Senin, 30 MARET 2026 • 15:41 WIB

Dari Bertahan ke Menyerang, Ini 5 Bek Sayap Terbaik Sepanjang Sejarah

Author

Mantan bek sayap Timnas Brasil, Roberto Carlos. (Reuters/Sergio Moraes.)

INDOZONE.ID - Di era sepak bola modern sekarang, tugas seorang bek sayap (fullback dan wingback) tak hanya bertahan dengan mencegah pemain sayap lawan. Posisi ini mengalami transformasi besar, dengan peran paling melelahkan sekaligus paling vital di atas lapangan.

Saat ini, bek sayap justru menjadi salah satu kunci serangan tim, menyisir sisi lapangan, mengirim umpan silang, bahkan berpeluang mencetak gol.

Untuk itu, seorang bek sayap harus punya paru-paru tanpa batas, kekuatan fisik dalam bertahan dan kemampuan melepaskan umpan silang akurat yang  memanjakan rekan setim di lini depan.

Baca juga: Ngeri! Ini Daftar Tekel Paling Brutal dalam Sejarah Sepak Bola yang Menghancurkan Karier Pemain

Bicara bek sayap dalam sepak bola, ada banyak legenda yang memiliki peran krusial dalam kesuksesan klub maupun tim nasional.

Berikut adalah daftar 5 wing-back terbaik sepanjang masa berdasarkan sejumlah kriteria seperti jumlah trofi, statistik individu (penampilan, gol, assist), kontribusi defensif, penghargaan individu, serta momen-momen ikonik.

Daftar Bek Sayap Terbaik di Dunia

1. Roberto Carlos

Roberto Carlos kala mencetak gol indah di Final Piala Konfederasi melawan Prancis pada 1997. (REUTERS)

Posisi pertama ada Roberto Carlos, pemain asal Brasil yang terkenal dengan tendangan roketnya. Saking kencangnya tendangan Roberto Carlos, kiper hanya bisa melihat bola melesat dengan keras ke gawang.

Tak ayal jika mantan pemain Real Madrid ini dijuluki "The Bullet Man" karena tendangannya yang sulit ditepis.

Sebagai salah satu pemain Brasil terbaik sepanjang masa, ia mencatatkan 127 caps bersama timnas dan membantu negaranya menjuarai Piala Dunia 2002 serta dua gelar Copa América.

Di atas lapangan, Carlos bergerak tanpa lelah. Ia kerap melakukan overlap untuk membantu membangun serangan dari sisi sayap, lalu dengan cepat kembali ke posisinya guna membantu pertahanan.

Di level klub, kariernya bersama Real Madrid dan Inter Milan juga sangat gemilang. Ia mencatatkan 101 gol dan 144 assist dari 773 penampilan sebelum pensiun pada 2016, yang menegaskan statusnya sebagai wing-back terbaik sepanjang masa.

2. Carlos Alberto Torres

Carlos Alberto Torres merupakan salah satu bek paling berbakat secara teknik. Ia memanfaatkan kekuatan fisik dan refleks cepat untuk menghentikan lawan, sekaligus menjadi ancaman dari lini belakang.

Ia dikenal piawai membangun serangan dari belakang melalui umpan-umpan panjang yang akurat, serta memiliki kemampuan mencetak gol secara langsung.

Momen paling ikoniknya terjadi di final FIFA World Cup 1970 saat melawan Italia. Golnya yang lahir dari rangkaian sembilan operan menjadi simbol permainan kolektif yang indah, sekaligus mengantarkan Brasil meraih trofi Jules Rimet, dengan dirinya sebagai kapten tim.

3. Djalma Santos

Djalma Santos merupakan pemain tertua dalam daftar ini, dengan karier profesional yang berlangsung dari 1948 hingga 1970, total 22 musim hingga pensiun di usia 42 tahun.

Sepanjang kariernya, ia bermain di Brasil bersama klub seperti Portuguesa, Palmeiras, dan Atlético Paranaense. Ia dikenal karena kecepatan, kekuatan, kontrol bola, serta teknik tekel yang sangat disiplin.

Menariknya, sepanjang kariernya ia tidak pernah menerima kartu merah, sekaligus menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mencapai 1.000 pertandingan profesional.

Di level timnas, ia menjadi bagian dari generasi emas Brasil yang mendominasi era 1950-an hingga 1960-an, dengan dua gelar Piala Dunia beruntun (1958 dan 1962). Penampilannya di final 1958 bahkan membuatnya masuk dalam All-Star Team.

4. Cafu

Cafu dikenal sebagai salah satu wing-back kanan paling ikonik sepanjang masa. Ia menjadi satu-satunya pemain yang tampil di tiga final Piala Dunia, dengan dua di antaranya berakhir dengan gelar juara.

Gaya bermainnya yang agresif di sisi kanan membuatnya aktif membantu serangan dan menciptakan peluang, terbukti dari catatan assist yang ia kumpulkan sepanjang karier.

Setelah sukses bersama São Paulo, ia melanjutkan karier di Eropa bersama AS Roma dan AC Milan. Total, ia mencatatkan 447 penampilan, 18 gol, dan 13 trofi, termasuk Liga Champions.

5. Paolo Maldini

Legenda AC Milan, Paolo Maldini terjangkit virus Corona. (Craig Brough)

Paolo Maldini dianggap sebagai sosok profesional sejati dalam sepak bola. Bek asal Italia ini memiliki kemampuan komplet dan mampu bermain di sisi kiri maupun kanan dengan sama baiknya.

Dengan teknik yang halus dan ketenangan luar biasa, Maldini mampu memulai serangan dari lini belakang sekaligus memberikan kontribusi di area ofensif.

Kehebatannya semakin istimewa karena ia bermain di sisi kiri meski dominan dengan kaki kanan. Kemampuan serba bisa ini menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh sepanjang masa.

Sebagai kapten, ia membawa AC Milan meraih berbagai gelar, termasuk Serie A dan Liga Champions, serta membawa Italia ke final Piala Dunia 2006. Ia dikenang sebagai salah satu bek terbaik dalam sejarah sepak bola, termasuk dalam peran wing-back.

Baca juga: Manfaat Permainan Sepak Bola: Gak Cuma Bagus buat Fisik Aja!

Warisan Legenda untuk Generasi Sekarang

Para legenda ini meninggalkan pengaruh besar dalam strategi sepak bola. Tanpa inisiatif dan keberanian mereka, kita mungkin tak akan melihat pemain seperti Trent Alexander-Arnold yang mengoleksi belasan assist dalam satu musim, atau Achraf Hakimi yang mengacak-acak pertahanan lawan dengan kecepatannya.

Dengan kombinasi kecepatan, teknik, dan kecerdasan taktik, para bek sayap terbaik sepanjang masa tidak hanya menjaga pertahanan, tetapi juga menjadi motor serangan yang menentukan hasil pertandingan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Give Me Sport

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU