Tak Mau Terlena Popularitas, Ravianto dan Raviandi Ramadhan Selalu Ingat Perjuangan dari Nol
INDOZONE.ID - Popularitas panjat tebing Indonesia yang terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun belakangan. Peningkatan tersebut turut membawa sorotan lebih besar kepada para atlet dari olahraga ini.
Namun, bagi atlet kembar panjat tebing Indonesia, Ravianto dan Raviandi Ramadhan, popularitas bukan alasan untuk terlena oleh pencapaian yang telah mereka raih hingga saat ini.
Saat berkunjung ke Kantor Indozone pada 13 Mei 2026, kedua atlet dengan segudang prestasi itu mengaku selalu berusaha menjaga sikap rendah hati meski telah beberapa kali tampil dan berprestasi di berbagai kompetisi internasional.
Mengingat Perjuangan dari Nol
Baca juga: Timnas Indonesia Sempurna di FIFA Matchday Juni 2026, John Herdman Bangun Standar Baru: Apa Itu?
Menurut mereka, salah satu cara terbaik untuk menghindari star syndrome adalah dengan selalu mengingat perjalanan panjang yang telah dilalui hingga sampai akhirnya berada di titik sekarang.
"Kalau mengatasinya, kami biasanya lihat lagi ke belakang. Dulu kami bukan siapa-siapa, jadi tetap humble saja," ujarnya.
Keduanya menilai kesadaran terhadap proses perjuangan membuat seseorang tidak akan mudah terbawa euforia, khususnya saat sedang berada di puncak prestasi.
Dunia Kompetisi Penuh Naik Turun
Keduanya kompak menjelaskan bahwa dunia olahraga, khususnya panjat tebing, memiliki dinamika yang sangat cepat. Atlet bisa meraih hasil membanggakan dalam satu pertandingan, tetapi bisa saja gagal pada kesempatan berikutnya.
Maka dari itu, mereka berusaha untuk tidak berlebihan ketika meraih kemenangan maupun saat menghadapi kekalahan.
"Di kompetisi itu rollercoaster banget, naik turun. Jadi kalau lagi di atas, kami biasa saja. Kalau lagi di bawah, ya tetap berusaha," katanya.
Fokus pada Proses, Bukan Popularitas
Baca juga: Son Heung-min Senang Bisa Kembali Perkuat Korea Selatan di Piala Dunia
Bagi Ravianto dan Raviandi, menjaga fokus terhadap proses latihan adalah kunci utama mereka agar tidak terjebak dalam tekanan, khususnya popularitas yang semakin besar.
Mereka yakin bahwa prestasi tidak datang secara instan dan harus terus diperjuangkan melalui kerja keras yang konsisten.
Dengan pola pikir tersebut, keduanya berharap dapat terus berkembang sekaligus memberikan inspirasi bagi generasi muda yang ingin menekuni olahraga panjat tebing satu ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan