Ilustrasi panjat tebing. (Freepik) (Freepik)
INDOZONE.ID - Bagi para penggiat alam bebas pemula atau mereka yang baru terjun ke dunia panjat tebing (rock climbing), membanjirnya istilah teknis sering kali mendatangkan kebingungan tersendiri.
Salah satu perdebatan klasik yang sering terdengar di kalangan pemanjat adalah perbedaan antara istilah abseiling dan rappelling.
Banyak yang mengira keduanya adalah dua teknik yang berbeda secara mekanis, misalnya menganggap salah satunya lebih ekstrem atau menggunakan alat yang berbeda. Namun, benarkah demikian?
Sebagai panduan instruksional sekaligus ulasan linguistik, artikel ini akan mendemistifikasi kedua istilah tersebut dan membuktikan bahwa pada dasarnya, Anda sedang membicarakan satu teknik yang sama.
Rahasia terbesar di balik perbedaan abseiling dan rappelling sama sekali tidak terletak pada jenis simpul, tipe tali, atau perangkat desender yang digunakan. Perbedaannya murni berasal dari aspek etimologi.
Asal Kata: Istilah ini diambil dari bahasa Jerman, yaitu kata "abseilen".
Asal Kata: Istilah ini diserap dari bahasa Prancis, yaitu kata "rappeler".
Di Indonesia sendiri, serapan kata "repling" jauh lebih akrab di telinga pemanjat lokal karena pengaruh literatur militer dan petualangan yang banyak berkiblat ke Amerika.
Baca juga: Panjat Tebing Makin Dilirik Anak Muda, Atlet Kembar Indonesia Ini Ungkap Perkembangannya
Jika kita menanggalkan aspek bahasanya dan melihat langsung ke lapangan, abseiling dan rappelling adalah satu teknik yang identik.
Keduanya merujuk pada metode taktis menurun secara terkontrol dari ketinggian seperti tebing, bangunan, atau helikopter dengan memanfaatkan gesekan antara tubuh/alat dengan tali statis atau dinamis.
Secara instruksional, baik Anda menyebutnya abseiling maupun rappelling, prosedur keselamatan dan perangkat fundamental yang wajib digunakan tetaplah sama:
Sekarang Anda tidak perlu bingung lagi ketika membaca panduan memanjat internasional atau mengobrol dengan petualang dari berbagai belahan dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan