INDOZONE.ID - Badan tertinggi sepak bola dunia, FIFA, konfirmasi bahwa mereka akan memperpanjang larangan bermain kepada Gianluca Prestianni hingga tingkat global.
Hal itu membuat larangan tersebut diperpanjang hingga pertandingan Piala Dunia. Putusan tersebut diambil pada Rabu (6/5/2026) waktu setempat.
Sebelumnya, UEFA telah memberikan larangan 6 pertandingan kepada Gianluca Prestianni, dengan tiga pertandingan ditangguhkan dengan masa percobaan kepada Prestianni dua minggu lalu.
Sanksi tersebut diberikan akibat pelecehan verbal yang dilakukannya kepada bintang Real Madrid, Vinicius Jr di Liga Champions.
Seperti harapan banyak pihak, FIFA menuruti permintaan UEFA untuk menerapkan larangan tersebut di luar kompetisi Eropa, yakni Piala Dunia yang akan bergulir bulan depan.
"Komite Disiplin FIFA telah memutuskan untuk memperpanjang larangan enam pertandingan yang dijatuhkan UEFA kepada pemain Benfica, Gianluca Prestianni, agar berlaku di seluruh dunia," bunyi pernyataan resmi FIFA yang dikutip dari ESPN pada Kamis (7/5/2026).
Meski begitu, masih belum diketahui apakah Prestianni masuk dalam rencana Lionel Scaloni untuk Piala Dunia 2026.
Argentina tergabung di grup J bersama dengan Aljazair, Austria, dan tim debutan Yordania. Mereka memulai perjuangannya di Piala Dunia melawan Aljazair pada 17 Juni 2026 mendatang.
Diketahui, Gianluca Prestianni melakoni satu-satunya penampilan bersama Argentina pada November 2025 lalu.
Ia menjadi pemain cadangan dalam pertandingan terakhir Argentina melawan Zambia pada 31 Maret lalu.
Saat Scaloni memanggil Prestianni pada FIFA Matchday periode Maret lalu, ia tidak membahas investigasi UEFA sedang berlangsung.
Ia saat itu membutuhkan mantan pemain muda Velez Sarsfield ini, karena Paulo Dybala tidak tersedia.
Pihak UEFA telah menyelidiki Gianluca Prestianni atas tuduhan pelecehan rasial yang dilontarkan oleh Vinicius Jr.
Mereka mengklaim, Prestianni menghina Vinicius "monyet" dalam bahasa Spanyol, sambil menutupi mulutnya dengan jerseynya.
Baca juga: Gugur oleh PSG, Vincent Kompany Legawa Bayern Munchen Tersingkir dari Liga Champions
Meski begitu, UEFA tidak bisa membuktikan penghinaan rasis tersebut. Hal ini dibantah oleh Prestianni meskipun ia akui menggunakan kata-kata hinaan anti-gay.
Prestianni juga telah menjalankan pertandingan pertama, saat UEFA melarangnya untuk bermain di leg kedua babak playoff Liga Champions pada Februari lalu.
Pada pekan lalu, upaya FIFA untuk menjadikan tindakan menutup mulut saat menghina lawan sebagai pelanggaran kartu merah bagi pemain Piala Dunia. Hal tersebut sudah disetujui oleh IFAB.
Jika nantinya Prestianni tidak masuk ke dalam skuad Argentina untuk Piala Dunia, maka ia akan menjalani sisa hukumannya di kompetisi Eropa musim depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN