Senin, 27 JULI 2026 • 18:00 WIB

Terafiliasi dengan Perusahaan Judi Rusia, Andrea Pirlo Batal Jadi Pelatih Baru Timnas Italia

Author

Timnas Italia kembali gagal lolos ke putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun usai kalah adu penalti oleh Bosnia & Hergezovina. (REUTERS/Matteo Ciambelli)

INDOZONE.ID - Rencana Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) untuk menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih baru Timnas Italia dipastikan batal. Sebab, legenda AC Milan itu tengah disorot karena terafiliasi dengan perusahaan judi Rusia yang bernama Fonbet.

Diketahui, Andrea Pirlo difavoritkan untuk menjadi pelatih baru Timnas Italia setelah Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti menolak tawaran untuk melatih Gli Azzurri. Pirlo sendiri merupakan rekomendasi Paolo Maldini selaku mantan rekannya di AC Milan dulu.

Namun saat pengumuman penunjukkan Pirlo sebagai pelatih Italia digelar, nama mantan pemain Juventus itu digoyang dengan keterlibatannya sebagai duta judi di perusahaan Rusia. Bahkan, legenda berusia 47 tahun itu juga pernah mengunjungi Moscow, Rusia pada Mei 2026 lalu.

Sorotan tersebut juga merambah ke ranah politik, yang mana banyak dari sebagian publik sepak bola Italia yang menuding Pirlo mendukung Rusia yang hingga saat ini masih berperang sejak tahun 2022 lalu. 

Tentu saja, Pirlo merasa bahwa tudingan tersebut sangatlah keterlaluan, hingga akhirnya ia memutuskan untuk buka suara terkait tuduhan tersebut.

Baca juga: Head-to-head Jelang Laga Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026: Skuad Garuda Masih Superior!

Isi Pernyataan Pirlo

Andrea Pirlo (REUTERS/MASSIMO PINCA)

Melansir dari akun X Fabrizio Romano pada Senin (27/7/2026), Pirlo akhirnya memberikan klarifikasi terkait tuduhan tersebut. Dalam pernyataannya itu, pemain yang juga sempat membela Inter Milan itu mengaku bahwa dalam beberapa hari terakhir, ia menyaksikan perdebatan yang berkembang sebagai calon pelatih baru Timnas Italia.

"Dalam beberapa hari terakhir, saya menyaksikan dengan sangat getir perdebatan yang berkembang seputar nama saya dan kemungkinan untuk mengambil peran sebagai kepala pelatih tim nasional Italia," ujar Pirlo dalam pernyataan resminya.

"Karena menghormati lembaga-lembaga, Federasi, dan semua orang yang terlibat, saya sejauh ini memilih untuk tetap diam. Namun, saya percaya perlu untuk mengklarifikasi beberapa poin," lanjutnya.

Lebih lanjut, Pirlo juga menegaskan bahwa sepanjang kariernya sebagai pemain maupun pelatih seperti saat ini, ia selalu taat pada hukum dan juga dengan kontrak yang ia tanda tangani.

Baca juga: Alessandro Bastoni Masuk Radar Real Madrid, Mourinho Minta Manajemen Gercep

"Sepanjang karier saya, pertama sebagai pemain dan sekarang sebagai pelatih, saya selalu menjalankan pekerjaan saya sepenuhnya sesuai dengan hukum negara tempat saya bekerja dan dengan kontrak yang telah saya tandatangani," tutur Pirlo menjelaskan.

Pirlo juga mengakui bahwa kolaborasinya saat ini menjadi subjek kontroversi baru-baru ini dalam konteks pengalaman pekerjaannya di Uni Emirat Arab. Ia juga menegaskan bahwa mengaitkan makna kolaborasinya dengan unsur politik juga mengaitkan keyakinannya yang belum pernah ia ungkap.

"Kolaborasi profesional yang menjadi subjek kontroversi baru-baru ini muncul dalam konteks pengalaman kerja saya di Uni Emirat Arab dan bersifat komersial dan olahraga semata. Mengaitkan makna politik pada kolaborasi tersebut berarti mengaitkan kepada saya keyakinan yang tidak pernah saya ungkapkan dan yang bukan milik saya," tutur Pirlo memaparkan.

Di akhir pernyataan, Pirlo juga mengucapkan terimakasih kepada Paolo Maldini dan Leonardo yang telah menunjukkan kepercayaan kepadanya. Ia juga mengakui kompetensi dan kecintaan Maldini dan Leonardo terhadap sepak bola Italia.

"Saya ingin berterima kasih kepada Maldini dan Leonardo atas penghargaan dan kepercayaan yang telah mereka tunjukkan kepada saya. Saya tahu kompetensi mereka, keseriusan mereka, dan kecintaan yang selalu mereka curahkan kepada sepak bola Italia," cuit Pirlo.

"Saya menyesal bahwa pilihan yang murni bersifat olahraga begitu cepat terseret ke dalam konfrontasi publik yang akhirnya mengaitkan Bagiku, makna dan niat itu bukan milikku. Kecintaan pada Italia tidak bergantung pada jabatan. Itu adalah bagian dari sejarahku, identitasku, dan akan terus menemaniku, selamanya," tutupnya lagi.

Baca juga: Usia Hanyalah Angka, Kazuyoshi Miura Kembali Cetak Gol di Usia 59 Tahun

Cukup Berdampak Bagi FIGC

Meskipun kasus yang menimpa Pirlo tidak terang-terangan terungkap, tetapi Pirlo dipastikan tidak akan mengambil jabatan sebagai pelatih baru Timnas Italia sejak posisi tersebut kosong usai Gennaro Gattuso mundur setelah gagal membawa Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia 2026.

Situasi tersebut juga membuat internal FIGC semakin pelik. Apalagi, Paolo Maldini kemungkinan akan mundur dari jabatannya jika gagal menunjuk pelatih sesuai dengan klasifikasinya. Padahal, ia baru sebulan menjabat sebagai direktur teknik FIGC.

Italia diprediksi akan menunjuk pelatih baru mereka pada pekan ini. Namun, siapapun itu yang menjabat sebagai pelatih Italia, calon pelatih baru Italia nanti sudah ditunggu 4 laga krusial UEFA Nations League Belgia, Turki (dua kali) dan Prancis pada 25 September hingga 5 Oktober 2026 mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: X @FabrizioRomano

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU