Ilustrasi Trionda, bola resmi gelaran Piala Dunia 2026. (Dok. Gemini Ai)
INDOZONE.ID - Menyambut gegap gempita Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di tiga negara, inovasi teknologi di atas lapangan hijau kembali menjadi pusat perhatian.
Fokus utama tentu tertuju pada Adidas "Trionda", bola resmi yang digadang-gadang sebagai bola tercanggih yang pernah diciptakan untuk turnamen sepak bola terbesar di jagat raya.
Berikut adalah ensiklopedia teknologi dan bedah anatomi lengkap Adidas Trionda:
Baca juga: Kenalan dengan Mascot Piala Dunia 2026: Fakta, Nama, dan Makna di Baliknya!
Nama "Trionda" bukan sekadar sebutan tanpa makna. Adidas mengambil pendekatan linguistik yang merepresentasikan tuan rumah bersama: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Trionda mencatatkan sejarah baru dalam hal rekayasa bentuk. Jika bola tradisional memiliki 32 panel, Trionda justru bergerak ke arah minimalisme ekstrem.
Trionda menggunakan konstruksi panel jahit-panas (thermally bonded) dengan jumlah panel yang paling sedikit dalam sejarah Piala Dunia. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir hambatan udara (drag force).
Di bagian dalam, terdapat inti bola yang sangat stabil, dirancang untuk mendukung permainan cepat dan akurasi tinggi. Inti ini memastikan bentuk bola tetap bulat sempurna meski menerima tendangan keras berulang kali.
Permukaan bola memiliki tekstur makro dan mikro (pola lesung pipit kecil) yang membantu menjaga stabilitas arah bola saat melayang di udara, mencegah efek "knuckle" yang tidak terduga bagi penjaga gawang.
Di dalam versi Pro, tertanam sensor IMU (500Hz) yang mengirimkan data posisi bola secara real-time ke ruang VAR untuk membantu penentuan offside semi-otomatis secara instan.
Baca juga: 5 Calon Mesin Gol di Piala Dunia 2026, Ada Pemain Favorit Kalian?
Adidas merilis Trionda dalam beberapa tingkatan untuk menjangkau semua kalangan pemain:
Meskipun didesain di markas besar Adidas di Herzogenaurach, Jerman, produksi massal Adidas Trionda tetap mempercayai pusat manufaktur bola dunia di Asia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan