INDOZONE.ID - Wayne Rooney mengingatkan bahwa penurunan performa Liverpool berpotensi menyeret mereka ke situasi serupa yang kini dialami Manchester United.
Peringatan itu muncul setelah tim asuhan Arne Slot tumbang 0–3 dari Nottingham Forest di Anfield pada Sabtu (22/11/2025).
Kekalahan tersebut memperpanjang tren negatif Liverpool setelah jeda internasional.
Kekalahan Beruntun Liverpool
Sebagai juara bertahan Premier League, Slot masih belum menemukan permainan terbaik Liverpool di musim ini.
Kekalahan dari Forest menambah catatan buruk menjadi delapan kekalahan dalam 11 pertemuan terakhir melawan tim asuhan Sean Dyche.
Catatan ini terasa makin menarik mengingat Forest belum pernah meraih dua kemenangan beruntun di Anfield sejak 1963 dan juga sedang menjalani musim sulit karena pergantian manajer.
Ketertinggalan di babak pertama membuat Liverpool semakin kesulitan bangkit, meski bermain di depan pendukung sendiri.
Dalam masa perombakan skuad di bawah Slot, performa Liverpool justru mengalami penurunan.
Rooney Bandingkan Situasi Liverpool dengan Manchester United
Rooney menilai situasi Liverpool mulai menunjukkan pola yang mirip dengan penurunan performa Manchester United dalam beberapa musim terakhir.
“Liverpool adalah tim yang sangat baik, tetapi mereka tengah menghadapi periode yang sulit,” ujar Rooney dalam program Match of the Day.
Menurutnya, sejak awal musim Liverpool sudah terlihat tidak konsisten. Beberapa kemenangan tidak dibarengi kualitas permainan yang baik.
Baca juga: Wayne Rooney: Para Pemain Tidak Layak Gunakan Jersey Manchester United
Rooney menyebut bahwa para pemain senior seharusnya mampu menjaga mentalitas para pemain Liverpool lainnya agar tidak jatuh semakin dalam.
“Sepanjang musim, para pemimpin di ruang ganti harus membantu menjaga semangat tim," kata Rooney.
"Jika tidak, kita sudah melihat apa yang terjadi pada Manchester United dalam beberapa tahun terakhir, dan pada Tottenham musim lalu. Mereka bisa terperosok lebih dalam,” tambahnya.
Lini Belakang Liverpool Terlalu Mudah Ditembus
Rooney menegaskan bahwa organisasi pertahanan Liverpool menjadi titik lemah yang paling terlihat. Ia menyebut bahwa cara tercepat untuk keluar dari situasi sulit adalah kembali bermain kompak.
Saat ini, lini belakang Liverpool dianggap terlalu mudah ditembus, sehingga mereka kerap berada dalam tekanan.
Baca juga: Lini Pertahanan Mulai Keropos, Liverpool Dikabarkan Siap Datangkan Alessandro Bastoni
Situasi tersebut mengingatkan pada masa-masa sulit Manchester United di musim 2024–2025, ketika Ruben Amorim gagal menghentikan tren negatif warisan Erik ten Hag.
United terpuruk di peringkat ke-15 dan kehilangan tiket ke kompetisi Eropa setelah kalah dari Tottenham di final Liga Europa.
Meski musim ini mereka menunjukkan tanda kebangkitan, kekalahan memalukan dari Grimsby Town di Piala Carabao masih menyisakan catatan buruk.
Van Dijk: Liverpool Harus Bangkit
Di sisi Liverpool, kapten Virgil van Dijk menegaskan bahwa seluruh pemain memahami besarnya tanggung jawab untuk memperbaiki situasi tim.
“Kami harus melihat diri sendiri dulu, lalu saling membantu keluar dari kekacauan ini, karena saat ini memang kacau. Itu kenyataannya,” ujar Van Dijk.
Ia menambahkan bahwa sebagai juara bertahan, Liverpool seharusnya tidak berada dalam kondisi seperti sekarang.
Baca juga: Usai Kalah dari Manchester United, Van Dijk Kumpulkan Semua Pemain Liverpool untuk Rapat
Namun situasi yang terjadi saat ini adalah kenyataan yang harus dihadapi bersama, dan para pemain harus menunjukkan mentalitas untuk bangkit.
Rooney sebelumnya juga menyoroti bahasa tubuh Van Dijk dan Mohamed Salah saat kekalahan Liverpool dari Brentford. Menurutnya, gestur keduanya menunjukkan ketidakpercayaan diri.
Van Dijk merespons kritik itu dengan tenang dan menyatakan bahwa ia tidak peduli dengan komentar para pengamat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Match Of The Day