INDOZONE.ID - Legenda Timnas Jerman, Philipp Lahm, baru-baru ini melancarkan kritikan tajam kepada presiden FIFA Gianni Infantino.
Pemenang Piala Dunia 2014 bersama Timnas Jerman itu, menuduh Gianni Infantino telah menjual Piala Dunia demi meningkatkan pendapatan FIFA.
Hal tersebut, Lahm ungkapkan melalui tulisannya di media Jerman Die Zeit. Dalam tulisannya itu, mantan pemain berusia 42 tahun ini menilai, Gianni Infantino telah merampas kredibilitas sepak bola yang membuat para penggemar merasa tidak nyaman.
"Tiket Piala Dunia terjual habis. Hal ini merampas kredibilitas sepak bola. Akibatnya, para penggemar merasa tidak nyaman. Semakin sulit bagi mereka untuk memisahkan FIFA dari acara itu sendiri," tulis Lahm, dilansir dari ESPN pada Rabu (24/6/2026).
Baca juga: Brace Cristiano Ronaldo Bawa Portugal Pesta Gol Lawan Uzbekistan
Tak hanya itu, Lahm juga mengkritik Piala Dunia Antarklub yang digelar pada musim panas lalu. Turnamen tersebut dinilai cukup berdampak dengan kebugaran pemain.
Bahkan, Lahm juga mengkritik FIFA terkait harga tiket Piala Dunia 2026, yang menurutnya tidak transparan terkait nominal harga tiket pertandingan.
"FIFA dituduh tidak memberikan angka yang jujur tentang permintaan sebenarnya dan menggunakan ini untuk memaksimalkan pendapatan," tulis legenda Bayern Munich ini.
Tak cuma itu, Lahm juga merasa jengkel dengan saran untuk mengadakan Piala Dunia menjadi dua tahun sekali. Menurutnya, untuk menyelenggarakan turnamen besar butuh persiapan yang cukup matang agar memiliki dampak yang berkelanjutan.
Baca juga: Erling Haaland Bangga Bisa Bawa Norwegia Meraih Dua Kemenangan Beruntun di Piala Dunia 2026
"Selain itu, saya merasa jengkel dengan saran yang berulang-ulang untuk mengadakan Piala Dunia setiap dua tahun sekali. Sebuah turnamen membutuhkan persiapan dan tindak lanjut agar memiliki dampak yang berkelanjutan," tutur mantan kapten Timnas Jerman itu menambahkan.
Kendati begitu, Philipp Lahm menyebutkan, FIFA telah banyak melakukan hal yang benar dan memuji untuk memperluas Piala Dunia menjadi 48 tim.
Sebeb, mereka mampu menciptakan tim-tim seperti Skotlandia, Kongo dan Cape Verde untuk unjuk gigi di turnamen ini.
Lahm sebelumnya juga mengkritik Gianni Infantino selama bergulirnya Piala Dunia 2022 lalu. Lahm menilai, pria asal Swiss tersebut sebagai presiden FIFA yang kurang integritas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN