Kacau! Wasit Terbaik Afrika Dipastikan Batal Pimpin Laga di Piala Dunia 2026 karena Hal Ini
INDOZONE.ID - Sebuah ironi besar mewarnai jelang digelarnya Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Utara.
Omar Abdulkadir Artan, pengadil lapangan asal Somalia yang menyandang gelar Wasit Terbaik Afrika 2025, harus mengubur impiannya memimpin laga di turnamen sepak bola terakbar tersebut.
Langkah Artan terhenti bukan karena performa di lapangan, melainkan akibat regulasi imigrasi Amerika Serikat (AS) yang menolak akses masuknya, sekalipun ia telah mengantongi visa resmi.
Penolakan ini langsung memicu gelombang kecaman emosional dari pencinta sepak bola global yang diarahkan kepada Pemerintah AS dan FIFA.
Baca juga: Alami Cedera Pangkal Paha, Jurrien Timber Dicoret dari Timnas Belanda Jelang Piala Dunia 2026
Banyak pihak menilai aturan daftar hitam imigrasi AS terhadap 12 negara, termasuk Somalia, seharusnya mengesahkan pengecualian bagi delegasi resmi FIFA yang bertugas.
Kekecewaan publik kian memuncak setelah FIFA terkesan "cuci tangan" dan berlindung di balik otoritas penuh kebijakan visa negara tuan rumah.
Enggan terjebak dalam polemik politik dan birokrasi yang berkepanjangan, Omar Abdulkadir Artan menunjukkan kedewasaan sikap seorang profesional.
Melalui wawancaranya dengan Globo Sport, ia menyatakan telah menerima keputusan tersebut dengan ikhlas dan memilih mengalihkan seluruh energinya untuk pengembangan diri.
Baca juga: Thomas Tuchel Gak Jamin Jude Bellingham Jadi Pilihan Utama Inggris di Piala Dunia 2026
"Terlepas dari kondisi yang ada, saya dalam kondisi yang baik-baik saja dan fokus ke tantangan berikut dalam karier saya. Saya ingin berterima kasih atas ucapan dari keluarga besar sepakbola dunia dan mendoakan yang terbaik untuk kolega saya di Piala Dunia," ujar Omar, seperti INDOZONE sadur dari BBC Sports, Selasa (9/6/2026).
"Saya mau berterima kasih kepada FIFA dan Federasi Sepakbola Afrika (CAF) atas dukungan serta janji mereka untuk meningkatkan kemampuan saya, serta fokus ke masa depan," sambungnya.
Kasus yang menimpa Omar tersebut pun menjadi tamparan keras bagi tata kelola turnamen internasional yang melibatkan multinegara sebagai tuan rumah.
Pada saat otoritas sepak bola tertinggi gagal memberikan jaminan perlindungan dan akses bagi perangkat pertandingannya sendiri, esensi dari "menyatukan dunia lewat sepak bola" patut dipertanyakan kembali.
Bagi Omar, kehilangan kesempatan memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026 bukanlah akhir dari segalanya.
Sikapnya yang legawa dan taktis dalam merespons krisis justru membuktikan bahwa ia tidak hanya memiliki kapasitas mekanis yang hebat sebagai wasit di atas lapangan, tetapi juga mentalitas baja seorang pemimpin di luar lapangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC Sports