INDOZONE.ID - Bagi pencinta sepak bola, technical foul bukan kata asing. Komentator sepak bola kerap menyebutkannya kala menarasikan pertandingan kepada penonton.
Dalam pertandingan sepak bola, technical foul dilakukan untuk membuat lawan kehilangan momen terbaik untuk mencetak gol. Lantas, apa yang dimaksud technical foul dalam sepak bola?
Pertama-tama, kamu harus tahu sepak bola merupakan olahraga yang kerap menimbulkan benturan fisik di antara para pemain. Benturan fisik ilegal akan berujung pelanggaran yang membuahkan hukuman, baik kartu kuning maupun merah.
Nah, technical foul biasanya dilakukan dalam situasi tertentu. Penjelasan selengkapnya simak di bawah, yah!
Baca juga: FIFA Gandeng 'Dewan Perdamaian' Trump, Bangun Infrastruktur Sepak Bola di Gaza
Apa Itu Technical Foul?
Meski ada hukuman, pelanggaran tetap dilakukan dalam pertandingan sepak bola untuk mencegah terciptanya situasi berbahaya untuk tim.
Technical foul pun bertujuan demikian. Akan tetapi, technical foul dilakukan dengan konteks tertentu.
Tak ayal, tidak semua pelanggaran dapat dikategorikan sebagai technical foul. Biasanya,, tim yang berorientasi menyerang, kerap melakukan technical foul.
Kenapa demikian? Sebab, technical foul kerap terjadi kala tim kehilangan bola di separuh lapangan lawan dan melakukan pelanggaran secepat mungkin sebelum serangan balik dilakukan. Pada momen tertentu, technical foul juga dilakukan dekat dengan gawang tim.
Usai pelanggaran terjadi, wasit akan memberikan tendangan bebas untuk lawan di tempat yang tidak berbahaya atau jauh dari ancaman gawang.
Di sisi lain, kartu kuning atau bahkan merah akan diterima pemain yang melakukan pelanggaran, tergantung seberapa keras dan berbahaya aksinya.
Baca juga: Tanpa Magic, tapi Tetap Ikonik: 7 Pemain Fungsional yang Raih Status Legenda di Sejarah Sepak Bola!
Technical foul membuat sebuah tim kehilangan momentum sekaligus memperlambat tempo permainan. Padahal, serangan balik cepat yang hendak dibangun sebelumnya, mungkin saja menciptakan peluang yang berujung gol.
Technical Foul Bisa Picu Cedera
Technical Foul biasanya dilakukan dalam waktu singkat. Tak ayal, pelanggaran mungkin dilakukan tanpa perhitungan matang karena fokusnya adalah menghentikan serangan balik lawan.
Bagi pemain yang melanggar, kartu kuning atau merah adalah ganjarannya. Akan tetapi, risiko lebih besar ada di pemain yang dilanggar.
Apabila pelanggaran dilakukan dengan tekel keras, cedera mungkin didapatkan korbannya. Cedera parah bisa saja diderita pemain yang menjadi korban pelanggaran.
Padahal, bagi para pesepak bola, cedera merupakan momok. Tidak sedikit pesepak bola yang kehilangan tajinya usai menderita cedera parah.
Baca juga: Apa Itu Passing? Teknik Dasar yang Wajib Dikuasai dalam Sepak Bola, Basket, dan Voli
Faktor Technical Foul Lebih Sering Terjadi di Sepak Bola Modern
Dalam beberapa tahun terakhir, technical foul jadi lebih umum atau kerap terjadi dalam pertandingan sepak bola.
Ternyata ada dua faktor yang mempengaruhinya, yaitu peningkatan kecepatan serangan balik dan pressing di area lawan yang akan memicu serangan balik cepat jika salah diterapkan.
Bagaimanapun, technical foul merupakan bagian dari sepak bola modern. Tidak menutup kemungkinan akan ada aturan yang mengatur pelanggaran taktis secara lebih rinci.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN