Ruben Amorim Ingin Melatih Manchester United Selama 20 Tahun, Ikuti Jejak Sir Alex Ferguson?
INDOZONE.ID - Manajer Manchester United, Ruben Amorim, menyatakan keinginannya, untuk tetap melatih Setan Merah selama 20 tahun ke depan.
Namun, ia juga secara jujur mengakui, musim lalu adalah salah satu titik terendah dalam karier, hingga membuatnya merasa telah menghabiskan seluruh kepercayaan yang dimiliki klub kepadanya.
Pelatih asal Portugal itu ditunjuk sebagai pengganti Erik ten Hag pada bulan November lalu. Sayangnya, performa Manchester United di bawah kepemimpinannya belum memuaskan.
Dari 27 pertandingan Premier League yang dijalani, hanya tujuh kemenangan yang berhasil diraih. United pun harus puas menutup musim di posisi ke-15 klasemen, peringkat terburuk mereka dalam 51 tahun terakhir.
Ruben Amorim Ingin Bertahan 20 Tahun di MU
Dalam sebuah wawancara, Ruben Amorim membuka diri mengenai perjalanannya di Manchester United sejauh ini.
Ia juga berbicara tentang ambisinya untuk mengikuti Sir Alex Ferguson, sosok legendaris yang membesarkan klub selama hampir tiga dekade.
“Saya ingin bertahan di sini selama 20 tahun. Itu tujuan saya dan saya benar-benar percaya hal itu bisa terjadi. Dalam dunia sepak bola, apa pun bisa terjadi," ujar Amorim.
Baca juga: Ruben Amorim: Klub yang Incar Pemain Manchester United Jangan Harap Dapat Harga Murah
"Kadang saya beruntung, dan saya sudah sering beruntung dalam karier saya. Tapi saya sadar, semua tergantung hasil,” tambahnya.
Amorim menyadari, hasil akhir di musim lalu membuat posisinya selalu menjadi bahan perbincangan. Namun, ia menyatakan siap untuk memulai semuanya kembali dari awal.
“Musim lalu saya sudah menggunakan semua 'modal kepercayaan' saya, tapi saya siap memulai kembali dari nol,” lanjutnya.
Tekanan di MU Berbeda dari Sporting Lisbon
Amorim juga menyinggung masa awal kepelatihannya di Sporting Lisbon. Saat pertama kali datang, banyak yang meragukan kemampuannya.
Bahkan, ia disebut hanya memiliki peluang tiga persen untuk meraih gelar bersama klub asal Portugal itu. Tapi, ia berhasil membungkam kritik dengan membuktikan kualitasnya sebagai pelatih top.
Kini, ia menghadapi tantangan yang jauh lebih sulit bersama Manchester United. Amorim mengakui, tekanan di klub sebesar United sangat berbeda, tetapi ia tidak takut.
Baca juga: Ruben Amorim Siap Tampung Kembali Pemain Manchester United yang Tidak Laku Dijual
Justru sebaliknya, ia ingin bertahan lebih lama dan membangun ikatan yang panjang dengan klub dan para pendukungnya.
“Tekanan di Manchester United jelas berbeda. Tapi saya bukan tipe pelatih yang suka pindah-pindah klub. Saya ingin membangun hubungan dengan orang-orang di sini dan menjadi bagian dari klub ini untuk jangka panjang,” tegas Amorim.
Amorim Tiru Metode Guardiola
Untuk memperkuat fondasi tim, Amorim menerapkan pendekatan manajemen yang meniru Pep Guardiola.
Ia membentuk kelompok kepemimpinan berisi enam pemain senior, yang bertugas menjaga harmoni dan disiplin di ruang ganti.
Para pemain tersebut adalah Bruno Fernandes, Harry Maguire, Lisandro Martínez, Diogo Dalot, Noussair Mazraoui, dan kiper senior Tom Heaton.
Keterbukaan Amorim juga terlihat dari pengakuannya, ada masa-masa sulit ketika ia merasa tim tidak siap menghadapi pertandingan. Bahkan, ia sempat diliputi rasa takut akan kekalahan sebelum laga dimulai.
Hal ini tentu jauh dari standar dan harapan klub sebesar Manchester United, apalagi jika dibandingkan dengan era kejayaan di bawah Sir Alex Ferguson yang pensiun pada 2013.
Kini, Amorim menyadari, musim ini adalah momen yang krusial. Setelah hanya mengumpulkan 42 poin musim lalu, Manchester United dituntut untuk bangkit dan menunjukkan kemajuan di setiap lini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Telegraph