INDOZONE.ID - Kapten Timnas Turki, Hakan Calhanoglu lontarkan psy-war jelang laga perdana mereka di grup D melawan Australia pada Minggu (14/6/2026) pukul 11.00 WIB.
Dalam konferensi persnya, Calhanoglu sesumbar bahwa timnya Turki akan mengalahkan Australia di laga perdana mereka di Piala Dunia 2026.
Ia merasa yakin bahwa talenta yang dimiliki oleh Timnas Turki bisa mendominasi Australia pada laga besok.
Apalagi, Turki sendiri datang ke Piala Dunia 2026 dengan modal yang cukup berharga, yang mana pengalaman mereka lolos ke perempat final di Eueo 2024 lalu cukup difavoritkan untuk memuncaki grup D.
Baca juga: Supersub Cyle Larin Hindarkan Kanada dari Kekalahan Kontra Bosnia, Kanada Ukir Sejarah!
Dalam pernyataannya itu, pemain berusia 33 tahun itu memberikan kesan terhadap permainan Australia, yang mana Socceroos cukup bagus dalam situasi bola mati sehingga ia cukup yakin bahwa Turki akan mendominasi laga kontra tim besutan Tony Popovic itu.
"Pelatih kami menganalisis mereka bersama kami. Kami tahu mereka merupakan tim yang kuat secara fisik, mereka bagus dalam tendangan sudut dan tendangan bebas karena mereka tinggi dan kuat," kata Hakan Calhanoglu dalam konferensi persnya jelang laga kontra Australia yang dikutip dari ESPN pada Sabtu (13/6/2026).
"Tapi saya pikir kami akan mendominasi pertandingan besok, karena kita memiliki kualitas yang lebih bagus dan pemain yang lebih berbakat, jadi kita lihat apa yang terjadi besok," tutur pemain Inter Milan itu melanjutkan.
Sebagai tim yang kurang dikenal di grup D, Australia mendapatkan kritik pedas dari pengamat sepak bola Amerika Serikat dan mereka dilabeli sebagai tim yang mudah dikalahkan, yang mana komentar tersebut membuat penyerang Socceroos, Connor Metcalfe merasa muak.
Baca juga: Ini 5 Otot yang Dilatih dalam Gerakan Push-Up, Apa Saja Ya?
Oleh karena itu pernyataan Calhanoglu akan menimbulkan kontroversi bagi skuad Socceroos.
Sementara itu, bek Australia Milos Degenek yang akan memainkan Piala Dunia ketiganya mengatakan bahwa pengalaman yang dimiliki timnya akan menjadi keuntungan tersendiri. Apalagi, Turki sendiri juga baru pertama kali lolos setelah absen 24 tahun sehingga menurutnya tekanan besar berada di kubu Calhanoglu dan kolega.
Calhanoglu dan bek Hoffenheim, Ozan Kabak juga akui bahwa beban ekspektasi dari negara yang memiki populasi 87,9 juta jiwa itu cukup berat.
"Sudah lama sekali, sangat lama. Semua orang menunggu hari esok. Kami bangga, setelah 24 tahun, bisa kembali lagi. Semua orang tahu bagaimana rasanya, dan tekanannya. Pada saat yang sama, ini adalah kesempatan bagi kami untuk mewakili negara kami; momennya telah tiba. Besok adalah harinya. Kami telah mempersiapkan diri dengan sangat baik selama dua atau tiga minggu ini, dan fokus kami hanya pada pertandingan besok," ujar Calhanoglu memaparkan.
Baca juga: PSSI Resmi Bekerja Sama dengan International Labour Organization untuk Menolak Pekerja Anak
Calhanoglu juga mengatakan bahwa timnya cukup peduli dengan ekspektasi masyarakat Turki, ia dan timnya juga tahu tekanan yang dihadapi.
Tetapi, Calhanoglu di sisi lain juga ingin timnya menikmati momen tersebut yakni kembali tampil di Piala Dunia sejak edisi 2002.
"Kita semua peduli dengan [ekspektasi]. Seluruh tim tahu bagaimana tekanannya. Tetapi pada saat yang sama, kami juga menikmati momen ini. Kami tidak bisa melupakan momen ini, karena sejak kecil, kita selalu memimpikannya. Jadi sekarang, mimpi kita telah menjadi kenyataan. Pada saat yang sama, tentu saja, kita ingin mewakili negara kita sebaik mungkin," ujarnya lagi.
Baca juga: Bukan Asal Pukul! Membedah Aturan Skor dan Penentuan Kemenangan KO dalam Pertandingan Silat
Sementara itu, Ozan Kabak akui bahwa timnya memikul tekanan besar dari penggemar sehingga ia ingin Turki bisa memberikan yang terbaik di Piala Dunia 2026.
"Jelas, ini tekanan besar, tetapi kami berharap mereka mengharapkan sesuatu dari kami," ujar Kabak menambahkan.
"Karena kami belum pernah berada di panggung ini, panggung terbesar di dunia. Jadi, mari kita fokus pada permainan kita, jangan memikirkan tekanan dan mainkan permainan kita. Saya pikir kita bisa, kita bisa mencapai sesuatu yang besar dan membuat mereka bangga," tutur bek Hoffenheim itu menutup pernyataannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN