INDOZONE.ID - Kebersamaan dan kisah kasih antara Alpine F1 Team dan pembalap muda asal Australia, Jack Doohan, akhirnya mencapai titik akhir.
Setelah perjalanan penuh lika-liku selama empat tahun terakhir, kedua belah pihak secara resmi mengumumkan kesepakatan bersama untuk berpisah jalan.
Keputusan ini diambil guna memberikan keleluasaan bagi putra legenda balap motor Mick Doohan tersebut untuk mengejar peluang karier baru di tempat lain, setelah masa depannya di tim yang berbasis di Enstone itu kian tidak menentu.
Pembalap berusia 22 tahun itu sempat digadang-gadang sebagai masa depan cerah bagi Alpine.
Ia mencatatkan sejarah manis sebagai anggota pertama dari akademi Alpine yang berhasil lulus dan mendapatkan kursi balap utama di Formula 1.
Baca juga: Takdir Alpine di "Dua Dunia": Raih Kemenangan Perdana di WEC Tapi Merana di F1, Apa yang Terjadi?
Debutnya yang dinantikan terjadi pada GP Abu Dhabi 2024 lalu, sebuah momen yang seharusnya menjadi awal dari karier panjang.
Namun, realita berkata lain. Perjalanan Doohan sebagai pembalap utama di musim 2025 ternyata sangat singkat.
Hanya setelah melakoni enam balapan, ia harus menelan pil pahit ketika posisinya digantikan oleh talenta muda lainnya, Franco Colapinto, yang sebelumnya meraih hasil impresif bersama Williams Racing kala itu.
Sejak kehilangan kursi utamanya, Doohan tetap bertahan di garasi Alpine dengan peran sebagai pembalap cadangan (reserve driver).
Namun, menyadari bahwa bertahan tanpa kepastian kursi balap bukanlah opsi terbaik bagi pengembangan kariernya, perpisahan pun menjadi jalan tengah yang tak terelakkan.
Dalam pernyataan resminya, Alpine menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Doohan.
“Kami mengonfirmasi telah mencapai kesepakatan bersama dengan Jack Doohan untuk tidak melanjutkan jasanya,” ungkap pernyataan resmi tim.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Jack (Doohan) atas komitmen dan profesionalismenya selama empat tahun terakhir, baik di dalam maupun di luar lintasan,” pungkas pernyataan tersebut.
Alpine pun kini telah menyiapkan nama lain seperti Paul Aron dan Kush Maini untuk mengisi peran cadangan di sisa tahun 2025 dan seterusnya.
Lantas, ke mana Jack Doohan akan berlabuh? Pintu kesempatan tampaknya belum tertutup rapat.
Rumor yang beredar kuat di paddock mengaitkan Doohan dengan tim Haas.
Baca juga: Esteban Ocon Resmi Tinggalkan Alpine, Jack Doohan Siap Debut di GP Abu Dhabi
Ia disebut-sebut berpotensi mengisi peran sebagai pembalap cadangan di tim asal Amerika Serikat tersebut, bersanding dengan Ryo Hirakawa.
Koneksi ini menjadi semakin masuk akal jika melihat adanya “benang merah” bernama Toyota.
Seperti diketahui, Haas kini menjalin kemitraan teknis yang erat dengan raksasa otomotif Jepang tersebut.
Di saat yang sama, Doohan juga dikabarkan hampir mencapai kesepakatan untuk berlaga di ajang Super Formula Jepang musim depan bersama Kondo Racing, sebuah tim yang didukung penuh oleh Toyota.
Hal ini tentu membuka peluang menarik bagi Doohan untuk menjalani peran ganda, tetap berada di lingkaran F1 sebagai pembalap cadangan Haas, sembari mengasah ketajaman balapnya secara kompetitif di Super Formula.
Langkah ini dinilai strategis, mengingat Super Formula kerap menjadi kawah candradimuka bagi pembalap F1 sukses, seperti Pierre Gasly dan Liam Lawson, sebelum mereka kembali ke grid utama F1.
Kini, publik menanti langkah selanjutnya dari Jack Doohan untuk membuktikan bahwa karier balapnya masih jauh dari kata selesai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Crash.net