Timnas Senegal. (Instagram/@kkoulibaly26)
INDOZONE.ID - Bagi Tim Nasional Senegal laga melawan Norwegia, Selasa (23/6/2026) mendatang, akan menjadi sangat krusial.
Setelah kekalahan 3-1 di pertandingan pembuka melawan Prancis, Tim Singa Teranga butuh poin untuk tetap melanjutkan kiprah di Piala Dunia 2026.
Namun, perjuangan Timnas Senegal tidak mudah. Mereka sedang banyak diganjal banyak masalah nonteknis di luar lapangan yang cukup pelik. Situasi yang tercipta menciptakan atmosfer yang buruk di internal tim.
Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) membuat keputusan sepihak yang mengancam keharmonisan skuad. Menurut informasi Sport News Africa, bonus yang dijanjikan kepada para pemain Senegal masih belum dibayarkan.
Baca juga: Awas Keliru Istilah! Membedah Persamaan Teknis di Balik Abseiling dan Rappelling
Ironisnya, FSF telah menerima hadiah yang sangat besar setelah keluar sebagai juara Piala Afrika 2025. Belum lagi, FSF juga mendapat bonus lolosnya Senegal dari kualifikasi Piala Dunia sejak beberapa bulan lalu.
Kekacauan finansial itu bisa merusak keharmonisan tim yang seharusnya fokus untuk mempersiapkan laga selanjutnya.
Timnas Senegal juga dirundung masalah akomodasi selama Piala Dunia 2026. Hotel tempat mereka menginap di Amerika Serikat dianggap tidak memenuhi standar tim sekaliber Senegal.
Pemain dikabarkan telah mengungkapkan kekecewaan perihal kondisi akomodasi. Situasi ini kontras dengan fasilitas yang diberikan FSF saat Senegal berlaga di Piala Afrika 2025.
Baca juga: Piala Dunia 2026 Banjir Kartu Merah: Salah Satunya karena Bikin Kaki Rekan Setim Jay Idzes Patah!
Kebijakan pengetatan pengeluaran FSF telah membuat pemain tidak mendapat asupan nutrisi memadai untuk ukuran atlet. Koki tim rupanya dilarang ikut perjalanan demi memangkas biaya operasional.
Dampaknya, para pemain terpaksa memesan makanan dari luar hotel untuk mendapat asupan yang layak.
Hal ini semakin tragis lantaran beberapa anggota Federasi justru terlihat hidup mewah. Mereka membawa keluarga dan rombongan pribadi dalam jumlah besar ke Amerika Serikat, yang sepenuhnya dibiayai oleh FSF.
Masalah lain yang mencuat ialah Pelatih Pape Thiaw masih bekerja tanpa kontrak. Kontraknya telah habis beberapa bulan lalu. Bahkan, ia belum menerima gaji lima bulan terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sportnewsafrica.com