INDOZONE.ID - Pelatih Curacao, Dick Advocaat sebut kekalahan telak timnya atas Jerman pada pertandingan pembuka grup F Piala Dunia 2026 bukanlah sebuah aib. Sebab, Curacao sendiri telah mencetak sejarah dengan tampil di Piala Dunia untuk kali pertama.
Diketahui, pada pertandingan yang digelar di Houston Stadium pada Senin (15/6/2026) dini hari WIB, Jerman tampil cukup perkasa di hadapan Curacao yang mana Die Mannschaft sukses membekuk negara antiles Belanda, Curacao dengan skor telak 7-1.
Dalam pertandingan tersebut, Jerman membuka keunggulan melalui sepakan indah Felix Nmecha saat laga baru berjalan 6 menit. Namun, Curacao sempat mengejutkan pendukung Der Panzer setelah mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Livano Comenencia pada menit ke-21.
Curacao sendiri sempat mengimbangi permainan Jepang selama 37 menit, sebelum akhirnya tim besutan Julian Nagelsmann itu menggila dengan mencetak 6 gol tambahan melalui Nico Schlotterbeck (38'), Kai Havertz (45+5' via penalty, 88'), Jamal Musiala (47'), Nathaniel Brown (68') dan Deniz Undav (78').
Baca juga: Kevin de Bruyne Senang Bisa Kembali Menghadapi Mohamed Salah di Piala Dunia 2026
Meskipun Curacao dibantai 7-1 oleh Jerman, pelatih Curacao Dick Advocaat dalam konferensi persnya seusai pertandingan menyebut bahwa kekalahan atas Die Mannschaft bukanlah aib bagi timnya. Ia justru merasa bangga dengan penampilan anak asuhnya meskipun harus kalah telak atas Jerman.
"Ini bukan aib. Saya rasa kita masih bisa bangga," ujar Dick Advocaat dalam konferensi persnya seusai pertandingan yang dikutip dari ESPN pada Senin (15/6/2026).
Lebih lanjut, Advocaat juga mengatakan bahwa Curacao masih memiliki dua pertandingan lagi, dan
Pertandingan melawan Jerman tentunya menjadi laga yang cukup emosional bagi pelatih berusia 78 tahun itu. Eks pelatih Belanda dan Korea Selatan itu terlihat menangis saat Curacao mencetak sejarah dengan debut di Piala Dunia.
Baca juga: Vincenzo Montella Enggak Bisa Sembunyikan Kekecewaannya Setelah Turki Kalah atas Australia
"Ini berkaitan dengan kegembiraan orang-orang di Curaçao. Mungkin ini karena usia saya, tetapi inilah saatnya emosi muncul ke permukaan. Saya sebenarnya tidak menyukainya... (tetapi) kegembiraan orang-orang itu luar biasa," tutur mantan pelatih Sunderland itu memaparkan.
Dick Advocaat sendiri menjadi pelatih tertua di Piala Dunia edisi tahun ini,yang pernah menghadapi Julian Nagelsmann yang berusia 38 tahun sekaligus menjadi pelatih termuda di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko itu.
Satu gol dari Livano Comenencia memberi kepercayaan diri bagi tim sejak awal dan tentunya menjadi tonggak sejarah lainnya bagi tim yang dulunya merupakan negara bekas antiles Belanda itu.
Winger Curacao, Kenji Gorre menanggapi gol yang dicetak oleh Comenencia itu merupakan gol yang fantastis bagi timnya dan juga negaranya.
Baca juga: Arda Guler di Piala Dunia 2026: Tetap Bersinar Walau Turki Tumbang
"Gol itu benar-benar fantastis bagi kami semua, dan juga bagi bangsa ini. Ini adalah sejarah baru yang tercipta. Gol pertama yang pernah dicetak di panggung dunia, sungguh fenomenal dan kami semua bersyukur bisa berada di sini untuk mengalaminya bersama semua orang di stadion," ujar Kenji Gorre dalam wawancaranya setelah pertandingan.
Julian Nagelsmann akui sangat terkesan dengan semangat juang yang ditunjukkan Curacao. Mantan pelatih Bayern Munich itu menyebut bahwa tim besutan Dick Advocaat itu bermain dengan penuh keberanian
"Lawannya bermain lebih baik dari yang diperkirakan banyak orang di Jerman. Mereka bermain dengan penuh keberanian," ujar Nagelsmann.
Pada pertandingan berikutnya, Curacao akan menghadapi Ekuador pada Minggu (21/6/2026) pukul 07.00 WIB. Sementara, Jerman akan menghadapi Pantai Gading pada hari yang sama pukul 03.00 WIB.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN