INDOZONE.ID - Timnas Argentina terancam terkena sanksi dari FIFA setelah para pemain mereka membentangkan banner soal perang Falkland saat merayakan kemenangan atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.
Diketahui, Argentina berhasil melaju ke final setelah meraih kemenangan dramatis atas Inggris dengan skor 2-1 pada pertandingan yang digelar di Atlanta Stadium, Amerika Serikat.
Pada pertandingan tersebut, Inggris memang sempat unggul lebih dulu melalui gol Anthony Gordon pada menit ke-55 setelah menerima umpan dari Morgan Rogers.
Akan tetapi, Argentina justru berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 melalui gol Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan Lautaro Martinez di menit ke-90+2.
Baca juga: Cetak Sejarah, Lionel Messi Bawa Argentina Lolos ke Final Piala Dunia untuk Ketiga Kalinya
Keberhasilan tersebut membuat Argentina melaju ke final untuk kedua kalinya secara beruntun setelah edisi 2022. Di final nanti, mereka akan menghadapi Spanyol pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Namun kemenangan La Albiceleste justru ternoda dengan perayaan berlebihan dari sejumlah pemain mereka yang di mana mereka membentangkan sebuah spanduk yang menyinggung perang Falkland yang terjadi pada 1982 lalu, banner tersebut bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" yang berarti kepulauan Falkland milik Argentina.
Ketegangan politik antara Argentina dan Inggris Raya soal kepulauan Falkland masih berlanjut hingga saat ini. Sebab, dalam perang tersebut sebanyak 655 tentara Argentina, 255 tentara Inggris dan 3 orang lainnya tewas dalam perang yang terjadi selama 74 hari itu pada tahun 1982.
Argentina sendiri memang sudah berulang kali mengklaim kedaulatan kepulauan Falkland yang berjarak 8000 mil dari Inggris dan 300 mil dari daratan Argentina.
Baca juga: Back-to-Back ke Final, Argentina Samai Rekor Langka Brasil di Piala Dunia
Akan tetapi, dengan insiden perayaan pemain Argentina yang membentangkan banner soal perang Falkland membuat tim Tango terancam terkena sanksi dari FIFA karena membawa masalah politik ke dalam sepak bola.
Badan pengatur sepak bola, International Football Association Board (IFAB) dan FIFA secara konsisten mengambil sikap tegas terhadap bendera, slogan dan simbol politik dalam turnamen besar sepak bola.
"Peralatan tidak boleh memiliki slogan, pernyataan, atau gambar politik, agama, atau pribadi. Pemain tidak boleh memperlihatkan pakaian dalam yang menampilkan slogan, pernyataan, atau gambar politik, agama, pribadi, atau iklan selain logo produsen," tulis pernyataan dalam buku peraturan IFAB yang dikutip dari ESPN pada Kamis (16/7/2026).
"Untuk setiap pelanggaran, pemain dan/atau tim akan dikenai sanksi oleh penyelenggara kompetisi, asosiasi sepak bola nasional, atau FIFA," imbuhnya.
Sebelumnya FIFA juga mendenda asosiasi sepak bola Argentina (AFA) setelah para pemainnya membentangkan spanduk dengan tulisan yang sama setelah pertandingan persahabatan melawan Slovenia pada tahun 2014 lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN