Rabu, 01 JULI 2026 • 21:02 WIB

Menilik Pengertian Istilah Deep Lying Forward: Peran di atas Lapangan dan Contoh Pemain Deep Lying Forward

Author

Harry Kane, pemain yang bertipikal sebagai deep-lying forward (REUTERS)

INDOZONE.ID - Bagi para pemain lama gim Football Manager pastinya kalian sudah tidak asing lagi dengan istilah deep-lying forward (DLF). Yaps, istilah tersebut merujuk pada penyerang yang rela turun ke bawah untuk menjemput bola.

Dalam sepak bola modern seperti saat ini, banyak pelatih yang menunjuk para penyerang untuk memainkan peran tersebut sebagai salah satu bagian dari strategi permainan agar bisa turun ke bawah untuk menjemput bola.

Melansir dari Sports Interactive pada Rabu (1/7/2026), tipikal pemain yang bisa memainkan peran deep-lying forward harus memiliki kemampuan untuk menarik perhatian lawan agar bisa membuka ruang tembak untuk rekan setimnya. Bisa untuk mencetak gol hingga berfungsi untuk mengeksploitasi ruang kosong.

Selain itu, pemain yang bertipikal deep-lying forward juga harus cekatan dan bisa menemukan penempatan posisi yang baik.

Baca juga: Profil Ebenezer Cobb Morley, Bapak Sepak Bola Modern yang Ubah Sejarah

Tak cuma itu saja, deep-lying forward juga harus bisa menahan bola yang artinya pemain dengan peran tersebut juga bertugas untuk memberikan waktu kepada rekannya untuk mencari ruang untuk memulai pergerakan atau menyambut bola.

Pemain yang bertipikal deep-lying forward juga harus pandai untuk menjadi penghubung antar lini atau link-up tim, yang bisa menjadi jembatan antara lini tengah dan lini serang.

Tentu saja, penyerang dengan tipikal deep-lying forward ini jauh lebih berguna ketimbang penyerang lainnya. Sebab, penyerang tipikal ini selain bertugas mencetak gol tetapi juga kreatif dalam membuka ruang.

Baca juga: Markas Asosiasi Sepak Bola Jerman Digeledah terkait Dugaan Suap Euro 2024

Deep-Lying Forward Beda Dengan False Nine

Tentu saja, deep-lying forward sangat berbeda dengan false nine. Memang false nine hampir lebih mirip dengan deep-lying forward. Namun, perbedaannya false nine ini akan bergerak ke area yang lebih dalam lagi.

Fungsi utama dari penyerang false nine ini selain terlibat permainan dengan para gelandang juga memancing pemain bertahan lawan agar mengikuti pergerakannya sehingga akhirnya ada ruang yang bisa dieksploitasi.

Sementara itu, deep-lying forward memang ada kecenderungan untuk turun ke dalam untuk menjemput bola dan menahan bola, lalu kemudian mengopernya ke pemain lain. Fungsi utama dari deep-lying forward ini adalah menjadi penyambung antara lini depan dengan lini tengah.

Baca juga: Manchester City Mulai Pertimbangkan untuk Datangkan Wonderkid Maroko Ayyoub Bouaddi

Contoh Pemain yang Berperan Sebagai Deep-Lying Forward

Peran penyerang bertipikal deep-lying forward memang saat ini cukup sering dimainkan di era sepak bola modern. Tentunya, dari hal tersebut banyak penyerang yang bertipikal deep-lying forward.

Beberapa pemain seperti Harry Kane, Erling Haaland, Raul Gonzalez hingga Sergio Aguero merupakan contoh penyerang yang bertipikal sebagai deep-lying forward.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sports Interactive

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU