Laga Timnas Qatar vs UEA pada kualifikasi Piala Dunia 2026. (REUTERS/Ibraheem Al Omari)
INDOZONE.ID - Pertandingan panas antara Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) di Stadion Doha pada Selasa (14/10/2025) malam waktu setempat, berubah menjadi kisruh setelah tim tuan rumah memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026.
Qatar menang tipis 2–1 dalam duel play-off yang berlangsung dengan tensi tinggi dan diselimuti atmosfer emosional sejak awal laga.
Kemenangan tersebut memastikan Qatar menempati posisi teratas pada klasemen grup berisi tiga tim, sekaligus mengamankan tiket ke putaran final tahun depan.
Sebaliknya, hasil itu membuat UEA kembali gagal menembus Piala Dunia, memperpanjang puasa mereka selama hampir tiga setengah dekade untuk tampil di ajang sepak bola terbesar dunia itu.
Gol pembuka Qatar datang pada menit ke-49 melalui tendangan keras Boualem Khoukhi. Namun, perayaan sang bek tengah justru memantik kekacauan.
Khoukhi berlari ke arah tribun pendukung UEA dan melakukan selebrasi di depan mereka, tindakan yang memicu kemarahan para suporter tim tamu.
Sejumlah penonton UEA terlihat melempar sandal, botol minuman, hingga gelas plastik ke dalam lapangan.
Dalam beberapa unggahan video yang beredar di media sosial X (Twitter), bahkan tampak benda yang diduga iPhone 17 Pro Max ikut dilempar ke arah pemain Qatar.
"Penggemar Emirat melempari Tim Nasional Qatar dengan ponsel iPhone 17 Pro Max setelah tim mereka kalah dan gagal lolos ke Piala Dunia," tulis pemilik akun @yassineA***, menyertakan foto benda-benda yang dilempar supporter ke lapangan.
Situasi semakin tidak terkendali ketika beberapa suporter UEA mencoba merangsek ke dalam lapangan.
Petugas keamanan dan kepolisian yang berjaga langsung bergerak cepat untuk menghalau massa yang mulai merangsek ke pinggir lapangan.
Dalam video amatir yang beredar luas di dunia maya, tampak polisi berusaha membentuk barikade demi mencegah bentrokan antarsuporter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: X@MiddleEast_24