Erling Haaland melakukan selebrasi usai cetak gol ke gawang Brasil. (Instagram/@erling)
INDOZONE.ID - Mencetak gol tentunya merupakan tujuan utama seorang pesepakbola untuk membawa timnya meraih kemenangan.
Dalam sepak bola, para pencetak gol tidak hanya tugas penyerang saja, bahkan kadang gelandang atau bek bisa saja mencetak gol untuk meraih kemenangan.
Tak hanya itu, dalam sepak bola ada istilah-istilah yang mungkin tidak kamu pahami, salah satunya istilah jumlah gol.
Mungkin, kalian sudah tahu istilah hattrick, yang merupakan istilah yang merujuk kepada pemain yang mencetak tiga gol dalam satu pertandingan.
Baca juga: Kocak! Bek Cape Verde Ini Sengaja Dorong Lionel Messi Cuma Buat Cek 'Beneran Manusia atau Bukan'
Namun, banyak dari kalian yang tentunya belum mengetahui istilah brace. Melansir dari PFSA pada Sabtu (11/7/2026), istilah brace dalam sepak bola merujuk pada seorang pemain yang mencetak dua gol dalam satu pertandingan.
Tentunya, pemain-pemain top macam Erling Haaland, Harry Kane hingga Lamine Yamal cukup sering mencetak brace alias dua gol untuk timnya.
Namun, banyak yang penasaran bagaimana terciptanya istilah kata brace dalam sepak bola tercipta.
Pada artikel ini, tim INDOZONE akan mengulas sedikit terkait awal mula munculnya istilah kata brace dalam sepak bola. Yuk simak!
Ilustrasi sepak bola. (Freepik)
Melansir dari PFSA, kata Brace berakar dari bahasa Inggris kuno. Kata tersebut awalnya digunakan oleh para pemburu saat mereka menembak jauh sepasang benda.
Mencetak brace atau dua gol merupakan hal yang tidak cukup istimewa. Kecuali bagi sang pemain itu sendiri.
Hal itu tentunya berbeda dengan hat-trick, mencetak tiga gol dalam satu pertandingan merupakan hal yang istimewa bagi seorang pemain, apalagi jika pemain itu mampu mencetak lebih dari 3 gol dalam satu pertandingan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Thepfsa.co.uk