INDOZONE.ID - Ajang bulutangkis senior berskala internasional mulai berlangsung di Indonesia dengan mempertemukan ratusan peserta dari berbagai negara dalam satu kompetisi.
Digelar di ICE BSD City, Hall 1, turnamen ini diikuti pemain dari 14 negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, China, India, Taiwan, Hong Kong, Brunei, Prancis, Belanda, Kanada, Kolombia, dan Sri Lanka.
Kehadiran peserta dari berbagai belahan dunia menunjukkan tingginya antusiasme komunitas bulutangkis senior terhadap kompetisi lintas negara tersebut.
Legenda bulutangkis dari berbagai negara turut ambil bagian dalam kompetisi ini, menghadirkan pengalaman dan rekam jejak panjang di level internasional.
Kehadiran mereka menjadi sorotan tersendiri sekaligus menunjukkan bahwa persaingan di kategori senior tetap diisi oleh para pemain dengan prestasi dan kualitas yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Di antara nama yang tampil adalah Brice Leverdez dari Prancis, mantan pemain 20 besar dunia BWF yang telah tiga kali berlaga di Olimpiade dan pernah mengalahkan Lee Chong Wei pada BWF World Championships 2017.
Selain itu, ada pula Chang Wen-Sung (Taiwan), Ewe Hock Ong (Malaysia), dan Renu Chandrika Hettiarachchige (Sri Lanka) yang ikut meramaikan persaingan, mewakili pengalaman panjang para atlet senior dari berbagai negara.
Dari dalam negeri, legenda bulutangkis bulutangkis Indonesia, Harijanto Arbi, Flandy Limpele, Bobby Ertanto, Joko Suprianto, Bambang Suprianto, Tri Kusharjanto, serta Zelin Resiana, juga turun ke lapangan bersama para peserta, menghadirkan nostalgia yang memperkaya atmosfer kompetisi hari ini.
Tournament Director HUNDRED HOO HAA CUP 2026, Marlev Mainaky, mengungkapkan antusiasnya menyambut hari pembukaan, “Hari ini adalah bukti nyata bahwa mimpi kami terwujud. Melihat pemain dari belasan negara hadir dan siap bertanding membawa spirit dari asalnya masing-masing, itulah yang selama ini kami perjuangkan. Ini baru permulaan.”
Co-Founder HUNDRED HOO HAA CUP 2026, Marcia Hutagalung, menambahkan: "Ada energi yang luar biasa hari ini. Saya melihat para pemain dari luar negeri yang datang dan percaya pada apa yang kita bangun di sini dan itu bukan hal kecil. Di sisi lain, pemain-pemain muda Indonesia pun turun ikut meramaikan kategori OPEN MAX.35, dan bahkan bergabung bersama para pemain senior di kategori 3 on 3. Hal ini yang membuat suasananya berbeda dan menjadi bukti bahwa badminton Indonesia itu luas, hidup, dan tidak kenal batas usia."
Di luar pertandingan, kawasan ICE BSD City juga dipadati berbagai stan kuliner dan hiburan yang dapat dinikmati para pengunjung selama berlangsungnya kompetisi.
Kehadiran fasilitas pendukung tersebut turut menambah suasana interaktif di sekitar arena dan menjadi ruang berkumpul bagi peserta maupun penonton dari berbagai negara.
Selain menjadi tempat berlangsungnya persaingan di lapangan, ajang ini juga mencerminkan upaya memperluas jejaring komunitas bulutangkis senior sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan turnamen berskala internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan