Rabu, 14 JANUARI 2026 • 18:00 WIB

Mengulik Pencak Silat Beserta Alirannya, Olahraga Bela Diri yang Sudah Jadi Warisan Budaya Indonesia

Author

Olahraga Pencak Silat (Dispora Kota Palembang)

INDOZONE.ID - Olahraga pencak silat saat ini memang telah mendunia, sebab cabang olahraga ini kerap kali diperlombakan di event olahraga internasional seperti Olimpiade, Asian Games ataupun SEA Games.

Pencak silat merupakan olahraga asli Indonesia yang telah muncul berabad-abad lalu, namun keindahan teknik dari olahraga tersebut membuat pencak silat kini mendunia.

Diketahui, pencak silat merupakan cabang olahraga bela diri yang diajarkan di berbagai jenjang pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Bisa dibilang, pencak silat merupakan olahraga bela diri yang mengandung seni-seni tradisional.

Oleh karena itu, olahraga pencak silat merupakan olahraga yang memiliki teknik dan tidak boleh dilakukan asal-asalan dan ada beberapa teori yang perlu dikuasai atau dipelajari terlebih dulu

Tentunya, banyak Gen Z yang penasaran bagaimana awal mula olahraga pencak silat itu masuk ke Indonesia dan menjadi olahraga yang diwariskan secara turun temurun.

Daripada berlama-lama berikut ini tim INDOZONE akan memberikan ulasan sedikit mengenai sejarah olahraga pencak silat yang dilansir dari gramedia.com pada Rabu (14/1/2026). Yuk simak!

Baca juga: Menyimpan Luka di Balik Kemudi: Pierre Gasly dan Penyesalan Terakhir untuk Mendiang Sahabatnya

Sejarah Pencak Silat di Indonesia

Ilustrasi Pencak Silat (Freepik)

Olahraga pencak silat diperkirakan muncul di Indonesia sejak abad ke- 7 masehi. Diketahui, sejarah pencak silat awalnya berkembang dari kemampuan asli orang Indonesia dalam berburu dan juga perang yang menggunakan senjata seadanya seperti parang, tombak dan perisai.

Lalu, baru pada abad ke-14 olahraga pencak silat berkembang pesat di nusantara. Bahkan, seni bela diri ini dijadikan sebagai bahan latihan spiritual di pesantren oleh para penyebaran agama Islam.

Menariknya, olahraga pencak silat ini diakui sebagai seni bela diri yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk berperang melawan penjajah.

Baca juga: Demi Datangkan Chiesa, Juventus Bakal Jual Pemain Timnas Portugal

Bahkan, banyak tokoh yang ikut terlibat dalam proses pengembangan pencak silat di masa lalu. Beberapa tokoh yang terlibat dalam pengembangan olahraga ini adalah Pangeran Diponegoro, Sultan Agung, Teuku Umar, Tuanku Imam Bonjol, Tengku Chik di Tiro.

Selain itu, tokoh-tokoh perempuan seperti Cut Nyak Dhien, Cut Nyak Meuthia dan Sabai Nan Aluih juga ikut terlibat dalam pengembangan olahraha pencak silat di Nusantara.

Setelah Kemerdekaan Republik Indonesia, olahraga pencak silat pun semakin berkembang di Indonesia hingga akhirnya pada 18 Mei 1948, Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) didirikan di Surakarta.

Melalui IPSI, pencak silat mulai distandardisasi dan dikembangkan menjadi cabang olahraga nasional. Alhasil, olahraga pencak silat pertama kali muncul pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 1948 di Surakarta meskipun hanya demonstrasi saja. Namun, olahraga ini benar-benar dipertandingkan di PON pada tahun 1973 lalu.

Kemudian, olahraga pencak silat pertama kali dilombakan di ajang Internasional adalah pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat 1986 di Wina, Austria, yang mana saat itu Persilat menggelar kejuaraan dunia pertama di luar Asia.

Lalu, olahraga pencak silat untuk pertama kalinya dipertandingkan di ajang SEA Games 1987 di Jakarta. Sementara itu, di level Asia, pencak silat baru benar-benar dipertandingkan di Asian Games 2018 yang saat itu digelar di Jakarta dan Palembang.

Baca juga: Jadi Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman Tegaskan Gak Gentar Hadapi Tekanan Suporter

Awal Mula Pencak Silat diakui Dunia

Olahraga pencak silat baru mencapai puncak keemasannya pada 12 Desember 2019, saat UNESCO menetapkan tradisi pencak silat Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. Penetapan silat sebagai warisan budaya takbenda dunia diumumkan melalui sidang UNESCO di Bogota, Kolombia.

Pengakuan dari UNESCO tersebut menegaskan bahwa pencak silat memiliki nilai budaya, sosial dan filosofis yang tinggi sehingga olahraga tersebut layak dilestarikan sebagai bagian dari warisan umat manusia.

Tak cuma itu, pencak silat kini telah berkembang secara global, tak heran jika olahraga tersebut dipelajari berbagai negara melalui organisasi internasional dan kejuaraan resmi.

Baca juga: John Herdman Siap Datangkan Pemain Berkualitas di 5 Liga Top Eropa untuk Perkuat Timnas Indonesia!

Aliran yang Ada di Pencak Silat

Seiring berkembangnya zaman, olahraga pencak silat di Indonesia mengalami banyak perkembangan. Hal itu bisa terlihat dengan banyaknya aliran dalam olahraga ini, mulai dari yang tertua hingga yang baru dibentuk. Berikut ini, aliran-aliran dalam olahraga pencak silat. Yuk simak!

1. Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)

Aliran pencak silat pertama dan tertua di Indonesia adalah Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). PSHT sendiri sudah ada sejak zaman sebelum kemerdekaan. Namun, aliran ini baru benar-benar berdiri pada tahun 1903 yang didirikan oleh Ki Ngabehi Soeromihardjo atau lebih dikenal Eyang Suro.

Sementara itu, pada tahun 1917 berubah nama menjadi Persaudaraan Setia Hati. Nama Setia Hati ini dimaknai sebagai sebuah kesatuan tunggal yang ada dalam hati dan pikiran manusia, yang tentunya manusia berorientasi kepada Tuhan. 

Kemudian, makna Terate diartikan sebagai sebuah jenis keindahan dan keagungan bunga yang hidup dalam situasi dan kondisi apapun.

Sebagai salah satu aliran pencak silat tertua di Indonesia, PSHT memiliki semboyan persaudaraan antar manusia. Tak cuma itu, dalam aliran bela dirinya PSHT mengombinasikan seni bela diri dengan ajaran spiritual seperti ilmu kebatinan.

Baca juga: Cara Melakukan Gerakan Meroda dalam Senam: Pengertian, Teknik Dasar, dan Variasi Tingkat Lanjut

2. Pencak Silat Pagar Nusa

Selanjutnya ada aliran Pencak Silat Pagar Nusa yang merupakan aliran pencak silat dari lingkungan Nahdatul Ulama (NU) yang sudah ada sejak dahulu. Selain Pagar Nusa, sebetulnya banyak aliran pencak silat yang muncul di lingkungan NU, namun diyakini nama Pagar Nusa itu berasal dari singkatan Pagar NU dan Bangsa.

Dari keberagama tersebut, membuat Pagar Nusa menjadi wadah perkumpulan silat dibawah naungan NU pada tahun 1986. Adapun, beberapa ragam pencak silat Pagar Nusa diantaranya Pagar Gasmi, Pagar Nusa Batara Perkasa, Pagar Nusa Satria Perkasa Sejati dan lain sebagainya.

3. Pencak Silat Perisai Diri

Pencak Silat Perisai Diri merupakan aliran pencak silat ketiga di Indonesia, didirikan pada 3 Juli 1955 di Surabaya, Jawa Timur oleh RM Soebandiman Dirdjoatmodjo. 

Kamu harus tahu, sebelum mendirikan pencak silat Perisai Diri, RM Soebandiman Dirdjoatmodjo pernah mengajari silat di lingkungan Taman Siswa, yang mana saat itu ia diminta oleh pamannya Ki Hajar Dewantara untuk mengajarkan ilmu bela diri ke para siswa di Taman Siswa.

Pencak Silat Perisai Diri merupakan salah satu aliran pencak silat tertua yang ada di Indonesia, yang mana dalam aliran ini terdapat setidaknya 156 aliran silat dari berbagai Indonesia.

Berbagai aliran silat tersebut juga dikombinasikan dengan sebuah aliran dari China yang sebelum dipelajari oleh dirinya sendiri, yaitu aliran Shaolin.

Para anggota Perisai Diri juga diajarkan teknik bela diri yang efektif dan efisien, mulai dari memaksimalkan tangan kosong maupun penggunaan senjata. Adapun motto dalam aliran pencak silat ini yaitu "Pandai Silat Tanpa Cedera".

Baca juga: 7 Fakta dan Alasan Xabi Alonso Mundur Jadi Pelatih Real Madrid, Ruang Ganti Jadi Sorotan Utama

4. Pencak Silat Merpati Putih

Aliran berikutnya adalah Merpati Putih, aliran pencak silat ini dikenal sebagai aliran pencak silat tanpa menggunakan senjata. Aliran pencak silat Merpati Putih awalnya diajarkan untuk Komando Pasukan Khusus (Koppasus) di setiap kesatuan angkatan bersenjata republik Indonesia (ABRI). 

Namun, seiring berjalannya waktu, aliran Merpati Putih semakin berkembang dan banyak masyarakat Indonesia yang mempelajari aliran pencak silat ini.

5. Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah

Pencak Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah merupakan aliran pencak silat yang dibentuk secara khusus oleh organisasi Islam Muhammadiyah. Aliran pada pencak silat ini berlandaskan kuat pada akidah Islam agar senantiasa dapat mengajarkan tuntunan Agama Islam. 

Oleh karena itu, Tapak Suci mengharuskan para anggotanya memiliki niat untuk belajar bela diri sungguh-sungguh dan wajib beragama Islam.

Tujuan dari aliran Tapak Suci ini adalah menciptakan proses belajar ilmu pencak silat yang bersih dari ilmu kesesatan atau syirik. Bersamaan dengan mengenal sekaligus menghafal jurus dari Tapak Suci, para anggotanya juga dilakukan pembinaan mengenai penguatan akidah, akhlak, ketahanan mental dan tentu saja kepemimpinan.

Baca juga: 4 Teknik Dasar Renang Gaya Bebas yang Perlu Dikuasai Pemula

6. Pencak Silat Cimande

Terakhir, ada aliran pencak silat Cimande. Aliran pencak silat ini berkembang di Kampung Cimande, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Adapun, salah satu tokoh terkenal yang mengembangkan aliran ini adalah Abah Khaer.

Seni bela diri ini terkenal sebagai aliran pencak silat yang menjunjung tinggi nilai-nilai, norma-norma dan perilaku yang diwariskan oleh leluhur Cimande. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari aliran pencak silat Cimande memiliki kode etik yang harus ditaati oleh anggotanya.

Isi Taleq atau kode etik aliran pencak silat Cimande antara lain: harus taat kepada Allah dan Rasul-Nya, tidak boleh melawan ibu dan bapak atau orang yang sudah tua, tidak boleh melawan guru, ratu atau pemerintah dan lain sebagainya.

Itu tadi sobat INDOZONE sedikit ulasan terkait sejarah pencak silat di Indonesia beserta beberapa aliran pencak silat yang ada di Indonesia. Tentunya, olahraga pencak silat ini selain mengajarkan ilmu bela diri, juga mengajarkan moral-moral penting dalam kehidupan sehari-hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Gramedia, Pbipsi.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU