INDOZONE.ID - Timnas Belanda sukses mencatatkan kemenangan krusial dan telak dengan skor 5-1 saat menghadapi Swedia. Keputusan berani pelatih Ronald Koeman yang memasang Brian Brobbey sebagai ujung tombak utama terbukti menjadi langkah jenius yang mengobrak-abrik pertahanan Swedia sejak menit awal. Kemenangan masif ini tidak hanya mengamankan tiga poin perdana bagi Oranje, tetapi juga menjadi modal berharga sekaligus pembuktian performa kolektif mereka di panggung dunia.
Sebaliknya, bagi Swedia, kekalahan telak ini menjadi pukulan telak setelah sebelumnya mereka tampil impresif saat melibas Tunisia. Kini, tekanan besar mengarah kepada sang pelatih, Graham Potter. Swedia harus menjalani laga hidup-mati berikutnya melawan Jepang jika tidak ingin langsung angkat koper dari turnamen.
Meskipun skor akhir menunjukkan dominasi mutlak Belanda, jalannya laga sebenarnya menyajikan duel taktis yang cukup berimbang. Dari segi penguasaan bola, Belanda sedikit unggul dengan mencatatkan 53 persen possession, sementara Swedia berada di angka 47 persen.
Baca juga: Imbang Lawan Jepang, Ronald Koeman Sebut Sebagai Standar Minimal Belanda untuk Menangkan Piala Dunia
Perbedaan kelas yang paling mencolok sekaligus menjadi pembeda utama dalam pertandingan ini adalah tingkat efektivitas di lini serang. Lini depan Swedia sebenarnya tampil agresif dengan melepaskan total 16 tembakan, delapan di antaranya mengarah ke gawang. Namun, pertahanan kokoh Belanda dan ketangguhan kiper Bart Verbruggen berhasil mematahkan peluang-peluang tersebut.
Di sisi lain, Belanda tampil sangat efektif dan mematikan. Dari total 10 tembakan yang dilepaskan, tujuh mengarah tepat ke gawang dan lima di antaranya berhasil dikonversi menjadi gol.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Brian Brobbey langsung terlibat duel fisik sengit dengan bek tengah Swedia, Isak Hien. Taktik Koeman pun langsung membuahkan hasil pada menit ke-5. Menerima umpan dada, Brobbey dengan kuat menahan bola dan bekerja sama dengan Tijjani Reijnders sebelum bola dialirkan ke sisi kiri menuju Cody Gakpo. Gakpo kemudian melepaskan umpan silang akurat yang langsung disambar Brobbey untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Swedia yang terkejut mencoba membalas melalui pergerakan Viktor Gyökeres. Namun, Belanda tampil terlalu kuat dan terorganisasi di setiap lini. Dominasi Oranje kembali membuahkan hasil pada menit ke-17. Denzel Dumfries melepaskan umpan silang mendatar dari sisi kanan yang berbelok arah, dan Brobbey yang bergerak paling cepat sukses menyontek bola masuk ke gawang Kristoffer Nordfeldt untuk membawa Belanda unggul 2-0.
Swedia sempat mencetak gol lewat sundulan Gustaf Lagerbielke menjelang jeda pertandingan. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena posisi offside.
Memasuki babak kedua, Ronald Koeman memasukkan Crysencio Summerville untuk menggantikan Donyell Malen. Keputusan ini langsung memberikan dampak instan. Pada menit ke-47, kerja sama apik antara Summerville dan Dumfries di sisi kanan diakhiri dengan umpan matang Dumfries yang diselesaikan tanpa cela oleh Cody Gakpo untuk mengubah skor menjadi 3-0.
Hanya berselang tujuh menit, tepatnya pada menit ke-54, Swedia melakukan blunder setelah Alexander Isak kehilangan bola di area berbahaya. Melalui serangan balik cepat, Summerville mengirimkan umpan kepada Gakpo yang langsung melepaskan tembakan mendatar keras ke pojok kanan gawang. Skor berubah menjadi 4-0 dan Gakpo dinobatkan sebagai Superior Player of the Match berkat performa gemilangnya.
Baca juga: 6 Fakta Pertandingan Belanda vs Jepang di Piala Dunia 2026, Duel Sengit yang Berakhir Imbang 2-2
Swedia sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-59 melalui pemain pengganti, Anthony Elanga, yang memanfaatkan umpan matang dari Isak untuk mengubah skor menjadi 4-1.
Namun, pesta gol Belanda akhirnya ditutup pada menit ke-89. Crysencio Summerville yang tampil menonjol sepanjang babak kedua melakukan tusukan ke area tengah dan melepaskan tembakan akurat yang mengunci kemenangan Belanda menjadi 5-1.
Melihat performa Belanda yang langsung tancap gas dengan permainan sayap yang mematikan, mereka tampaknya akan menjadi salah satu penantang gelar paling serius di turnamen kali ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian