Istirahat, kompres es, obat pereda nyeri, dan latihan peregangan.

6. Nyeri Tulang Kering

Selanjutnya, ada cedera nyeri tulang kering yang dapat terjadi karena kamu lari atau lompat berlebihan. Cedera ini tidak asing bagi para pencinta olahraga lari yang tengah naik daun di Indonesia.

Gejala: Nyeri dan rasa sakit di sepanjang tulang kering.

Pengobatan: Istirahat, kompres es, alas kaki yang tepat, dan peregangan.

7. Gegar Otak

Gegar otak merupakan cedera yang dapat terjadi saat kepala mengalami benturan keras. Petinju umum menderita cedera ini dalam pertandingan.

Gejala: Sakit kepala, pusing, kebingungan, mual, dan masalah ingatan.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule (ketiga kanan) mendorong kursi roda pemain Timnas U-23 Indonesia Evan Dimas yang cedera (Antara/Sigid Kurniawan).

Pengobatan: Istirahat, menghindari waktu menatap layar, dan pengawasan medis.

8. Cedera Otot Paha Bagian Dalam

Cedera ini terjadi ketika otot-otot paha bagian dalam meregang berlebihan. Pesepak bola kerap mengalami cedera ini karena kaki merupakan senjata utamanya dalam pertandingan.

Gejala: Nyeri, bengkak, dan kesulitan menggerakkan kaki.

Pengobatan: Istirahat, kompres es, kompresi, dan peregangan ringan.

Baca juga: Youtuber Jake Paul Dibuat KO Saat Bertanding Tinju, Alami Cedera Berat di Rahang

9. Tendinitis Achilles

Sesuai namanya, cedera ini terjadi pada tendon Achilles. Kamu harus tahu, tendon Achilles menghubungkan tumit ke otot betis. 

Pegiat olahraga yang mengharuskan banyak lari dan lompat, kerap menderita cedera ini.

Gejala: Nyeri dan kaku di bagian belakang tumit.

Pengobatan: Istirahat, kompres es, peregangan, dan terkadang fisioterapi.

10. Cedera Bahu

Terakhir, ada cedera bahu. Bagi kamu yang menggeluti olahraga dengan banyak gerakan melempar, mungkin menderita cedera ini. Selain itu, di olahraga renang, cedera bahu pun umum terjadi.

Gejala: Nyeri, kelemahan, dan keterbatasan gerakan pada bahu.

Pengobatan: Istirahat, kompres es, dan fisioterapi. Pada kasus yang parah, pembedahan mungkin diperlukan.

Nah, itulah jenis-jenis cedera olahraga yang umum terjadi, beserta gejala dan pengobatannya. Jika mengalami salah satunya, segera periksa ke dokter untuk dapat perawatan medis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pain Treatment MD

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU