Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 20:30 WIB

Memahami Lari Estafet, Olahraga Yunani Kuno yang Kini Jadi Andalan Olimpiade

Memahami Lari Estafet, Olahraga Yunani Kuno yang Kini Jadi Andalan OlimpiadeLari estafet. (Freepik/The Yuri Arcurs Collection)

INDOZONE.ID - Lari estafet atau relay merupakan cabang olahraga atletik yang dilakukan secara beregu. Dalam satu tim terdapat empat pelari yang bergantian menyelesaikan bagian lintasan (leg).

Setiap pelari yang menyelesaikan bagiannya wajib menyerahkan tongkat kecil yang disebut baton kepada pelari di depannya.

Penyerahan baton tidak boleh sembarangan. Pergantian harus dilakukan di dalam zona khusus sepanjang 20 meter, yaitu 10 meter sebelum dan 10 meter setelah garis start pelari berikutnya. Jika dilakukan di luar zona tersebut, tim bisa didiskualifikasi.

Baca juga: Mengapa Titik Start Atlet Estafet atau Pelari Sprint Tidak Sejajar? Ini Alasannya!

Lari estafet paling umum ditemukan dalam cabang lari, tetapi konsep relay juga digunakan dalam olahraga lain seperti renang, orienteering, ski lintas alam, biathlon, hingga seluncur es. Nomor estafet standar di atletik adalah 4x100 meter dan 4x400 meter.

Sejarah Singkat Lari Estafet

Sejarah lari estafet berakar dari tradisi Yunani kuno, terutama dalam ritual keagamaan yang melibatkan lomba membawa obor api.

Dalam perkembangannya, konsep ini menginspirasi sistem perlombaan modern, di mana tongkat estafet menggantikan obor sebagai simbol kontinuitas.

Lomba estafet pertama kali diselenggarakan oleh dinas pemadam kebakaran New York pada 1880-an sebagai lomba amal. Saat itu yang diteruskan bukan baton, melainkan bendera kecil merah setiap 300 yard.

Lari estafet pertama di ajang Olympic Games digelar pada tahun 1908. Formatnya berbeda dari sekarang, yakni dua pelari menempuh 200 meter, dilanjutkan satu pelari 400 meter dan satu pelari 800 meter.

Jarak Lomba Lari Estafet

4x100 Meter

Dalam nomor 4x100 meter, empat pelari masing-masing berlari sejauh 100 meter di lintasan yang sudah ditentukan.

Setiap pelari wajib membawa baton dan menyerahkannya kepada pelari berikutnya. Proses serah terima baton harus dilakukan di dalam zona pergantian sepanjang 20 meter (10 meter sebelum dan 10 meter sesudah garis start pelari berikutnya).

Jika baton terjatuh saat pergantian atau penyerahan dilakukan di luar zona, tim bisa didiskualifikasi. Biasanya, pelari terakhir atau anchor adalah sprinter tercepat dalam tim.

4x400 Meter

Aturan 4x400 meter pada dasarnya mirip dengan 4x100 meter. Bedanya, setiap pelari menempuh jarak 400 meter sebelum menyerahkan baton.

Ada satu perbedaan penting, di mana pelari pertama wajib tetap di lintasan masing-masing sepanjang 400 meter penuh. Namun mulai pertengahan lintasan lurus belakang pada leg kedua, pelari boleh berpindah jalur dan biasanya berebut posisi di sisi dalam lintasan karena jaraknya lebih pendek menuju garis finis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sportsmatik

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Memahami Lari Estafet, Olahraga Yunani Kuno yang Kini Jadi Andalan Olimpiade

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!