Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 21 APRIL 2026 • 16:05 WIB

Mengenal Trionda: Si 'Urat Nadi' Pertandingan Piala Dunia 2026

Mengenal Trionda: Si Urat Nadi Pertandingan Piala Dunia 2026Ilustrasi Trionda, bola resmi gelaran Piala Dunia 2026. (Dok. Gemini Ai)

INDOZONE.ID - Menyambut gegap gempita Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di tiga negara, inovasi teknologi di atas lapangan hijau kembali menjadi pusat perhatian. 

Fokus utama tentu tertuju pada Adidas "Trionda", bola resmi yang digadang-gadang sebagai bola tercanggih yang pernah diciptakan untuk turnamen sepak bola terbesar di jagat raya.

Berikut adalah ensiklopedia teknologi dan bedah anatomi lengkap Adidas Trionda:

Baca juga: Kenalan dengan Mascot Piala Dunia 2026: Fakta, Nama, dan Makna di Baliknya!

Filosofi Nama

Nama "Trionda" bukan sekadar sebutan tanpa makna. Adidas mengambil pendekatan linguistik yang merepresentasikan tuan rumah bersama: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

  • Tri (Tiga): Melambangkan kolaborasi tiga negara penyelenggara.
  • Onda (Gelombang/Gelombang Suara): Diambil dari bahasa Spanyol dan Portugis, mewakili getaran euforia fans serta dinamika pergerakan bola di udara.
  • Makna Visual: Pola grafis pada bola ini juga membentuk "gelombang kinetik" yang jika dilihat dari kejauhan akan tampak seperti angka tiga yang saling bertautan.

Anatomi dan Teknologi

Trionda mencatatkan sejarah baru dalam hal rekayasa bentuk. Jika bola tradisional memiliki 32 panel, Trionda justru bergerak ke arah minimalisme ekstrem.

Jumlah Panel Tersedikit

Trionda menggunakan konstruksi panel jahit-panas (thermally bonded) dengan jumlah panel yang paling sedikit dalam sejarah Piala Dunia. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir hambatan udara (drag force).

CTR-CORE 

Di bagian dalam, terdapat inti bola yang sangat stabil, dirancang untuk mendukung permainan cepat dan akurasi tinggi. Inti ini memastikan bentuk bola tetap bulat sempurna meski menerima tendangan keras berulang kali.

Teknologi Speedshell 

Permukaan bola memiliki tekstur makro dan mikro (pola lesung pipit kecil) yang membantu menjaga stabilitas arah bola saat melayang di udara, mencegah efek "knuckle" yang tidak terduga bagi penjaga gawang.

Connected Ball Technology

Di dalam versi Pro, tertanam sensor IMU (500Hz) yang mengirimkan data posisi bola secara real-time ke ruang VAR untuk membantu penentuan offside semi-otomatis secara instan.

Baca juga: 5 Calon Mesin Gol di Piala Dunia 2026, Ada Pemain Favorit Kalian?

Info Komersial

Adidas merilis Trionda dalam beberapa tingkatan untuk menjangkau semua kalangan pemain:

  • Trionda Pro: Jenis ini yang nantinya akan dipakai pada gelaran Piala Dunia 2026 dengan fitur utamanya adalah teknologi sensor, thermally bonded, standar FIFA Quality Pro. Bola ini memiliki estimasi harga sekira RpRp2.500.000-Rp2.800.000.
  • Trionda Competition: Jenis ini lebih dikenal lite dari bola yang digunakan di Piala Dunia 2026 dengan tanpa adanya teknologi sensor, namun tetap menggunakan teknologi thermally bonded. Harga dari jenis bola ini sekitar Rp1.200.000-Rp1.400.000.
  • Trionda League: Bola jenis ini merupakan latihan intens, dengan fitur utama ada pada jahitan hibrida. Harga jenis bola ada dikisaran Rp600.000-Rp800.000.
  • Trionda Club: Jenis bola ini merupakan jenis bola untuk rekreasi dengan fitur jahitan mesin, material TPU, untuk penggunaan rekreasi. Harga jenis bola ini ada dikisaran Rp300.000 – Rp450.000.

Lokasi Produksi

Meskipun didesain di markas besar Adidas di Herzogenaurach, Jerman, produksi massal Adidas Trionda tetap mempercayai pusat manufaktur bola dunia di Asia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Trionda: Si 'Urat Nadi' Pertandingan Piala Dunia 2026

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!