Jumat, 03 JULI 2026 • 15:04 WIB

Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Tanpa Kebobolan, Apa Sih Rahasia Lini Belakang Meksiko dan Spanyol?

Author

Penjaga gawang Timnas Meksiko Raul Rangel (atas) tmenangkap bola tendangan salah satu pesepak bola Timnas Ekuador dalam pertandingan 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Selasa (30/6/2026) waktu setempat. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

INDOZONE.ID - Panggung Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi saksi ketajaman para lini serang kelas dunia, melainkan juga panggung unjuk gigi bagi dua tembok pertahanan paling kokoh di bumi saat ini: Meksiko dan Spanyol.

Hingga tuntasnya babak 32 besar, kedua raksasa ini mencatatkan rekor luar biasa sebagai tim yang belum pernah kebobolan satu gol pun.

Gawang mereka tetap suci, menciptakan momok menakutkan bagi penyerang mana pun yang berani mendekat.

Baca juga: Thomas Tuchel Gak Yakin Timnas Inggris Bisa Adaptasi dengan Ketinggian Meksiko Jelang Laga 16 Besar

Catatan Rekor "Gawang Suci" di Piala Dunia 2026

Meksiko dan Spanyol berhasil melaju ke babak 16 besar dengan rapor defensif yang sempurna lewat penampilan impresif di fase grup hingga babak gugur pertama:

1. Meksiko (Tuan Rumah yang Sempurna)

Penjaga gawang Timnas Meksiko Raul Rangel berselebrasi usai timnya mengalahkan Timnas Ekuador dalam pertandingan 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Selasa (30/6/2026) waktu setempat. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Bermain di hadapan publik sendiri, El Tri menyapu bersih seluruh laga dengan kemenangan tanpa sekali pun memungut bola dari jaring gawang mereka.

Fase Grup A: Menang atas Afrika Selatan (2-0), Korea Selatan (1-0), dan Republik Ceko (3-0).

Babak 32 Besar: Menyingkirkan Ekuador dengan skor meyakinkan 2-0.

Statistik Menarik: Di bawah mistar, kiper Raul Rangel tampil luar biasa mengawal kesucian gawang Meksiko selama 4 pertandingan berturut-turut.

Baca juga: 6 Fakta Pertandingan Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Skor Akhir 3-0, Vamos Espana!

2. Spanyol (Rekor Sejarah Unai Simon)

Spanyol menang 1-0 dalam pertandingan itu sekaligus memastikan diri sebagai juara grup dan lolos ke babak 32 besar, sementara Uruguay gagal lolos dari fase grup karena finis peringkat ketiga dengan dua poin. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

La Roja mencatatkan sejarah baru dengan menyelesaikan fase grup Piala Dunia tanpa kebobolan untuk pertama kalinya sepanjang sejarah sepak bola mereka.

Fase Grup H: Bermain imbang dengan Tanjung Verde (0-0), lalu melumat Arab Saudi (4-0) dan Uruguay (1-0).

Babak 32 Besar: Menghajar Austria dengan skor telak 3-0.

Statistik Menarik: Kiper Unai Simon resmi memecahkan rekor legendaris milik kiper Italia, Walter Zenga (1990), dengan mencatatkan rekor menit bermain tanpa kebobolan terlama di sejarah Piala Dunia (519 menit beruntun lintas edisi).

Mengapa Lini Pertahanan Mereka Begitu Sulit Ditembus?

Kesuksesan menjaga clean sheet ini bukanlah sebuah kebetulan semata. Kedua pelatih menerapkan pendekatan taktis yang sangat matang untuk meredam agresivitas lawan.

Taktik Meksiko: Rapat di Tengah, Batasi Ruang Tembak

Pelatih Meksiko, Javier Aguirre, sebenarnya tidak menerapkan strategi parkir bus. Ia tetap memakai formasi ofensif 4-3-3, namun dengan disiplin defensif yang sangat ketat.

Blokade Tiga Gelandang: Aguirre menginstruksikan tiga gelandangnya untuk bermain sangat rapat di area sentral. Mereka berfungsi sebagai filter pertama yang memutus aliran bola lawan sebelum menyentuh empat bek sejajar.

Sangat Sedikit Membiarkan Shots on Target: Skema pertahanan berlapis ini membuat lawan frustrasi karena tidak memiliki ruang tembak. Terbukti dari catatan statistik di mana Meksiko hanya menghadapi total 6 shots on target sepanjang empat laga awal mereka. Kombinasi pemain senior yang tenang dan darah muda yang agresif membuat transisi bertahan mereka berjalan instan.

Taktik Spanyol: Pertahanan Terbaik adalah Menguasai Bola

Gaya bermain Spanyol di bawah Luis de la Fuente masih setia dengan filosofi penguasaan bola, namun kini jauh lebih pragmatis dan kokoh di lini belakang.

Defending via Possession: Spanyol membuat lawan tidak bisa mencetak gol dengan cara yang paling logis: tidak memberikan lawan kesempatan membawa bola. Ketika kehilangan bola, pressing ketat langsung dilakukan di lini depan.

Kiper yang Jarang "Bekerja", tapi Selalu Siap: Kokohnya koordinasi duet bek tengah Spanyol membuat Unai Simón sangat minim mendapatkan ancaman berbahaya. Di laga kontra Austria misalnya, Simón bahkan sama sekali tidak perlu melakukan penyelamatan karena lini belakang berhasil memaksa lawan melepaskan tembakan-tembakan tidak akurat.

Mampukah tembok kokoh Meksiko dan Spanyol terus bertahan hingga partai puncak Piala Dunia 2026? Babak 16 besar akan menjadi ujian berikutnya yang jauh lebih berat bagi kedua tim.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sportskeeda

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU