Kamis, 15 JANUARI 2026 • 14:05 WIB

Mengulik Sejarah Terciptanya Formasi 4-4-2 Dalam Perkembangan Sepak Bola Modern

Author

Formasi 4-4-2 (beyourbest.com)

INDOZONE.ID - Bagi kalian pecinta sepak bola, tentunya sudah tidak asing lagi dengan formasi 4-4-2. Yaps, formasi ini merupakan salah satu formasi tradisional dalam perkembangan sepak bola modern.

Formasi 4-4-2 itu terdiri dari 4 bek sejajar, 4 gelandang (mencakup dua gelandang sayap disetiap sisi) dan juga dua penyerang tengah.

Nah, fungsi dari dua penyerang tengah dalam formasi ini adalah, memberikan tekanan dan ancaman untuk mencetak gol

Meski begitu, seiring berjalannya waktu formasi 4-4-2 kini telah memiliki banyak variasi mulai dari formasi 4-2-2-2, 4-3-1-2, 4-1-2-1-2, 4-1-3-2 ataupun 4-4-1-1.

Mungkin, banyak di antara kalian yang belum tahu terkait awal mula formasi 4-4-2 ditemukan dalam dunia sepak bola. Pada artikel ini, Indozone akan memberikan ulasan terkait asal-usul formasi 4-4-2 yang wajib kamu ketahui.

Baca juga: Prediksi Mengkhawatirkan Max Verstappen Jelang Era Regulasi Baru F1 2026

Asal-Usul Formasi 4-4-2 Dalam Sepak Bola

Viktor Maslov, pencipta formasi 4-4-2 (thesefootballtimes)

Melansir dari situs Coaches Voices, pada pertengahan abad ke-20 telah muncul formasi 4-2-4. Dalam formasi ini menampilkan dua pemain sayap tinggi dan melebar.

Hal itu untuk menyerang dari samping, bahkan terkadang kedua pemain sayap ini berada di depan dua penyerang tengah.

Tim pertama yang menerapkan formasi 4-2-4 adalah Timnas Brasil pada Piala Dunia 1958 lalu. Dengan formasi ini, tim samba yang masih diperkuat oleh Pele dan Garrincha, berhasil menjuarai Piala Dunia 1958 yang saat itu digelar di Swedia.

Lalu, 12 tahun kemudian tepatnya pada Piala Dunia 1970, Timnas Brasil yang dilatih oleh Mario Zagallo, justru sukses memainkan formasi 4-2-4 secara memukau.

Hal tersebut sekaligus membawa Brasil menjuarai gelar Piala Dunia keduanya di tahun tersebut.

Sementara itu, pelatih asal Rusia Viktor Maslov mengembangkan variasi lain. Dua pemain sayap ditarik lebih ke belakang, sejajar dengan gelandang tengah.

Sehingga, lahirlah formasi 4-4-2, yang memiliki fungsi untuk membanjiri lini tengah lawan secara tradisional, dengan jumlah yang lebih sedikit

Dalam formasi ini, Maslov dianggap berjasa dengan pengembangan yang lebih terorganisir dan juga disiplin. Dengan formasi tersebut, Maslov sukses membawa Dynamo Kyiv meraih 3 gelar Liga Rusia secara beruntun di akhir 1960-an.

Baca juga: Tak Berencana Beli Pemain Baru, Manchester United Justru Minta Carrick untuk Maksimalkan Skuad yang Ada

Tanggung Jawab Formasi 4-4-2 saat Menguasai Bola

Dalam formasi 4-4-2, dua penyerang tengah bertugas untuk memberikan ketinggian dalam serangan dengan menempati dua bek tengah lawan.

Mereka dapat mempertahankan bola sebelum menghubungkan permainan ke pemain yang sedang berlari, atau bergerak mundur dari garis pertahanan lawan.

Taktik itu untuk menciptakan ruang kepada pemain tengah, yang melakukan penetrasi dan pada akhirnya mereka menciptakan peluang mencetak gol.

Sedangkan dua pemain yang melebar di lini tengah, menyerang di sekitar lini belakang lawan. Itu dilakukan untuk memberikan umpan silang kepada dua pemain tengah, atau melakukan cut inside dan melakukan kombinasi umpan-umpan pendek.

Baca juga: John Herdman Latih Timnas Indonesia, Erick Thohir Minta Semua Pihak Beri Dukungan Penuh!

Ilustrasi formasi 4-4-2 saat mengusai bola (The Coaches Voices)

Tak cuma itu, mereka juga dapat berlari ke dalam dan melewati garis pertahanan lawan di saat salah satu dua pemain depan bergeser keluar.

Lalu, dua gelandang tengah menghubungkan lini belakang dengan lini depan dengan melakukan umpan-umpan akurat, dan bisa beroperasi sebagai box-to-box.

Mereka mungkin juga memberikan umpan silang ketika mendukung pergerakan gelandang sayap.

Kemudian, bek sayap juga memberikan dukungan yang tertunda di bawah gelandang sayap, dan dapat bergerak ke dalam untuk membantu gelandang selama membangun serangan.

Jika gelandang sayap di depan mereka bergerak ke dalam, maka bek sayap bisa melakukan overlapping, atau memberikan umpan silang maupun umpan balik.

Sementara itu, dua bek tengah memberikan umpan-umpan ke depan lini tengah, dan mungkin juga dapat menusuk ke lini tengah melalui sisi dalam.

Mereka juga dapat melakukan switch play ke gelandang sayap, atau mungkin langsung memberikan umpan direct ke lini serang.

Baca juga: Justin Hubner Ungkap Perbedaan Kritik Pemain di Belanda dengan di Indonesia

Tanggung Jawab Formasi 4-4-2 saat Kehilangan Bola

ilustrasi formasi 4-4-2 saat kehilangan bola (The Coaches Voices)

Saat kehilangan bola, dua penyerang tengah bertugas untuk menghalangi akses di depan gelandang bertahan lawan, dan menekan lini pertahanan lawan.

Ini biasanya dilakukan terhadap bek tengah, di mana para penyerang akan menekan ke luar untuk memaksa permainan menjauh dari tengah.

Lalu, saat gelandang sayap mundur ke samping gelandang tengah untuk membentuk formasi 4 pemain sejajar, unit ini bertugas untuk menjaga jarak yang compact antara lini depan dan lini belakang.

Mereka bergerak ke samping saat bola berada di area sayap, dengan gelandang sayap di sisi terjauh menutup lini tengah.

Sementara itu, gelandang tengah lebih banyak untuk menekan lawan secara langsung secara man-to-man. Sementara gelandang sayap, melompat untuk menjaga bek sayap lawan.

Lini belakang juga beroperasi dengan tingkat kekompakan yang serupa, juga menyempit ke dalam bila diperlukan.

Bek tengah biasanya bertanggung jawab menghentikan penyerang yang mundur, dan mencoba menerima bola di antar lini, serta bersaing melawan permainan tengah yang lebih langsung dan menghalau umpan silang.

Sementara itu, bek sayap akan maju ke depan untuk menekan di area sayap dan berusaha memblokir umpan silang. Setiap anggota di lini belakang, harus siap untuk mundur dan menutup ruang di belakang.

Baca juga: Mengulik Pencak Silat Beserta Alirannya, Olahraga Bela Diri yang Sudah Jadi Warisan Budaya Indonesia

Kelebihan dan Kekurangan memakai Formasi 4-4-2

Menggunakan formasi 4-4-2 memiliki banyak kelebihan dan juga kekurangan. Untuk kelebihannya, formasi ini menawarkan pertahanan yang kuat di seluruh lapangan, dengan kekompakan, keseimbangan dan juga memberikan perlindungan yang mudah dibangun dalam bentuk high-press, mid block ataupun low-block.

Tidak cuma itu, formasi 4-4-2 juga memberikan keseimbangan sempurna untuk permainan sepak bola yang mengandalkan serangan balik.

Tim yang menggunakan formasi 4-4-2, memiliki jumlah pemain yang cukup untuk bertahan dalam blok yang kompak dan memancing lawan maju.

Namun, juga memiliki kehadiran pemain tengah yang cukup, untuk memulai serangan balik dan menghubungkan berbagai pemain ke depan.

Sementara itu, kekurangan dari formasi 4-4-2 adalah rentan dalam menghadapi umpan-umpan terobosan. Bahkan, satu umpan bagus pun dapat melewati 4 pemain sekaligus.

Fomasi defensif seperti 4-1-4-1 justru lebih menawarkan perlindungan yang baik di antar lini.

Baca juga: Mengenal Gerakan Lokomotor dan Manfaatnya untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Selain itu, saat menguasai bola dengan lini tengah yang terdiri dari 4 pemain yang posisinya mirip dengan lini belakang, para pemain terkadang dapat menghalangi opsi umpan ke depan.

Bisa dibilang, tim yang menggunakan formasi 4-4-2 cukup kesulitan untuk menciptakan opsi umpan ketimbang dengan tim yang lebih banyak pemain yang bermain di berbagai lini baik vertikal maupun horizontal.

Dengan banyaknya kekurangan formasi 4-4-2, tidak heran jika di era sepak bola modern saat ini formasi tersebut sudah mulai jarang dipakai oleh beberapa tim besar.

Itu tadi ulasan singkat terkait formasi 4-4-2 beserta asal usul formasi tersebut, dan juga kelebihan dan kekurangan dalam formasi ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Coaches Voice

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU