INDOZONE.ID - Impian Uzbekistan untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026 telah sirna. Momen ini setelah mereka harus mengakui kedigdayaan Timnas Portugal, yang dipimpin oleh Cristiano Ronaldo.
Houston Stadium seolah menjadi neraka bagi Timnas Uzbekistan. Bagaimana tidak, di stadion tersebut mereka menjadi korban keganasan Portugal yang mengalahkan dengan skor 5-0.
Peristiwa itu terjadi pada pertandingan kedua Grup K, yang digelar pada Rabu (24/6/2026), dini hari WIB.
Kekalahan 5-0 tentunya menjadi aib bagi Timnas Uzbekistan, dan juga para penggemarnya. Sebab, tim berjuluk Serigala Putih itu datang ke Piala Dunia 2026 sebagai salah satu kekuatan baru di sepak bola Asia.
Bahkan, mereka juga menjadi salah satu tim dengan pertahanan terbaik di Asia.
Hal tersebut terbukti pada babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Mereka total hanya kebobolan 11 gol, dari dua putaran babak Kualifikasi yang diikuti, dan pada putaran kedua mereka hanya kebobolan 4 gol.
Sementara itu, di putaran ketiga mereka tercatat hanya kebobolan 7 gol. Tentu saja, itu merupakan catatan bagus bagi Timnas Uzbekistan.
Baca juga: Cristiano Ronaldo Ogah Bahas Lionel Messi, Responsnya Bikin Heboh
Sehingga, tak mengherankan jika banyak orang, khususnya penggemar sepak bola Asia yang memprediksi Uzbekistan, menjadi salah satu tim kuda hitam di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu.
Catatan apik Uzbekistan sepanjang babak kualifikasi juga tak lepas dari peran mantan pelatih mereka, Timur Kapadze.
Namun, setelah Abdukodir Khusanov cs memastikan lolos ke Piala Dunia, federasi mereka justru memecat Timur Kapadze dan digantikan oleh Fabio Cannavaro.
Keputusan federasi sepak bola Uzbekistan untuk mengganti Timur Kapadze dengan Fabio Cannavaro, sempat menjadi perdebatan.
Sebab, karier Cannavaro sebagai pelatih tidak sementereng saat ia masih aktif sebagai pemain.
Meski begitu, sebagian penggemar juga tetap memberikan dukungan kepada Cannavaro untuk menangani Uzbekistan, dan memberikan ekspektasi tinggi kepada mantan kapten Timnas Italia itu, dengan membawa Uzbekistan untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026.
Namun, panggung Piala Dunia cukup berbeda dengan panggung Asia, dan realita tersebut baru saja dialami oleh Timnas Uzbekistan yang tadinya dianggap sebagai tim kuda hitam dan kini menjadi tim pesakitan.
Dua kekalahan Uzbekistan di fase grup atas Kolombia dengan skor 3-1, dan kalah atas Portugal dengan skor 5-0 cukup menyakitkan bagi publik Uzbekistan.
Meski begitu, kegagalan di Piala Dunia 2026 bukanlah akhir dari segalanya.
Ada alasan tersendiri mengapa kegagalan Uzbekistan di Piala Dunia edisi tahun ini bukanlah akhir dari segalanya bagi mereka, antara lain:
Baca juga: Raih Kemenangan atas Panama, Luka Modric Rayakan Penampilan ke-200 Bersama Kroasia
Memiliki Roadmap yang Jelas
Publik sepak bola Uzbekistan tidak perlu khawatir dengan kegagalan Timnas Uzbekistan di Piala Dunia 2026. Sebab, federasi sepak bola mereka yaitu UFA memiliki roadmap yang jelas untuk sepak bola mereka untuk jangka panjang.
Memang sepak bola Uzbekistan mengalami reformasi besar-besaran, hal itu bermula dari federasi mereka menyadari perkembangan Tim muda mereka di kancah Internasional.
Perkembangan tim muda Uzbekistan terbilang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari menjuarai Piala Asia U-20 2023, dan juga menjuarai Piala Asia U-23 2024.
Tentu saja, dari hal tersebut federasi sepak bola mereka melakukan perombakan dan membuat roadmap jangka panjang yang jelas
Dari perombakan besar-besaran seperti renovasi dan peningkatan infrastruktur sepak bola, meningkatnya profesionalisme sepak bola Uzbekistan hingga memikirkan ulang perencanaan pembinaan usia muda menjadi salah satu fondasi yang membantu timnas senior mereka untuk lolos ke Piala Dunia 2026, meskipun pada akhirnya mereka harus pulang lebih awal.
Baca juga: 5 Rekomendasi Olahraga Angkat Beban Bagi Pemula yang Ingin Membentuk Tubuhnya Jadi Atletis
Memiliki Stok Pemain Muda Berlimpah
Berkat pembinaan usia muda yang cukup konsisten, membuat Timnas Uzbekistan tidak kehabisan stok pemain muda berbakat yang akan dipersiapkan untuk Piala Dunia selanjutnya.
Pembentukan Olympic FC menjadi salah satu upaya federasi sepak bola Uzbekistan, untuk memberikan kesempatan banyak pemain muda dari berbagai akademi di Tashkent mendapatkan menit bermain yang cukup di kompetisi domestik.
Tak hanya itu, tujuan pembentukan Olympic FC sendiri yaitu untuk membentuk tim muda Uzbekistan yang kompetitif yang dipersiapkan untuk berlaga di event olahraga internasional seperti Olimpiade.
Tapi, juga dipersiapkan sebagai tulang punggung Timnas Uzbekistan di level senior.
Masih ada Waktu untuk Berbenah
Timnas Uzbekistan masih ada waktu untuk berbenah untuk mempersiapkan Piala Dunia 2030. Tentunya, dalam kurun waktu 4 tahun masih sangat cukup bagi tim Serigala Putih untuk berbenah dari beberapa aspek.
Namun jika menilik perkembangan sepak bola Uzbekistan dalam beberapa tahun terakhir, bukan tidak mungkin mereka akan mengikuti jejak Jepang yang gagal di Piala Dunia perdananya, namun rutin tampil di Piala Dunia berikutnya.
Diketahui, Jepang gagal di Piala Dunia pertamanya di tahun 1998. Namun, sejak saat itu mereka justru rutin tampil di Piala Dunia berikutnya.
Apalagi, Uzbekistan secara roadmap sudah jelas dan pembinaan usia muda juga konsisten untuk jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan