INDOZONE.ID - Turnamen Piala Dunia 2026 akan digelar sebentar lagi. Pada gelaran kompetisi akbar sepak bola ini diprediksi akan banyak mencetak rekor atau sejarah baru.
Dengan format yang lebih besar serta partisipasi lebih banyak tim, peluang terciptanya kejutan, pencapaian individu, hingga catatan bersejarah semakin terbuka lebar.
Dalam artikel ini, kita akan bahas rekor apa yang kemungkinan akan terpecahkan di Piala Dunia 2026 mendatang. Berikut selengkapnya!
Baca juga: Daftar 5 Pemain Bintang yang Diprediksi Tampil Flop di Piala Dunia 2026, Ada Idola Kalian?
Rekor Jumlah Pertandingan Terbanyak
Untuk pertama kali sepanjang sejarah Piala Dunia, turnamen yang digelar di tiga negara Amerika Utara, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada ini diikuti oleh 48 negara yang terbagi dalam 12 grup.
Dengan begitu, dipastikan ada 104 pertandingan yang akan tersaji di Piala Dunia 2026. Jumlah ini naik drastis dari rekor sebelumnya yakni 64 pertandingan pada 1998.
Rekor Penonton Terbanyak
Rekor penonton terbanyak sebesar 3,58 juta di Piala Dunia 1994 di AS diperkirakan akan pecah. Pasalnya, AS memiliki stadion berkapasitas besar seperti MetLife dan AT&T Stadium.
Ditambah lagi jumlah laga yang banyak, FIFA memperkirakan jumlah penonton tembus 5-6 juta di Piala Dunia kali ini.
Rekor Jumlah Gol Terbanyak dalam Satu Turnamen
Sejauh ini, rekor gol terbanyak masih dipegang Piala Dunia 2022 di Qatar, yakni 172 gol.
Piala Dunia 2026 akan memiliki 106 pertandingan, otomatis akan banyak gol tercipta di setiap laga. Apalagi turnamen kali ini diisi tim yang beragam, sehingga rekor sebelumnya kemungkinan pecah di tahun ini.
Penampilan Terbanyak di Piala Dunia
Dua mega bintang sepak bola, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi (Jjika bermain) berpeluang besar mencatatkan nama mereka di buku rekor yang sulit dipecahkan generasi mendatang.
Kedua pemain ini akan menjadi pemain pertama dalam sejarah yang bermain di enam Piala Dunia berbeda yakni 2006, 2010, 2014, 2018, 2022 dan 2026.
Messi Tambah Rekor Baru
Messi juga dipastikan memecahkan rekornya sendiri, di mana sebelumnya ia memegang rekor caps (penampilan) terbanyak di enam edisi Piala Dunia dengan 26 pertandingan.
Tak hanya itu, Messi berpeluang memecahkan rekor pemain dengan kemenangan terbanyak yang dipegang Miroslav Klose yakni (17). Sejauh ini, Messi sudah mengantongi 16 kemenangan.
Pemain dengan julukan La Pulga itu cuma butuh dua kemenangan ntuk menjadi pemain dengan kemenangan terbanyak sepanjang masa.
Pencetak Gol Terbanyak
Rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia masih dipegang legenda Jerman, Miroslav Klose, dengan total 16 gol dari empat edisi (2002–2014).
Rekor ini berpeluang dipecahkan oleh pemain lain, khususnya pemain muda dengan segudang talenta, seperti Kylian Mbappe, Lamine Yamal dll.
Ronaldo Berpeluang Jadi Pencetak Gol Tertua
Rekor Pepe (39 tahun 283 hari) sebagai pemain dengan pencetak gol tertua di Piala Dunia terancam dipecahkan Ronaldo.
Di Piala Dunia tahun ini, Ronaldo akan berusia 41 tahun. Jika kapten Timnas Portugal itu mencetak gol , maka ia menjadi pencetak gol tertua sepanjang sejarah Piala Dunia.
Rekor Pelatih Pertandingan Terbanyak
Pelatih Prancis, Didier Deschamps berpeluang memecahkan rekor Helmut Schön (Jerman Barat) untuk jumlah pertandingan terbanyak sebagai pelatih di Piala Dunia (25 laga).
Pelatih 57 tahun itu cuma butuh mencapai babak perempat final untuk menyamai rekor tersebut.
Rekor Pelatih Tertua
Pelatih Curacao, Dick Advocaat berpeluang memecahkan rekor Otto Rehhagel (71 tahun) sebagai pelatih tertua. Advocaat akan berusia hampir 79 tahun di musim panas 2026.
Baca juga: Daftar Tuan Rumah Piala Dunia, Ini Urutannya dari Awal hingga 2034
Rekor Clean Sheet Kiper
Kiper legendaris seperti Manuel Neuer dan Gianluigi Buffon dikenal dengan catatan clean sheet impresif.
Dengan jumlah pertandingan yang lebih banyak, kiper punya peluang menambah jumlah nirbobol. Namun ini juga bergantung pada kualitas pertahanan tim secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan