INDOZONE.ID - Saat ini, lari jadi salah satu olahraga yang digemari banyak orang saat ini, baik di kalangan pemula maupun profesional. Olahraga ini bisa dilakukan siapa saja dan tak membutuhkan banyak perlengkapan.
Banyak pelari mengikuti lomba seperti race atau maraton dengan berbagai target, mulai dari meningkatkan performa, menjaga konsistensi, hingga memecahkan rekor pribadi.
Untuk mencapai target tersebut, tak sedikit pelari memilih berlari bersama pacer. Bagi yang baru terjun di dunia lari, mungkin masih asing dengan istilah ini.
Baca juga: Mangkunegara X: Rute Lari Mangkunegaran Run Sudah Disertifikasi Badan Atletik Dunia
Nah dalam artikel ini, Indozone akan membahas apa itu pacer, tugas, jenisnya hingga keuntungan mengikuti pacer saat event lari.
Apa itu Pacer?
Pacer adalah pelari berpengalaman yang bertugas menjaga kecepatan tertentu selama lomba atau event. Dengan bantuan pacer, pelari lain bisa lebih fokus menjaga ritme tanpa harus terus-menerus menghitung kecepatan mereka sendiri.
Misalnya, pacer dengan tulisan 2 jam di kategori half marathon, berarti menjaga ritme agar peserta lari bisa finis dalam waktu 2 jam.
Pacer bukanlah saingan saat berlari. Mereka justru bisa dibilang sebagai pahlawan karena mengorbankan target sendiri demi membantu pelari lain.
Peran Seorang Pacer
Seorang pacer dalam event lari berperan memandu kecepatan (pace) peserta agar stabil dan konsisten sepanjang lomba. Pacer yang sudah punya jam terbang tinggi, memiliki fungsi sebagai patokan ritme lari, memberikan motivasi, serta menyemangati pelari untuk menjaga konsistensi hingga finis.
Kehadiran mereka membantu pelari agar tak langsung ngebut di awal race, sehingga energi tubuh tak cepat habis.
Karena itu, banyak pelari pemula hingga intermediate sangat bergantung pada pacer untuk mencapai personal best mereka.
Jenis-Jenis Pacer dalam Dunia Lari
Tidak semua pacer memiliki peran yang sama. Tergantung jenis lomba dan level kompetisi, pacer bisa berasal dari berbagai latar belakang.
1. Pacer di Race (Pace Bus)
Dalam lomba besar seperti maraton atau half marathon, biasanya ada tim pacer yang membawa tanda waktu target, seperti 3:30 atau 4:00. Mereka sering disebut “pace bus” karena mengajak pelari lain bergabung dalam satu kelompok dengan tujuan waktu yang sama. Suasana kebersamaan ini membuat lomba terasa lebih terarah dan menyenangkan.
2. Pacer Profesional (Rabbit)
Di level elite, penyelenggara lomba sering menggunakan pacer profesional yang dikenal sebagai “rabbit”. Tugas mereka adalah menjaga tempo lomba tetap cepat, terutama di awal, agar peluang mencetak rekor dunia tetap terbuka. Biasanya mereka memimpin hingga jarak tertentu, lalu keluar dari lomba.
3. Pacer Ultramaraton
Dalam lomba jarak sangat jauh (ultra), peran pacer menjadi lebih kompleks. Mereka tidak hanya menjaga kecepatan, tetapi juga berfungsi sebagai pendamping, navigator, dan bahkan penyemangat mental. Pacer memastikan pelari tetap makan, minum, tidak tersesat, dan terus bergerak meski dalam kondisi fisik dan mental yang berat.
4. Pacer Virtual
Seiring perkembangan teknologi, kini banyak pelari menggunakan “pacer virtual” melalui jam GPS. Fitur ini membantu memantau apakah pelari berada di atas atau di bawah target waktu. Meski tidak memberikan dukungan emosional seperti manusia, metode ini efektif untuk latihan mandiri.
Manfaat Lari Bersama Pacer
Mengapa banyak pelari memilih menggunakan pacer? Jawabannya ada pada kombinasi manfaat fisik dan mental.
1. Menghindari Start Terlalu Cepat
Salah satu kesalahan umum adalah memulai lomba terlalu cepat karena terbawa adrenalin. Akibatnya, energi cepat habis di tengah lomba. Pacer membantu menjaga tempo tetap stabil sejak awal agar pelari masih punya tenaga hingga garis finis.
2. Menghemat Energi Mental
Lomba lari bukan hanya soal fisik, tetapi juga mental. Menghitung waktu dan kecepatan saat kelelahan bisa sangat sulit. Dengan pacer, pelari bisa lebih fokus pada ritme dan pernapasan tanpa harus memikirkan strategi waktu.
3. Efisiensi Energi dari Aerodinamika
Berlari di belakang pacer atau kelompok pelari dapat mengurangi hambatan angin. Teknik ini membantu menghemat energi, terutama dalam jarak jauh. Itulah sebabnya pelari elite sering berlari berkelompok di awal lomba.
4. Bangkitkan Motivasi
Berlari dalam kelompok dengan target yang sama menciptakan semangat kebersamaan. Pacer biasanya juga berperan sebagai penyemangat, mengingatkan waktu minum, hingga memberi dorongan saat pelari mulai kelelahan.
Baca juga: Bukan Sekadar Lari: Bedah Teknik Start Jongkok vs Melayang dalam Estafet
Lebih dari Sekadar Pendamping Lari
Pacer bukan hanya penunjuk kecepatan, tetapi juga bagian penting dari strategi dalam lomba lari. Mereka membantu pelari tetap disiplin, efisien, dan termotivasi.
Bagi banyak pelari, kehadiran pacer bisa menjadi pembeda antara sekadar finis dan berhasil mencapai target waktu yang diimpikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Chalktalk Sports