Selasa, 30 JUNI 2026 • 15:20 WIB

5 Best Deep Lying Playmaker, Otak Permainan yang Sulit Digantikan!

Author

Best deep lying playmaker, Rodri usai Spanyol menang atas Uruguay di Grup H Piala Dunia 2026. (REUTERS/Daniel Becerril)

INDOZONE.ID - Deep lying playmaker merupakan peran yang kerap mencuri perhatian para pencinta sepak bola. 

Bagaimana tidak, pemain dengan peran ini mampu mengatur permainan meski bermain lebih ke dalam. Secara teknis, deep lying playmaker menjadi otak penyerangan sekaligus bertanggung jawab untuk melindungi barisan pertahanan.

Menilik tugas dan tanggung jawabnya, deep lying playmaker dituntut punya kepandaian dan keterampilan untuk mengatur pertandingan dari balik layar.

Lantas, siapa best deep lying playmaker dalam sejarah sepak bola? Tidak perlu berlama-lama lagi, yuk simak lima best deep lying playmaker di bawah ini!

Baca juga: Mengenal Peran Roaming Playmaker Dalam Taktik Sepak Bola

5 Best Deep Lying Playmaker

5. Andrea Pirlo 1995-2018

Andrea Pirlo, mantan pemain Juventus yang kini menjadi pelatih Juventus. (REUTERS/Dylan Martinez)

Daftar ini akan dimulai dengan legenda sepak bola Italia, Andrea Pirlo. Inter Milan, AC Milan, dan Juventus sudah merasakan servis dari gelandang dengan akurasi umpan luar biasa ini.

Semasa aktif bermain, kepiawaian Pirlo tidak hanya jadi tumpuan klub, tapi juga Italia di level internasional.

Ketenangan, kecerdikan, dan keterampilan luar biasa, membuat Pirlo diakui sebagai salah satu deep lying playmaker terbaik pada masanya.

4. Xabi Alonso 1999-2017

Ilustrasi Fakta Xabi Alonso Jadi Pelatih Baru Real Madrid. (Foto: Instagram @realmadrid)

Selanjutnya, ada Xabi Alonso yang menjadi andalan di lini tengah Liverpool, Real Madrid, dan Bayern Munchen. 

Menimbah ilmu sepak bola di akademi Real Sociedad, Alonso berkembang jadi salah satu gelandang dengan paket komplet. Ia tidak cuma bisa mengatur jalannya pertandingan, tapi juga bertahan dengan sama baiknya.

Umpan panjang terukur, sepakan keras dari luar kotak penalti, dan kepiawaian merebut bola tanpa pelanggaran, membuat nama pria asal Spanyol itu bersinar di antara gelandang-gelandang hebat lainnya.

Tak ayal, Xabi jadi salah satu pemain yang masuk dalam generasi emas Spanyol. Ia membantu Spanyol menjuarai Piala Eropa (2008 dan 2012) serta Piala Dunia (2010).

3. Sergio Busquets 2007-2026

Sergio Busquets bela Inter Miami. (REUTERS/Mandatory Credit:Mark Smith-Imagn Images)

Posisi ketiga ditempati oleh Sergio Busquets yang merupakan salah satu dari trio legendaris Barcelona, bersama Xavi Hernandez dan Andres Iniesta.

Keberadaan Busquets bersama Xavi dan Iniesta, membuat Barcelona mendominasi sepak bola Spanyol hingga Eropa pada medio 2008-2015.

Meski terlihat tidak semencolok Xavi dan Iniesta, Busquets jadi penyeimbang di lini tengah Barcelona.

Umpan-umpan pendek berkelas serta kepiawaiannya memotong serangan lawan, menjadikan pria asal Spanyol itu bak pahlawan tanpa tanda jasa. Itu pula yang dilakukan Busquets, saat membela Spanyol.

2. Toni Kroos 2007-2024

Gelandang Real Madrid, Toni Kroos. (REUTERS/Javier Barbancho)

Toni Kroos pun masuk dalam daftar ini. Bagaimana tidak, pria asal Jerman itu jadi tumpuan bersama Bayern dan Madrid.

Saat membela panji Bayern, Kroos lebih merupakan gelandang tengah yang agresif menyerang. Tapi, ia menjelma jadi deep lying playmaker saat bermain untuk Madrid.

Saat memainkan peran tersebut di Madrid, Kroos justru lebih bersinar. Visi Kroos dalam mengatur permainan membuatnya bersinar, baik bersama klub maupun Jerman.

Umpan pendek-panjang, tembakan jarak jauh, dan kemampuan menyaring serangan lawan, jadi atribut yang membuat nama Kroos tetap diingat oleh pencinta sepak bola. 

Baca juga: Perkuat Lini Tengah, Persela Resmi Gaet Playmaker Asal Chile Matt Lagos

1. Rodri 2016-Sekarang

Pemain Manchester City, Rodri mengangkat piala Liga Inggris. (REUTERS/Molly Darlington)

Jika nama-nama lainnya sudah gantung sepatu, posisi pertama ditempati oleh Rodri yang kini jadi andalan di lini tengah Manchester City dan Spanyol.

Sebagai deep lying playmaker, Rodri punya visi untuk mengatur jalannya permainan dan kualitas dalam menghentikan serangan lawan.

Keterampilan tersebut didukung oleh kemampuan Rodri dalam mengumpan dengan kedua kaki. Ia pun punya insting untuk membaca permainan lawan sehingga mampu mencegah ancaman ke pertahanan tim.

Performa terbaik Rodri tersaji pada musim 2022/2023 kala Man City menjuarai Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Champions. Rodri pun meraih Ballon dOr pada 2024 atas performa apik tersebut.

Menurut kamu, adakan pemain lain yang kayak masuk daftar best deep lying playmaker di atas?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Give Me Sport, Amatan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU