INDOZONE.ID - Max Verstappen melontarkan kritik keras terhadap era baru regulasi mesin di Formula 1 setelah gagal menyelesaikan balapan pada Chinese Grand Prix, Minggu waktu setempat.
Pembalap tim Red Bull Racing itu harus menghentikan balapannya lebih awal akibat masalah pada power unit mobilnya. Verstappen terlihat melambat sebelum akhirnya kembali ke pit pada lap ke-46 dan tidak dapat melanjutkan lomba hingga garis finis.
Akibat insiden tersebut, Verstappen tidak masuk dalam klasifikasi akhir balapan yang hanya diikuti oleh 15 pembalap hingga selesai.
Baca juga: Prediksi Mengkhawatirkan Max Verstappen Jelang Era Regulasi Baru F1 2026
Sebut Regulasi Baru Kurang Ideal
Usai balapan, Verstappen mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap perubahan regulasi mesin Formula 1 yang kini semakin mengandalkan tenaga listrik serta pengelolaan energi selama balapan.
Menurutnya, sistem baru tersebut membuat pembalap harus terlalu fokus mengatur penggunaan energi sehingga mengurangi esensi balapan yang sesungguhnya.
“Ini bukan soal saya kecewa dengan posisi saya sekarang. Bahkan kalau saya sedang menang balapan pun, saya tetap akan mengatakan hal yang sama karena saya peduli dengan kualitas balapan,” ujar Verstappen.
Ia bahkan menyebut aturan baru tersebut terasa seperti “lelucon” dan menilai ada beberapa kelemahan mendasar dalam regulasi yang diterapkan saat ini.
Musim yang Tidak Mudah bagi Verstappen
Musim ini menjadi tantangan tersendiri bagi Verstappen. Juara dunia empat kali tersebut lebih sering berjuang untuk meraih poin daripada bersaing di posisi terdepan seperti yang biasa ia lakukan dalam beberapa musim terakhir.
Pada balapan sebelumnya di Australian Grand Prix, Verstappen harus memulai lomba dari posisi ke-20 setelah mengalami kecelakaan saat sesi kualifikasi.
Meski sempat berhasil menyalip beberapa pembalap, hasil yang diraih masih belum maksimal.
Di China, performanya juga belum stabil. Pada sprint race hari Sabtu, ia sempat turun dari posisi kedelapan ke posisi ke-14. Sementara pada balapan utama, Verstappen hanya mampu finis di posisi kesembilan sebelum akhirnya gagal mengamankan poin tambahan.
Toto Wolff Nilai Balapan Tetap Menarik
Tidak semua pihak sepakat dengan kritik Verstappen. Kepala tim Mercedes-AMG Petronas Formula One Team, Toto Wolff, menilai kualitas balapan Formula 1 saat ini masih menarik untuk disaksikan.
Ia bahkan memuji persaingan sengit yang terjadi antara pembalap Mercedes dan Ferrari sepanjang balapan.
Dalam lomba tersebut, pembalap muda Mercedes, Kimi Antonelli, berhasil meraih kemenangan pertamanya di Formula 1. Ia mengalahkan para pembalap dari tim Scuderia Ferrari seperti Lewis Hamilton dan Charles Leclerc.
Menurut Wolff, meskipun sebagian penggemar merindukan era lama Formula 1, mayoritas penonton saat ini masih menikmati persaingan yang terjadi di lintasan.
Baca juga: Max Verstappen Comeback P3 di Brasil, Red Bull: "Epik Seperti Kemenangan di Musim Lalu!"
Khawatir Arah Pengembangan F1 Berubah
Verstappen juga menyampaikan kekhawatirannya bahwa Formula 1 terlalu fokus memperluas jumlah penggemar dengan membuat balapan lebih mudah terjadi aksi salip-menyalip.
Ia berharap perubahan tersebut tidak mengorbankan karakter asli balapan Formula 1 yang selama ini dikenal mengandalkan strategi, teknik, dan kemampuan pembalap.
“Beberapa orang mungkin menyukainya, tetapi belum tentu benar-benar memahami bagaimana balapan seharusnya berjalan,” ujar Verstappen.
Perdebatan mengenai arah perkembangan Formula 1 diperkirakan akan terus berlangsung seiring berbagai perubahan regulasi yang dirancang untuk membuat ajang balap ini lebih modern, efisien, dan relevan di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com